Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Selasa 05 Januari 2021

Renungan Hari Selasa 05 Januari 2021

Renungan Hari Selasa 05 Januari 2021

Allah adalah kasih.

Ini pernyataan luar biasa tentang Allah. Harus jelas dipahami bahwa kasih bukan Allah. Kasih adalah salah satu karakter Allah. Yang benar Allah adalah kasih. Relasi Allah dan manusia ditandai dan dibentuk oleh kasih. Berbagai perbuatan Allah bagi manusia adalah tindakan kasih. Namun dalam bagian ini Yohanes menunjuk kepada puncak pernyataan dan wujud kasih Allah kepada manusia.

Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah (ayat 9). Yesus datang ke dunia untuk menggantikan manusia. Kematian-Nya memberi hidup kepada manusia yang percaya pada-Nya, dan ini bukan karena manusia mengasihi Allah. 

Oleh sebab itu kita tidak dapat memahami kasih Allah jika itu dilepaskan dari kematian Yesus di kayu salib. Penjelasan tentang kasih Allah di luar salib Kristus adalah pengertian kasih yang tidak sempurna. Sebab itu kini kita yang telah menerima kasih Allah harus menanggapi dan mewujudkan kasih itu di dalam kehidupan kita (ayat 7,11). 

Jika tidak, maka tidak ada bukti bahwa kita telah mengalami kasih Allah dan sekarang sedang berelasi dengan-Nya (ayat 7). Relasi kepada Allah dan kepada sesama harus kita demonstrasikan dalam kehidupan kita. Hidup dalam kasih merupakan bukti hidup bersama Allah.

Manusia sebagai ciptaan Allah memiliki kemampuan untuk mengasihi. Tetapi kasih yang mereka miliki dan wujudkan akan sempurna jika kasih itu menunjuk pada salib Kristus. Sekali lagi Yohanes menegaskan bahwa tidak mungkin manusia mengenal kasih Allah lepas dari Kristus. 

Jika ingin memiliki kasih maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah percaya pada Yesus. Tetapi tidak mungkin manusia menjadi percaya Yesus tanpa mendengar kesaksian orang percaya. Setiap yang percaya kepada-Nya dikaruniakan Roh Kudus (ayat 13).

Mazmur, Doakan pemimpin kita!

Pemimpin negara tanpa dukungan rakyatnya tidak dapat berhasil. Siapa lagi yang mendukung pemimpin Indonesia kalau bukan kita warga negaranya.

Mazmur 72 merupakan doa Salomo bagi putranya, yang akan meneruskan takhta Israel. Harapan Salomo bagi raja baru ini, ialah agar ia akan memerintah bangsanya dengan bersandarkan pada hukum Allah, sehingga keadilan ditegakkan (ayat 1-4). 

Raja yang mengagungkan hukum akan bertindak adil. Ia akan membela rakyatnya yang tertindas dan miskin. Sebaliknya, para penjahat dan pembuat onar dihancurkannya. Keadilannya dalam memimpin akan membawa kesejukan dan damai sejahtera kepada rakyatnya (ayat 5-7). 

Rakyat pasti mendukungnya dengan utuh, oleh karena raja dekat dengan mereka. Bangsa-bangsa lain pun akan hormat dan tunduk setelah melihat betapa bijaksananya ia memimpin bangsanya (ayat 8-11).

Selain itu, telinga raja terbuka kepada jeritan orang yang membutuhkan pertolongan. Singkatnya raja mengabdikan hidupnya untuk menghantar rakyat menuju hidup yang lebih baik. Itu sebabnya pada masa pemerintahannya, kemakmuran dan kesentosaan dinikmati oleh semua orang. Raja yang demikian ini akan dikenang, nama Tuhan akan dipermuliakan, semua bangsa datang untuk mengenal dan menyembah Dia.

Injil hari ini,

Dalam peristiwa perbanyakan roti ini kita menyaksikan kerahiman Allah bagi manusia dengan memperhatikan segala kebutuhan manusia. Seperti dikatakan oleh Yesus sendiri, siapa yang melihat Dia berarti juga melihat Bapa. 

Maka, dengan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yesus—apa yang dikatakan dan diajarkan Yesus—kita melihat Allah sendiri yang berkarya dan bersabda kepada kita. Dengan melihat sikap Yesus terhadap orang miskin, orang yang menderita, orang yang berdosa, kita melihat sikap Bapa sendiri terhadap manusia. Sebab, Yesus dan Bapa adalah satu.

Dari sini pula kita melihat perhatian Allah dan penyelenggaraan Ilahi-Nya untuk kehidupan kita, juga dalam hal-hal jasmani yang perlu untuk kita. Sebagaimana Bapa surgawi memberi makan burung-burung di udara dan mendandani bunga-bunga di ladang, demikian pula terhadap kita. 

Dia akan mencukupi segala kebutuhan kita karena kita lebih berharga daripada burung-burung dan bunga-bunga itu. Oleh karena itu, kita tidak usah khawatir akan apa pun, melainkan harus mencari lebih dahulu Kerajaan Allah dan segala kebenarannya. 

Bila kita bersandar kepada Allah dalam segala sesuatu, kalau perlu Allah akan melakukan mukjizat-mukjizat untuk kita—seperti yang dilakukan Yesus dengan perbanyakan roti. 

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Selasa 05 Januari 2021"