Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Selasa 08 Juni 2021

Renungan Hari Selasa 08 Juni 2021

Renungan Hari Selasa 08 Juni 2021

Mengubah rencana

Perencanaan adalah langkah awal yang harus dilakukan, sebelum kita melakukan pekerjaan. Namun melaksanakan rencana yang ditetapkan jauh hari sebelumnya mungkin memerlukan modifikasi. Karena, bisa saja terjadi perubahan situasi dan kondisi seiring perjalanan waktu.

Setelah Paulus menyatakan tujuannya melayani jemaat Korintus, ia menjelaskan bahwa semua tindakannya disesuaikan dengan pimpinan Roh Tuhan. Sebelumnya ia memang mengatakan kepada jemaat Korintus tentang rencananya mengunjungi mereka setelah ia ke Makedonia (1Kor. 16:5). 

Ternyata perjalanan itu dibatalkan, dan kemudian memang terjadi perubahan dalam realisasi perjalanannya (15-16). Namun, jemaat Korintus jadi salah mengerti dan menganggap Paulus sebagai orang yang tidak bisa dipercaya. Sebab itu, mereka meragukan juga kasihnya pada mereka. Tentu saja Paulus tidak ingin mendiamkan kesalahpahaman itu. Ia menjelaskan bahwa perubahan rencana bukan merupakan petunjuk karakter yang tak dapat dipercaya (17-18). 

Jika dia tidak konsisten, bagaimana mungkin orang yang dia layani bisa mempercayai khotbahnya sebagai pesan Allah? Lagi pula ia membuat perencanaan bukan berdasarkan ambisi pribadi, tetapi berdasarkan tuntunan Roh Kudus. Perubahan rencana bukanlah tanda bahwa dirinya tidak konsisten. Sebagai rasul Yesus Kristus, ia harus menyesuaikan diri dengan karakter Allah yang tentu saja konsisten.

Mengubah rencana pelayanan tentu tidak mudah, karena pasti sudah melibatkan doa dan pemikiran matang sebelumnya. Hal yang tidak kalah sulit adalah menghadapi reaksi orang yang bisa jadi akan menganggap kita tidak konsisten. Namun, 

kita sendiri perlu peka dan tanggap menyikapi perkembangan situasi dan kondisi. Ingat juga bahwa Allah memimpin kita langkah demi langkah. Rencana yang baik adalah yang terus-menerus peka akan kehendak Allah dalam menggenapi situasi berubah-ubah. Ini inti yang harus disadari oleh setiap pembuat dan pelaksana rencana.

Mazmur Taurat Tuhan itu ajaib.

Dari sekian banyak keajaiban-keajaiban yang ada di dunia ini, hanya satu keajaiban yang perlu diketahui, dihayati karena menyangkut dunia dan kehidupan sesudah kematian, yaitu keajaiban Taurat Tuhan. Keajaiban apa yang ditampilkan oleh Taurat Tuhan? 

Pemazmur memberikan suatu gambaran tentang apa yang dimaksud dengan keajaiban Taurat Tuhan, seperti “ajaib, memberi terang, memberi pengertian”. Ungkapan-ungkapan ini bukanlah isapan jempol, tetapi sesuatu yang telah dibuktikan kebenarannya oleh pemazmur ketika ia menjalankannya, bahkan mengalaminya. 

Mungkin pemazmur tidak akan mengatakan hal ini jika ia tidak mengalaminya sendiri. Taurat Tuhan mampu memberi terang tidak hanya bagi akal budi, tetapi seluruh hidup. Taurat Tuhan juga memberikan kepada kita pengertian Ilahi.

Meskipun pemazmur telah menyaksikan, dan menghayati keajaiban Taurat Tuhan, ia tetap menyadari bahwa ia atau siapa saja sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menahan tekanan dari mereka yang membenci Taurat. Menyadari hal itu, pemazmur tidak henti-hentinya menaikkan tiga permintaan kepada Tuhan yang empunya Taurat. 

Pertama, agar Tuhan meneguhkan langkahnya, sehingga kejahatan tidak menguasainya (ayat 133). 

Kedua, agar Tuhan membebaskannya dari pemerasan manusia (ayat 134), dan ketiga, agar Tuhan tetap mengajarkan kepadanya ketetapan-ketetapan Tuhan, sehingga ia tidak melupakan Taurat Tuhan.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa dunia sekarang ini lebih tertarik dan terkuras waktunya untuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan dirinya sendiri. Ketertarikan ini ternyata mengakibatkan merosotnya minat diri untuk beribadah kepada Tuhan, dan membaca Alkitab. Mengapa? Apakah karena kita tidak lagi mengakui bahwa firman Tuhan itu luar biasa ajaibnya?

Pemazmur mengatakan pada dirinya, “mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.” Sedangkan kepada yang tidak berpegang pada Taurat-Nya pemazmur mengatakan, “Air mataku berlinang-linang seperti aliran air, karena orang tidak berpegang pada Taurat-Mu.”

Injil hari ini, Bila garam menjadi tawar.

Hidup Kristen adalah hidup yang berarti karena telah ditebus dengan darah Kristus. Hidup yang demikian bisa menjadi sarana menjangkau orang lain untuk mengalami anugerah yang sama. Masalah muncul ketika anak-anak Tuhan kehilangan kegunaannya sehingga ia menjadi tidak berharga di mata Tuhan!

Yesus mengajarkan bahwa anak-anak Tuhan adalah garam dan terang dunia. Dunia ini gelap, memerlukan terang untuk menyinarinya. Dunia ini membusuk, memerlukan garam untuk mencegahnya. Sebagai garam, anak Tuhan harus berfungsi untuk mencegah kebusukan dan kebobrokan moral yang semakin merajalela. Ia harus menghadirkan kehidupan yang menyaksikan Allah sehingga orang lain rindu mengenal Allah.

Sedangkan terang berfungsi menyingkapkan kegelapan dan menuntun orang (ayat 15). Fungsi orang Kristen sebagai terang adalah menyuarakan kebenaran dan keadilan. Anak Tuhan harus berani berkata kepada orang lain bahwa salah adalah salah, dan dosa adalah dosa. Ia harus memberi tuntunan pada orang lain untuk menemukan kebenaran di dalam Kristus.

Perintah Yesus ini harus diterapkan dengan berani dan sungguh-sungguh karena akan ada banyak tantangan yang berusaha meredupkan terang kita dan menggagalkan fungsi kita sebagai garam. Kita harus masuk dan terlibat dalam kehidupan masyarakat dan memberikan pengaruh positif. 

Firman Tuhan harus nyata dalam hidup kita. Pertahankan nilai-nilai, tolok ukur, dan gaya hidup kristiani. Jadilah peka dan tolaklah segala tindakan yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Bila kita setia mengikuti jalan-Nya, kita akan memberikan pengaruh yang menyehatkan bagi orang-orang di sekitar kita.

Renungkan: Orang Kristen yang kekristenannya tidak nyata, tidak berguna bagi sesamanya.

DOA: Tuhan Yesus, sebagai murid-murid-Mu Engkau tidak ragu sama sekali untuk menyebut kami “garam bumi” dan “terang dunia”, dengan demikian mengingatkan tugas kami sebagai “pemimpin-pemimpin” di tengah dunia, para duta-Mu yang akan membawa pengaruh baik kepada dunia. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Selasa 08 Juni 2021"