Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Sabtu 05 Juni 2021

Renungan Hari Sabtu 05 Juni 2021

Renungan Hari Sabtu 05 Juni 2021

Tobit membicarakan upah Rafael yang telah menolong dan menemani perjalan Tobia. Tobit meyakinkan kepada Tobia bahwa penunjuk jalannya akan diberi upah dengan baik, dan Tobia mengulangi hal ini kepada Rafael. 

Dalam percakapan Tobit dengan Rafael, ia menjanjikan untuk memberi bonus.untuk memberi bonus. Perjalanan telah diselesaikan dengan keberhasilan yang luar biasa diluar harapan Tobit dan anaknya. Demikianlah keduanya memutuskan tidak hanya memberi bonus kepada Rafael, tetapi juga setengah dari uang yang dibawa kembali dari Gabael (12:1-2).

Rafel menolak upah yang akan diberikan kepadanya, dan ia mengungkapkan jati dirinya bahwa ia adalah malaikat yang disuruh Tuhan untuk menolong orang berdoa kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Rafael pun mendorong Tobit dan Tobia untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah, dan memuji Allah di hadapan semua yang hidup. Ia juga mendorong mereka untuk memberi sedekah, hal ini menjadi keutamaan Tobit yang juga ia nasehatkan kepada anaknya.

Isi nasihat Rafael adalah penyingkapan jati dirinya, “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani dihadapan Tuhan yang mulia. Rafael juga berfungsi sebagai pengajar dan pemberi informasi. Ia melaksankan perannya dalam dua percakapan dengan Tobia. Rafael adalah pemberi informasi, mengenai perjalanan ke Ragai dan Ekbatana. 

Ia juga memberitahukan mengenai 3 kejadian besar; Perkawinan dan penyembuhan Rahael, ia terus menerus memberi instruksi kepada Tobia apa yang harus dilaksanakan. Ia mengatakan bagaimana menangkap ikan, bagaimana menggunakan bagian-bagian ikan itu untuk penyembuhan. Ia memerintahkan kepada Tobia untuk memperisteri Sara. Kemudian dalam perpisahannya Rafael menyarankan Tobit dan Tobia berdoa dan memuji Allah.

Sebagai penguji Rafael mengatakan kepada Tobit bahwa ia diutus untuk mencobai dia. Malaikat adalah utusan, ia menjadi penengah antara Allah dan orang-orang beriman.

Injil hari ini, Persembahkanlah

Sungguh kontras gambaran dua figur dalam bacaan hari ini. Figur pertama adalah ahli-ahli Taurat. Mereka adalah gambaran pemimpin agama yang lebih suka bersikap sebagai tuan daripada sebagai hamba (ayat 38-39). Doa-doa mereka yang panjang mengesankan bahwa mereka adalah orang saleh. Mereka berpura-pura dekat dengan Allah, tetapi sesungguhnya mereka sedang mencari simpati orang lain. Mereka juga suka mencaplok harta janda-janda miskin.

Ini sangat kontras dengan figur kedua, yaitu seorang janda. Ia sangat miskin sehingga hanya bisa memberikan persembahan sebesar dua peser. Namun Yesus menghargai pemberian si janda. Mengapa? Karena walau ia hanya punya uang sejumlah dua peser, tetapi ia mau memberikan kedua-duanya. 

Padahal bisa saja ia menyimpan satu peser untuk dirinya sendiri, tak ada orang yang akan tahu. Namun bagi si janda, kemiskinan tidak menghalangi dia untuk mengungkapkan syukur dan penyerahan diri yang bulat kepada Tuhan. Iman dan cintanya kepada Tuhan utuh dan penuh.

Melalui tindakan si janda, Yesus mengajarkan bahwa nilai sebuah persembahan bukan ditentukan semata-mata oleh jumlah, melainkan oleh motivasi dan hati si pemberi. Inilah yang membuat persembahan si janda jadi bernilai. Ia melepaskan diri dari segala miliknya dan melupakan semua kebutuhannya untuk menyatakan bahwa ia dan semua miliknya adalah kepunyaan Tuhan (ayat 42-44). 

Melalui kisah si janda, Yesus bagai menantang anggapan bahwa memberi persembahan dalam jumlah banyak bisa dilakukan bila kita memiliki banyak uang. Si janda mematahkan anggapan itu. Ia hanya mempersembahkan sedikit uang, tetapi menurut Yesus ia mempersembahkan lebih banyak daripada semua orang (ayat 43).

Memberi persembahan merupakan kesempatan yang hanya ada selama kita hidup. Maka marilah kita memberi persembahan dengan mengingat bahwa Kristus yang tersalib telah memberikan nyawa-Nya bagi kita. Bagaimana mungkin kita tidak mau memberikan diri serta segala milik kita?

DOA: Tuhan Yesus, kami semua miskin di hadapan-Mu. Mengapa kami harus takut untuk berbagi dengan orang-orang lain, segala hal yang telah kami terima? Apakah kami tidak menaruh kepercayaan kepada-Mu. Tidakkah kami yakin bahwa balasan dari-Mu selalu lebih besar daripada pemberian kami yang kecil? Tuhan, tolonglah kami. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Sabtu 05 Juni 2021"