Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Senin 31 Mei 2021

Renungan Hari Senin 31 Mei 2021

Renungan Hari Senin 31 Mei 2021

Nubuat Zefanya

Bersorak-sorailah, hai putri Sion. Waktu untuk bersukaria akan tiba ketika kelompok yang tersisa sekali lagi akan beribadah di dalam Bait Suci yang sudah dibangun kembali. Akan terdapat juga suatu masa sukacita pada masa yang lebih jauh ke depan ketika Israel menerima Mesias-nya.  “Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu”. 

Ini merupakan antisipasi bersifat nubuat mengenai saat ketika Sang Raja Mesias akan memerintah. Israel tidak memiliki raja keturunan Daud yang benar-benar memegang kendali pemerintahan semenjak kematian Zedekia. Pada saat nanti nubuatan itu digenapi, era itu disebut zaman agung, yaitu zaman Mesias, zaman dimana tidak ada lagi penawanan dan penderitaan bangsa.

 Inilah puncak nubuatan Zefanya. Tuhan Allah adalah Oknum ilahi yang ada dengan sendirinya, yang akan berdiri di tengah-tengah Israel. Dialah Pahlawan yang memberi kemenangan. Inilah sifat yang diberikan Yesaya kepada Mesias (Yes 9:6). Dia akan menyelamatkan bangsa-Nya. 

Ia bergirang karena engkau (ayat 17) merupakan ungkapan bagi Allah yang bergembira karena Mesias telah menyelamatkan mereka. Sang Mesias akan mendapati bangsa Israel yang menanggapi tebusan Allah dengan bertobat. Hal ini menjadi alasan bagi Tuhan untuk bersukacita (bdg. Yoh 15:11).

Orang-orang yang tersisa akan bertobat dari dosa-dosa mereka, dan mereka akan kembali berkumpul di Yerusalem untuk menyaksikan bagaimana kemegahan kota itu dipulihkan. Bangsa Yahudi tidak bisa menikmati agama mereka di negara-negara di mana mereka terpencar, oleh karena cela yang ditimpakan atas mereka oleh bangsa-bangsa tetangga mereka yang kafir (bdg. Mzm 137).

Mazmur, Kesabaran Allah.

Orang-tua yang baik bukan yang tidak pernah marah kepada anak-anaknya yang nakal, bukan juga yang hanya memarahi anaknya yang nakal, sehingga menimbulkan luka yang membekas, dan tidak tersembuhkan. Orang-tua yang baik mampu memberi penghiburan, supaya luka-luka yang timbul dapat sembuh. Allah, sebagai orang tua yang sejati, juga marah bila kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya. 

Namun bila kita menyesal dan bertobat, Dia tidak hanya mengampuni, tetapi juga menghibur kita. Allah sabar dan sumber penghiburan (Rm 15:5). Tidak ada dosa sebesar apa pun yang tidak diampuni-Nya, bila kita sungguh menyesal dan mohon ampun (ayat 1:18).

Bersyukur kepada Allah. Ungkapan syukur kepada Allah tidak hanya diucapkan dalam doa, tetapi patut disaksikan kepada semua orang. Berita sukacita yang kita terima karena anugerah-Nya itu tidak mungkin kita simpan dalam hati dan dinikmati sendiri. Itu akan menjadi luapan syukur tak terbendung. Apakah Saudara benar-benar mengalami kesabaran dan penghiburan Allah tersebut?

Renungkan: Datanglah kepada-Nya, akui semua dosa dan nikmatilah kuasa pengampunan-Nya, agar dapat bersaksi dengan sukacita!

Injil hari ini, Allah yang berpihak!

Dalam kehidupan dan percakapan sehari-hari, kadang kita bisa rancu dalam mengartikan kata “adil”. Adil sering diartikan sama dengan ketidakberpihakan yang samar. Padahal, dalam sepakbola misalnya, wasit yang adil adalah wasit yang berpihak kepada dan membela siapapun yang mengikuti peraturan, dan berpihak melawan siapapun yang melanggar. 

Contoh lainnya dapat kita lihat dari inkarnasi Yesus Kristus. Arti inkarnasi Kristus, seperti yang terulang-ulang di dalam seantero Kitab Suci, adalah merupakan keberpihakan Allah kepada manusia, sesuai dengan janji, perintah dan rencana-Nya yang adil dan pengasih. Lalu kepada siapa Allah berpihak?

Di dalam nas-nas sebelumnya, tampak bagaimana Allah memakai dan berpihak kepada seorang wanita tua yang tadinya mandul (juga 43), namun karena kehendak Allah, mengandung; dan seorang wanita muda—Maria—yang juga karena campur tangan Allah sendiri mengandung di luar nikah. 

Di pasal ini, Allah berpihak kepada Maria, karena ia percaya (ayat 45). Dampak dari keberpihakan Allah adalah Maria bergembira dan menganggap dirinya berbahagia.

Perbuatan-perbuatan besar-Nya, terutama melalui peristiwa Natal, membuktikan hal itu (ayat 47-49). Tetapi, tidak hanya kepada Maria saja. Nyanyian pujian Maria yang sarat dengan kutipan dan singgungan kepada nas-nas Perjanjian Lama  ini juga menyatakan bahwa Allah berpihak kepada mereka yang takut akan Dia (ayat 51), kepada orang-orang rendah (ayat 52), kepada orang-orang miskin (ayat 53), dan terakhir kepada Israel, yang disebut “hamba-Nya” (ayat 54-55). Karena itu, Allah memposisikan diri melawan orang-orang yang congkak dan angkuh (ayat 51), yang berkuasa (ayat 52), dan yang kaya (ayat 53).

Renungkan:  Bagi Kristen masa kini, keberpihakan Allah berimplikasi dua hal. Pertama, Allah terhadap umat-Nya: kita patut bersyukur dan memuliakan Allah, karena Allah yang adil itu aktif berpihak, mengerjakan rencana-Nya bagi kita umat-Nya. Kedua, respons kita terhadap keberpihakan Allah: penting bagi kita untuk menunjukkan keberpihakan kita kepada Allah melalui hidup kita sehari-hari.

DOA: Bapa surgawi, Engkau telah memilih puteri-Mu Maria untuk menjadi Bunda Putera-Mu yang tunggal, Yesus. Tolonglah aku untuk senantiasa menghadap-Mu dalam kerendahan hati dan rasa percaya penuh kasih, seperti telah ditunjukkan oleh Bunda Maria. Oleh kuasa Roh-Mu, penuhilah diriku dengan iman yang mendalam sebagaimana yang dimiliki Bunda Maria. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Senin 31 Mei 2021"