Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2021

Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2021

Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2021

Nabi Yesaya, dalam bacaan pertama pada hari ini, melanjutkan tema tentang puasa yang baik dan benar. Hakikat puasa berarti menjalani kehidupan secara vertikal dan horizontal secara baik.

(1) Baik secara horizontal berarti tidak membebani atau menindas orang lain, tidak menunjuk dan memfitnah sesama, apa yang kita inginkan kita beri kepada orang lapar, dan memuaskan hati kaum tertindas. Dengan itu kita akan menjadi terang dalam kegelapan:dalam kekeringan kita dipuaskan Tuhan, kita akan menjadi seperti taman yang subur, kita menjadi pembangun peradaban yang baik.

(2) Baik secara vertikal berarti menjaga hukum Taurat, menghormati hari Sabat, jujur, dan tidak hanya memperhatikan diri sendiri. Dengan itu kita akan memperoleh kebahagian dan selalu menang dalam perkara apa pun di dunia ini.

Berpuasa juga berarti bertobat dari kesalahan, dan mengikuti Tuhan. Itulah yang kita lihat dalam diri Lewi pemungut cukai dalam Injil pada hari ini. Ia meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya dan mengikuti Yesus. Lebih Dari itu, dia melakukan semuanya dengan bebas dan menjadi bahagia dengan jalan hidupnya itu. 

Karena itu, ia menjamu Tuhan Yesus, tetapi ada saja yang iri hati dan protes. Kepada orang-orang yang iri hati itu, Yesus berkata bahwa orang sakit, orang berdosa membutuhkan tabib dan dokter, tetapi orang sehat atau yang merasa dirinya suci tidak membutuhkannya. Mengangkat harkat dan martabat orang berdosa adalah inti karya Yesus, dan itu juga yang menjadi inti puasa, doa dan sedekah.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk membina sikap baik secara horizontal dan vertikal kepada sesama dan kepada Engkau sendiri. Kiranya, kami selalu bertobat ketika jatuh dalam dosa. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

 

Post a Comment for "Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2021"