Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Jumat 19 Februari 2021

Renungan Hari Jumat 19 Februari 2021

Renungan Hari Jumat 19 Februari 2021

Pada hari ini, kita mendengar kedua bacaan berbicara tentang puasa. Nabi Yesaya, dalam bacaan pertama, menekankan esensi puasa. Bahwasanya, berpuasa pada dasarnya bukan terutama soal jasmaniah, bukan soal berseru atau berteriak pada Tuhan, bukan soal tidak makan, bukan soal duduk di atas abu, melainkan soal niat dan komitmen untuk berhenti berbuat dosa, kejahatan, kerakusan, dan kelaliman, dan berbalik kepada cara hidup yang kudus. 

Berpuasa adalah soal bela rasa dan belas kasihan: memberi makanan kepada yang lapar, membagikan pakaian kepada yang telanjang, memberikan tumpangan kepada tunawisma, mengunjungi yang sakit, menghibur yang berduka, membuka diri terhadap sesama dalam segala hal, dll. Demikian kita, menurut Nabi Yesaya, akan menjadi terang, dan Tuhan akan menjawab kita ketika berseru kepada-Nya.

Dalam bacaan Injil, murid-murid Yohanes datang kepada Yesus, dan bertanya perihal murid-murid Yesus yang tidak berpuasa. Menarik yang disampaikan Yesus. Tujuan akhir puasa adalah dekat dengan Tuhan dan segala perintah-Nya. 

Murid-murid Yesus sedang dekat dengan Tuhan sendiri dan belajar dan diajari Tuhan tentang Injil keselamatan. Masa itu oleh Yesus dilihat sebagai “masa bulan madu” antara diri-Nya dan murid-murid-Nya. Menjalankan puasa dengan benar dan baik selama masa prapaskah ini akan menyebabkan masa ini menjadi “masa bulan madu” dengan Tuhan.

Ya Tuhan, semoga kami menjalankan masa puasa ini dengan baik dan benar, berhentu berbuat dosa, berhenti dari kebiasaan-kebiasaan yang merusak diri dan sesama, berbeda rasa dengan mereka yang menderita, lapar, haus, sakit dan terpojokkan dalam kehidupan masyarakat. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com


Post a Comment for "Renungan Hari Jumat 19 Februari 2021"