Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Selasa 02 Maret 2021

Renungan Hari Selasa 02 Maret 2021

Renungan Hari Selasa 02 Maret 2021

Lebih parah dari keledai.

Bila kita simak dan rasakan bacaan I ayat 10-20, kasar terdengarnya tulisan tadi, namun begitulah penilaian Allah tentang umat-Nya. Binatang jinak memang memiliki kesetiaan dan kecerdasan tertentu, tetapi umat yang telah Tuhan asuh malah memberontak melawan Tuhan. Biasanya kita bicara tentang dosa orang yang tidak kenal Tuhan. 

Tetapi dalam bagian ini, dosa umat Tuhan justru lebih parah. Dosa dilukiskan seperti luka atau penyakit bisul yang menjalar ke sekujur tubuh, dari kepala sampai ke telapak kaki (ayat 5-8). Dosa sendiri dan hukuman yang didatangkannya merusak ke seluruh aspek kehidupan umat!

Meski dosamu besar. Israel tidak setia kepada Allah. Mereka beribadah, berdoa, dan memuji Allah hanya secara lahiriah (ayat 13). Isi hati mereka yang sebenarnya nampak dalam perbuatan-perbuatan jahat. Ibadah tanpa jiwa yang bertobat dilihat Allah jahat, membuat Allah murka. Namun Allah yang menghakimi adalah juga Allah yang Maha Kasih. 

Tidak ada dosa sejahat apapun yang membatasi pengampunan Allah (ayat 18). Dosa dilukiskan senyata warna merah kirmizi yang biasanya meninggalkan noda tak terhapus. Di dalam janji penyelamatan-Nya, dosa apa pun dapat dihapuskan.

Injil hari ini: Pemain sandiwara.

Banyak kelebihan orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus tak segan mengakui bahwa ajaran mereka tentang Taurat harus didengar oleh para pengikut-Nya. Ketekunan dan kesetiaan mereka mengajarkan hukum-hukum Tuhan itu sedemikian cermat sampai dijuluki menduduki kursi Musa. 

Sayangnya mereka sendiri tidak melakukan yang mereka ajarkan. Mereka tepat disebut sebagai aktor rohani (ayat 5-10). Mereka tidak patut disebut rabbi sebab tidak memberlakukan kebenaran yang mereka ketahui dan ajarkan kepada orang lain lebih dulu pada diri sendiri.

Belajar pada Allah. Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang lebih dulu dipimpin Allah baru kemudian memimpin orang lain. Guru rohani yang benar pun demikian. Lebih dari sekadar tahu kebenaran sebagai pengetahuan, guru rohani harus lebih dulu tahu kebenaran sebagai pengalaman dan penghayatan nyata. Pemimpin dan guru yang demikian akan bersikap rendah hati dan tunduk kepada Allah; dan memandu umat Tuhan untuk mengasihi dan menaati Allah saja.

Tuduhan Yesus terhadap orang-orang Farisi dan para ahli Taurat kiranya masih berlaku pada zaman modern ini. Marilah kita (anda dan saya) bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita pernah melakukan pekerjaan tertentu hanya untuk dilihat orang-orang lain? (Orang-orang lain itu dapat saja mertua kita, istri atau suami kita, tetangga kita, warga satu lingkungan, dlsb.) 

Apakah kita mengenakan busana terutama untuk dikagumi orang-orang lain? Apakah kita pernah meminta tempat duduk yang paling baik dalam gereja? Sadarkah kita akan sabda Yesus kepada para murid-Nya yang satu ini:“Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antaa kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Mat 20:26-27).

DOA: Tuhan Yesus, jagalah diriku agar tidak munafik dalam hidup ini. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com


Post a Comment for "Renungan Hari Selasa 02 Maret 2021"