Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Senin 01 Maret 2021

Renungan Hari Senin 01 Maret 2021

Renungan Hari Senin 01 Maret 2021

Karya Tuhan di antara umat

Doa Daniel dalam bacaan hari ini merupakan hasil perenungannya atas nubuat nabi Yeremia (Yer. 25:11-12, 29:10-14). Di dalam nubuat itu, Daniel membaca peringatan Yeremia kepada orang Israel tentang hukuman Allah yang akan menimpa mereka dalam bentuk pembuangan ke Babel. 

Ketika masa itu tiba, nabi-nabi palsu akan mencoba menghibur umat dengan mengatakan bahwa waktu penghukuman mereka tidak akan lama. Namun Yeremia memperingatkan bahwa pembuangan itu akan berlangsung selama tujuh puluh tahun! Setelah itu ada dua hal yang akan terjadi: pertama, Babel akan dihukum karena kejahatan mereka atas Israel; kedua, orang Yahudi akan kembali ke Israel dan membangun kembali Bait Suci.

Memahami nubuat Yeremia, Daniel sadar bahwa masa tujuh puluh tahun pembuangan akan berakhir sehingga Israel dapat mengalami pemulihan. Sebab itu ia berdoa, memohon ampun kepada Allah atas dosanya dan dosa bangsanya. 

Ia juga memohon agar Allah bertindak memulihkan Israel berdasarkan kasih dan belas kasihan-Nya kepada umat pilihan-Nya itu, sebagaimana Allah pernah membebaskan Israel dari Mesir. Daniel tidak bersikap pasif ketika rancangan Allah terbentang di hadapannya. Dalam pendekatannya pada Allah, ia meminta Allah menggenapi janji-Nya. Doa Daniel bukan ditujukan hanya bagi kesejahteraan umat, tetapi juga agar karya Allah nyata dan nama-Nya dimuliakan.

Apakah kita menyediakan waktu juga untuk berdoa bagi jemaat Tuhan atau komunitas Kristen di mana kita berada? Adakah beban dan perhatian pada karya Allah dalam jemaat terungkap di dalam doa-doa kita? Baik sendiri maupun dalam kelompok, kita dapat berdoa agar Allah mencurahkan Roh Kudus kepada jemaat agar terjadi pertobatan dan kebangunan rohani di antara umat-Nya. 

Kita dapat berdoa sebagaimana dituliskan dalam Mzm. 85:8 “Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!”

Injil hari ini, Tindakan selaras dengan kehidupan rohani.

Tolstoy adalah seorang yang sangat terkenal karena ceramah-ceramahnya yang menyentuh kehidupan masyarakat di bidang etika. Salah satu topik ceramahnya yang sangat terkenal adalah “Bagaimana kita mencintai dan dicintai?” 

Namun suatu saat masyarakat dikejutkan oleh pernyataan istrinya dalam suatu jumpa pers: “Tolstoy adalah seorang suami yang tidak tahu bagaimana mencintai istrinya. Ia tidak mampu mempraktekkan isi ceramahnya kepada istrinya sendiri!” 

Betapa ironisnya kejadian ini. Lebih mudah mengajar dan menasihati orang lain daripada pengajaran yang diajarkan tersebut mengajar dirinya sendiri. Ini adalah salah satu kejadian dari sekian banyak kejadian yang terjadi di sekitar kita.

Ada satu pengecualian, yakni Yesus yang selalu menjadi teladan dari apa yang dikatakan dan diajarkan-Nya. Secara rinci, Yesus mengajarkan bagaimana sikap Kristen terhadap musuh atau orang yang membenci kita. 

Membalas kejahatan dengan kebaikan, mengasihi orang yang tidak mengasihi, mendoakan orang yang mencaci, menyatakan perbuatan baik tanpa mengharapkan balas jasa, dan murah hati seperti Bapa di sorga. 

Semuanya ini bukan hanya sekadar pelajaran moral biasa yang mampu dilakukan siapa saja. Karakter ini hanya mungkin dimunculkan dalam diri seorang yang memiliki kehidupan rohani yang baik. Apa yang ada di dalam mempengaruhi tindakan yang tampak.

Guru Agung Yesus Kristus memiliki hidup yang selaras antara kehidupan di dalam dan di luar. Kasih-Nya sungguh nyata melalui sikap dan tindakan-Nya. Kepada siapa pun Ia menyatakan perhatian, pertolongan, pengajaran, dan kasih-Nya. 

Demikianlah hendaknya murid-murid-Nya memiliki kehidupan yang dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dalam mengemban misi-Nya, murid-murid-Nya pun akan mengalami penolakan dan sikap yang menyakitkan seperti yang dialami-Nya. Maka mereka harus terlebih dahulu memiliki kehidupan rohani yang baik.

Renungkan: Kecenderungan kita adalah melakukan yang baik kepada yang yang melakukan kebaikan dan menuntut orang melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada kita. Kristen harus bersikap sebaliknya, berinisiatif berbuat baik dan tetap melakukannya sekalipun kepada yang melakukan kejahatan. Sikap ini hanya bisa dimiliki seorang yang telah mengalami kasih Kristus dan tahu bagaimana mengasihi sesamanya.

DOA: Ya Allah, aku sungguh rindu untuk menyatu dengan diri-Mu secara lebih mendalam lagi. Tolonglah aku agar cepat mengakui dosa-dosaku dan menanganinya dengan cepat pula, sehingga dengan demikian aku dapat melanjutkan hidupku dalam kebebasan penuh sukacita sebagai anak-anak yang Kau kasihi. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com


Post a Comment for "Renungan Hari Senin 01 Maret 2021"