Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Sabtu 26 Juni 2021

Renungan Hari Sabtu 26 Juni 2021

Renungan Hari Sabtu 26 Juni 2021

Allah berkunjung

Mengapa Allah berkunjung kepada Abraham melalui tamu-tamunya ini? Allah berbicara kepada umat-Nya dengan banyak cara. Melalui kata-kata yang terdengar maupun di dalam hati, penampakan, mimpi, dan penglihatan. 

Paling sering Allah menggunakan nabi-nabi sebagai perwakilan-Nya. Jauh kemudian hari, Allah mengutus Anak-Nya sebagai manusia untuk lebih menunjukkan diri-Nya dengan lebih jelas. Allah tidak membatasi diri-Nya dengan cara-cara bagaimana Ia berkomunikasi. Cara yang jarang adalah melalui penampilan fisik seperti yang dialami Abraham. Kadang ini disebut dengan theophany.

Sesuai dengan kebiasaan menghormati tamu, Abraham bersemangat sekali menunjukkan keramahan kepada tiga tamu terhormat (ayat 9-10) yang berkunjung ke kemahnya pada suatu siang yang terik (ayat 1-8). Pada saat yang sama, hal ini terjadi karena kepekaannya akan kunjungan Ilahi. 

Abraham adalah sosok yang sesuai dengan pujian Yesus di Matius 25:34-36, 40. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal bagi orang yang membutuhkan memang telah dan selalu menjadi jalan yang praktis dan sederhana dalam mengasihi dan menaati Allah. Ibrani 13:2 menyatakan bahwa kita, seperti Abraham, mungkin secara tidak langsung sedang menjamu malaikat Allah.

Akibat kepekaan tersebut Abraham menerima peneguhan atas janji Allah kepadanya melalui pertanyaan: Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan (ayat 14)? Dalam pergumulan sehari-hari hidup kita, kita sering menanyakan apakah Allah sanggup menolong aku keluar dari masalah ini atau itu? 

Mampukah Allah mengangkat kecanduan dosa ini atau itu yang telah menjeratku sekian lama? Jangan biarkan pertanyaan ini membuat kita meragukan Dia. Sebaliknya, dengan memelihara kepekaan bahwa Allah mengunjungi kita lewat kehidupan sehari-hari, kita akan diteguhkan kembali bahwa sesungguhnya Dia peduli dan sanggup menolong kita sesuai kuat kuasa-Nya

Mazmur, Maria yang rendah hati dan bersyukur.

Keteladanan lain dari Maria adalah kerendahan hatinya. Dua kali dalam puisinya yang biasa disebut “Magnificat Maria” (doa Maria), menyatakan kerendahan hatinya (48, 52); meskipun dia satu-satunya di antara kaum wanita yang mendapat anugerah untuk melahirkan seorang Juruselamat. 

Dia menanggapi dan menyerahkan seluruh hati dan jiwanya untuk bergantung kepada Allah: melalui pujian dan pengagungan kemuliaan Tuhan. Orang Kristen harus menghargai Maria dan bersyukur kepada Allah atas dirinya. Cara terbaik untuk menghargai dia adalah dengan cara menjadikan hubungan kita dengan Allah seperti yang Maria perlihatkan.

Menjadi apakah anak ini nanti? Kelahiran Yohanes menggemparkan semua orang yang tinggal di sekitar Zakharia dan Elisabet. Peristiwa ini menjadi buah bibir di pegunungan Yehuda. 

Peristiwa-peristiwa luar biasa seputar kelahiran Yohanes yang membuat kegemparan di kalangan orang-orang pada waktu itu merupakan suatu sarana yang direncanakan dan dipakai Allah untuk membangkitkan kembali pengharapan akan lahirnya Mesias yang sudah lama dirindukan oleh orang Yahudi. 

Allah tidak hanya mempersiapkan tempat bagi anak-Nya, tapi juga orang-orang yang akan menerima berita keselamatan untuk bersaksi.

Injil hari ini, Kuasa pemulih hidup.

Kristus berkuasa bukan saja menyembuhkan badan, tetapi juga memulihkan harga diri dan harkat hidup seseorang. Orang kusta disentuh-Nya. Penilaian diri orang itu pastilah sekejap berubah. Seusai mentahirkan badan dan jiwanya, Yesus menunjukkan jalan pemulihan sosial si kusta. 

Hamba dari seorang kafir, Ibu mertua Petrus, sama mengalami sentuhan kasih Tuhan. Yesus tidak menilai orang berdasarkan keadaan tubuhnya, kebangsaannya, atau kedudukannya. Yesus memberi nilai dan menjadikan orang bernilai.

Sikap, tindakan, dan iman luar biasa. Perwira Romawi non-Yahudi mempunyai karakter manusiawi. Ia peduli pada pembantunya yang sakit. Ia berani melawan arus adat istiadat Yahudi, yang melarang bergaul dengan orang kafir. Yesus melihat tidak hanya sikap dan rasa kemanusiaan yang tinggi, namun sikap iman yang tinggi pula. 

Ia menempatkan diri Yesus ke tempat yang penuh wibawa, kuasa, dan kepastian. Keyakinannya pada kuasa dan wibawa perkataan Yesus menunjukkan imannya yang hidup yang tidak dimiliki orang Yahudi.

Renungkan: Iman yang kuat tak dapat dipisah dari kuasa Allah seperti yang orang kenal Allah dalam firman-Nya.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Engkau menanggung segala sakit-penyakitku, memikul segala penderitaanku. Engkau adalah andalanku, ya Yesus. Sembuhkanlah dan kuatkanlah imanku yang lemah ini. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Sabtu 26 Juni 2021"