Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Senin 15 Februari 2021

Renungan Hari Senin 15 Februari 2021

Renungan Hari Senin 15 Februari 2021

Iri hati dan cemburu adalah penyakit yang sering menghampiri hati manusia. “Mengapa dia, dan bukan saya?” “Maunya saya, dan bukan yang lain”. Inilah kira-kira pergumulan di balik rasa cemburu dan iri hati. Itulah yang kita dengar dalam bacaan pertama. 

Cemburu itu adalah bibit dari kekerasan. Yang dicemburui itu dilihat sebagai penghalang terhadap kebesarannya, terhadap keberadaan dirinya. Orang yang iri hati dan cemburu tidak mampu menjadi bahagia bersama orang lain yang sukses. 

Mereka berprinsip, hanya saya yang besar, pintar, dan punya semuanya, dan yang lain tidak ada apa-apanya. Karena itu yang lain harus dihabisi. Demikianlah yang dilakukan Kain. Ia membunuh Habel, adiknya. 

Tetapi rupanya darah manusia  tidak pernah diam. Darah Habel terus berteriak sampai Tuhan mendengarnya. Akibat kekerasan yang dilakukannya, maka Kain harus mengalami kekerasan juga dalam hidupnya. Ia menjadi manusia terbuang, seorang pelarian, dan pengembara yang arah hidupnya tak jelas.

Iri hati dan cemburu masih menjadi penyakit yang menyerang hati kaum Farisi. Karena iri hati terhadap Yesus, mereka mencobai Yesus dan meminta tanda. Namun, Yesus tidak memberikan tanda. 

Tanda hanya diberikan untuk pembebasan manusia supaya diri-Nya dimuliakan dan bukan untuk memuaskan rasa iri hati dan bukan objek untuk menjawab cobaan. Tuhan meninggalkan mereka. Iri hati sering membuat kita ditinggalkan bahkan oleh Tuhan sendiri. Tentu dalam hal ini kita yang menjauh dari-Nya.

Tuhan, bantulah kami untuk menjadi senang dan bahagia bersama mereka yang mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dan bukannya menjadi iri hati. Semoga kami menjadi manusia yang rendah hati dan jujur mengakui kebesaran dan keberhasilan orang lain. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com


Post a Comment for "Renungan Hari Senin 15 Februari 2021"