Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Rabu 26 Mei 2021

Renungan Hari Rabu 26 Mei 2021

Renungan Hari Rabu 26 Mei 2021

Doa-doa dalam kitab Sirakh merupakan gejala yang banyak terdapat dalam kitab ini, berlawanan dengan kitab-kitab kebijaksanaan yang lain. Sangat sukar menentukan keadaan yang mendorong penyusunan doa seperti mazmur ini. Karena banyak mazmur tidak mempunyai ciri khusus dan doa semacam ini dapat diterapkan kepada Israel sepanjang masa dalam saat kacau.

Ayat 1-4 menekankan tentang kekuatan dan universalnya Allah, sebagai Allah yang Esa. Yahwe melaksanakan kekuasaan atas segala bangsa. Mulai pembuangan di Babel orang-orang  Israel berulang kali menyerukan kesucian Allah yang mendorong umat Israel juga melakukan hidup suci; kekalahan para musuh di waktu mendatang akan menunjukkan kekuasaan Allah atas Israel (ay 3).

Bin Sirakh berseru kepada Allah mohon agar  mukjizat terjadi, (ay 5 dan 8) bagi bangsa Israel . Permohonan khas bagi Israel diarahkan untuk pembangunan kembali tatanan lama. Yakub sebagai nenek moyang dan asal-usul bangsa Yahudi disebut juga Israel, Suku kata terakhir Israel, yaitu “el”  berarti “Allah”. 

Maka panggilan Israel panggilan pada  nama Allah sendiri (ay 11). Permohonan untuk memenuhi kenizah dengan kemuliaan Allah (ay 13). Hal ini mengingatkan mereka pada masa sedih dan sengsara ketika kemuliaan Allah meninggalkan kenizah (Yeh 11:23). Jika kemuliaan Allah kembali maka para nabi seperti Yehezkiel akan dinyatakan benar (ay 14-15).

Bin Sirakh mengulangi permohonannya  dengan motif bahwa Allah selalu dan selamanya bermurah hati kepada Israel (ay 16). Jawaban Allah tentunya merupakan  kemuliaan yang lebih besar bagi Allah sendiri, sebab Allah akan diakui sebagai Allah kekal oleh seluruh penghuni dunia  (ay 17). 

Ayat ini menunjukkan perhatian yang berkembang dalam panggilan Israel sebagai nabi dari Allah yang Esa, dan akan mendorong usaha untuk menobatkan orang-orang Galilea kepada Yudaisme, tidak lama menjelang masa bin Sirakh.

Injil hari ini,  Ada apa dengan Yerusalem? 

Yerusalem, adalah kota yang disebut-sebut Yesus dalam pemberitaan-Nya sebagai kota penggenapan rencana keselamatan Allah. Di kota inilah Yesus akan mati di tangan bangsa-bangsa kafir! Mereka yang menyertai Yesus masuk kota itu cemas. Satu-satunya yang tidak menunjukkan kecemasan dalam rombongan itu hanyalah Yesus. 

Yesus dengan penuh kerelaan menyadari bahwa Ia harus menderita, dan mati bagi semua orang. Perjalanan menuju Yerusalem adalah perjalanan penuh ketakutan dan penderitaan, tetapi sekaligus perjalanan menuju kemenangan di mana semua tindakan dan karya-Nya mengarah ke salib yang membebaskan kita dari kuasa dosa.

Sungguh ironis, sebab di saat para murid cemas, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, melihat kondisi ini sebagai suatu kesempatan untuk mendapatkan kedudukan tinggi, dan tempat terhormat. Namun permintaan mereka dijawab Yesus dengan menjelaskan dua hal. Pertama, cawan yang harus Ia minum. 

Cawan itu merupakan lambang sukacita (lih. Mzm. 23:5; 116:13), dan dukacita dalam PL (lih. Mzm. 11:6; Yeh. 23:31-34; Yes. 51:17-23; Yer. 25:15;Rat. 4:21). Yesus memakai cawan dalam pengertian terakhir, yaitu bahwa Ia harus minum dari cawan yang berisikan hukuman. Kedua, baptisan. Dibaptis berarti merendahkan diri dengan penuh kepatuhan, mengorbankan diri sendiri (bdk. Luk. 12:50). Melalui kedua gambaran ini jelas bahwa demi Kerajaan itu Yesus harus menderita. Mampukah para murid melakukan hal ini?

Melalui penderitaan Kristus, kita mendapatkan teladan pelayanan dan kehidupan kristiani, yaitu melayani dalam kasih, kerendahan hati, penaklukan diri kepada kehendak Allah (bdk. Flp. 2:1-11).

Renungkan: Kebenaran Allah menjadi nyata melalui kematian Yesus Kristus, dan belas kasihan Allah kepada kita dinyatakan melalui kurban pengganti yang Allah sendiri berikan.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin menjadi seorang pelayan seperti Engkau. Tolonglah aku untuk cukup mengerem diriku agar dapat berdiam dalam kasih-Mu dan kerahiman (belaskasih)-Mu, sehingga dengan demikian aku pun dapat berbagi kasih-Mu dan  kerahiman (belaskasih)-Mu itu dengan orang-orang lain. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Rabu 26 Mei 2021"