Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Jumat 05 Maret 2021

Renungan Hari Jumat 05 Maret 2021

Renungan Hari Jumat 05 Maret 2021

Yusuf, putra sulung Yakub dari Rahel, adalah putra kesayangan ayahnya. Oleh karena alasan ini dan beberapa alasan lainnya, Yusuf sangat tidak disenangi oleh saudara-saudaranya. Misalnya, Yusuf mengecam perilaku mereka yang kurang bermoral, dan secara terus terang melaporkan tindakan mereka itu sehingga dinamakan tukang lapor. 

Yang menjadikan situasi makin buruk, sang ayah membuatkan pakaian yang bagus baginya sehingga menonjolkan kedudukannya sebagai putra yang paling disayang. Kesimpulan yang wajar adalah bahwa Yakub telah memilih Yusuf untuk menjadi orang yang melaluinya berkat-berkat ilahi akan mengalir. Lagi. pula, Yusuf mendapat mimpi-mimpi yang menunjuk pada kejayaannya yang menonjol pada masa yang akan datang, dan ia menceritakan mimpi-mimpi itu kepada saudara-saudaranya.

Putra-putra Yakub naik pitam mendengar dari Yusuf bahwa dia akan memerintah mereka. Dia, pangeran muda yang diutamakan itu, tampaknya yakin bahwa ia akan menjadi pemimpin keluarga itu. Di dalam pembicaraan yang polos itu Yusuf membakar api iri hati dan kebencian di dalam hati saudara-saudaranya. 

Sekalipun demikian, Allah memang merencanakan sejumlah berkat luar biasa bagi pemuda itu, sebagaimana akan tampak kemudian. Yusuf seharusnya memperoleh penyuluhan tentang bagaimana cara yang benar menghadapi makhluk-makhluk tidak sempurna yang membenci perilaku dan sikapnya yang menyombongkan diri (menurut mereka). Betapa perlunya Yusuf akan seorang penasihat yang arif. Yakub rupanya mengasihi dia dengan begitu berlebihan dan buta sehingga ia tidak mampu membinanya dengan benar.

 Saudara-saudara Yusuf menyimpan kebencian terhadap Yusuf sehingga akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menyingkirkannya. Mereka memiliki banyak waktu untuk membuat sebuah rencana guna melaksanakan maksud mereka itu. 

Dari Hebron di mana mereka tinggal hingga Sikhem di utara mereka mengembara mencari padang rumput bagi ternak mereka. Yakub kemudian mengutus Yusuf untuk pergi ke Sikhem melihat keadaan saudara-saudaranya serta melaporkan hasil kunjungannya itu. Ketika sampai di dekat Sikhem, Yusuf diberi tahu bahwa saudara-saudaranya telah bergerak ke Dotan, sekitar lima belas mil ke utara lagi. Ketika mereka melihat Yusuf, mereka langsung merencanakan untuk membunuh dia, sekalipun Ruben berusaha untuk menyelamatkan jiwa anak muda itu. Ruben berhasil meyakinkan saudara-saudaranya untuk memasukkan Yusuf ke dalam sebuah sumur, dengan rencana akan mengeluarkannya lagi kemudian. 

Yehuda kemudian berhasil meyakinkan yang lain bahwa Yusuf lebih baik dikeluarkan dari sumur itu dan dijual kepada kafilah yang sedang menuju ke Mesir. Ruben merencanakan untuk membawa Yusuf pulang. 

Akhirnya, Yusuf menjadi tawanan sebuah kafilah orang Ismael (ay. 25) atau orang Midian. Tidak lama lagi dia akan menjadi budak di sebuah keluarga di Mesir. Baik orang Ismael maupun orang Midian adalah keturunan Abraham. Mungkin kelompok kafilah tersebut terdiri dari orang-orang dari kedua suku ini.

Injil hari ini, Dihancurkan atau diperbarui?

Peribahasa “sokong membawa rebah” berarti orang yang seharusnya kuat memegang sesuatu aturan, melemahkan aturan itu. Peribahasa ini tepat untuk menggambarkan para penyewa kebun anggur dalam cerita Tuhan Yesus.

Tuan tanah membuka kebun anggur lengkap dengan semua fasilitas yang memadai. Kemudian ia menyewakannya kepada para penyewa untuk merawat dan mengelola kebunnya supaya menghasilkan buah anggur (ayat 33). 

Menjelang musim panen, si tuan tanah meminta bagiannya (ayat 34). Akan tetapi, bukan bagian yang didapatkan melainkan siksaan yang dialami para utusan (ayat 35-36). Tidak puas dengan siksaan, mereka pun membunuh ahli waris kebun anggur itu (ayat 37). Mereka kini menunjukkan sikap pemberontakan.

Apa kesalahan dari para penyewa kebun anggur? Pertama, tidak memenuhi tanggung jawabnya. Kedua, melakukan penganiayaan terhadap orang tak bersalah. Ketiga, membunuh anak tuan tanah. Siapa yang Tuhan Yesus maksud dengan para penyewa itu? Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi mengerti bahwa merekalah yang dimaksud (ayat 45). 

Apa maksud cerita Tuhan Yesus itu? Ia akan mengalihkan anugerah-Nya kepada orang-orang bukan Yahudi yang menyambut Injil dan hidup sesuai Injil (ayat 41, 43). Seharusnya imam kepala dan tua-tua agama berperan untuk membawa umat Allah mengenal Dia yang diutus Allah. 

Akan tetapi, mereka justru menyalibkan Tuhan Yesus (ayat 42). Injil keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus akan membawa dua akibat: yang menolak akan binasa, yang menerima akan dirombak dan diperbarui (ayat 42-44).

Jangan merasa aman karena memiliki status dan melaksanakan simbol-simbol rohani. Tuhan menuntut buah kehidupan yang sepadan dengan pengakuan iman. Tanda kesejatian kerohanian adalah hidup yang menawarkan sifat dan kehendak Tuhan.

Renungkan: Tanpa buah-buah nyata, semua simbol-simbol, pengakuan dan status rohani kita tidak akan diperhitungkan.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah batu penjuru hidup kami. Berikanlah kepada kami keberanian dan kerendahan-hati agar dapat melihat kebutuhan kami akan diri-Mu. Tolonglah kami untuk datang kepada-Mu sehingga Engkau dapat menyentuh kami dan membuat kami menjadi pribadi-pribadi yang utuh. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com


Post a Comment for "Renungan Hari Jumat 05 Maret 2021"