Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Minggu 14 Februari 2021

Renungan Hari Minggu 14 Februari 2021

Renungan Hari Minggu 14 Februari 2021

Penyakit kusta yang tidak dapat disembuhkan pada masa lalu menjadi momok, monster yang menakutkan. Penyakit itu tidak hanya menyerang badan, tetapi juga menyerang keyakinan spiritual: yang terserang penyakit kusta itu berdosa dan menjadi najis. Ia dikutuk oleh Tuhan karena dosa-dosanya. 

Akibatnya seorang yang diserang penyakit kusta menderita secara fisik diasingkan secara sosial, dan dipinggirkan secara religius. Dia terasing, terpinggirkan, dan terbuang. Hal itu kita dengar dalam bacaan pertama dari kitab Imamat.

Kristus datang dan membalikkan situasi. Yang kusta ditahirkan-Nya: lahir kembali dan menjadi manusia baru. Kristus digambarkan sebagai hamba menderita yang dilukiskan sebagai penderita kusta. 

Karena Ia menanggung semua penyakit kita. Kristus adalah antitesis dari kusta manusia, Ia imun surgawi yang membebaskan manusia. Kristus membuat manusia berharap bahwa di ujung terowong kegelapan ada cahaya kehidupan yang menanti. Karena itu, dalam bacaan kedua, Paulus mengajak kita semua untuk menjadi pengikut sejati Kristus. 

Menjadi pengikut Kristus berarti selalu berusaha berbagai sukacita dengan semua orang dan memuliakan Allah. Inilah juga cara kita untuk tidak terkena kusta sosial, sehingga tidak terasing, terbuang, dan terpinggirkan.

Ya Tuhan, bebaskan kami dari penyakit kusta zaman ini yang membuat kami saling meminggirkan, saling membuang, dan saling mengasingkan. Bantulah kami untuk saling berbagi sukacita serta memuliakan Dikau. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Minggu 14 Februari 2021"