Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Senin 07 Juni 2021

Renungan Hari Senin 07 Juni 2021

Renungan Hari Senin 07 Juni 2021

Penghiburan dalam penderitaan

Kata “hibur” bisa memberikan gambaran tentang upaya memberi semangat atau dukungan. Mengapa Paulus memakai kata ini untuk memberi tekanan pada suratnya?

Kata “penghiburan”, dipakai Paulus pertama kali untuk menyebut Allah sebagai “sumber segala penghiburan” (3). Siapakah yang dihibur? Dialah Paulus yang mengalami segala penderitaan (4). Melalui penjelasan Paulus, dapat dikatakan bahwa apapun jenis penderitaan yang kita alami dan bagaimanapun intensitasnya, Allah akan menyediakan penghiburan dan kekuatan yang kita perlukan. Namun tidak berhenti untuk manfaat diri kita sendiri saja. 

Kita harus menjadi agen Allah dalam menghibur orang lain yang juga menderita (4). Orang yang pernah menderita akan lebih tahu bagaimana menghibur orang lain yang sedang menderita.

Paulus sendiri mengalami penderitaan, yang dia sebut “kesengsaraan Kristus” (5). Tetapi jemaat Korintus tidak menghargainya, meski hal itu dialaminya karena pelayanannya pada mereka. Disinilah Paulus mulai meluruskan sikap yang tidak simpatik itu, serta pemikiran salah yang melatarbelakanginya. 

Penderitaan itu tidak membuat dia lemah sebab ia justru mengalami penghiburan melimpah dari Kristus (5). Ia menderita bagi “penghiburan dan keselamatan” jemaat di Korintus (6). Itu yang memampukan dia menghibur mereka agar tabah menderita karena Kristus, sampai Allah menolong mereka. Namun demikian, meski sikap jemaat Korintus mendukakan Paulus, ia yakin bahwa mereka akan terus bertumbuh dalam anugerah Allah (band. Flp. 1:6).

Kunci untuk melihat penderitaan terletak dalam Pribadi dan karya Tuhan Yesus. Akhir hidup Yesus menyatakan bahwa Ia telah mengubah kutuk menjadi berkat! Asal kita meresponsnya sebagaimana yang Paulus lakukan, yakni bagi kemuliaan Allah dan untuk kebaikan kita, penderitaan dapat mengantar kita makin dekat dengan Allah dan juga saudara-saudara seiman. Ingatlah bahwa penderitaan selalu hadir dengan janji penghiburan Ilahi!

Mazmur, Alami Tuhan

Bagaimana meyakinkan orang lain bahwa Tuhan itu baik? Untuk orang-orang yang berpikiran modern, kita bisa mengajukan sejumlah bukti akan kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, atau yang dapat diperiksa dari kenyataan alam semesta ciptaan-Nya. 

Namun orang-orang yang dipengaruhi oleh pandangan pascamodern, yang merelatifkan segala kebenaran, tidak butuh pengajaran dan berbagai bukti tertulis. Yang mereka butuhkan adalah pengalaman sebagai bukti.

Mazmur ini mengajak para pembacanya untuk mengalami Tuhan. Alami sendiri kebaikan-Nya (ayat 9) sebagaimana yang telah pemazmur rasakan. Apa yang pemazmur rasakan dan alami? Rupanya mazmur ini lahir dari pengalaman Daud yang dilindungi Tuhan saat melarikan diri dari Saul, yang hendak membunuh dirinya (ayat 1; lih. 1 Samuel 18-27). Sebagai seorang buronan, berulang kali Daud mengalami kesesakan, penindasan, dan merasa terjepit. 

Namun setiap kali ia menjerit kepada Tuhan, Tuhan menolong tepat pada waktunya (ayat 7). Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh pasukan malaikat yang mengelilingi dia (ayat 8). Bagaikan satpam atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga penuh. Pemazmur mengajak para pembacanya merespons Tuhan agar pengalaman hidup mereka diperkaya. 

Mari, pandanglah Tuhan, maka hidup ini akan penuh kesukacitaan (ayat 7). Ayo, takutlah akan Tuhan, maka Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita (ayat 10-11).

Mengalami Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tak usah menunggu saat tekanan hidup tak tertahankan lagi. Alami Tuhan dengan melibatkan Dia dalam segala aspek hidup Anda. Dekatkan diri pada-Nya dengan sikap yang terbuka agar Dia dengan bebas menyapa dan menjamah hidup Anda. Saat Anda mengalami kehadiran atau pertolongan-Nya, naikkan syukur bersama-sama umat Tuhan lainnya. Mahsyurkan nama-Nya di hadapan orang lain.

Injil hari ini, Bahagia sejati.

Kebahagiaan biasanya diidentikkan dengan segala sesuatu yang membuat hati kita senang. Misalnya segala sesuatu yang kita miliki. Namun, berbeda sekali dengan arti dan ukuran kebahagiaan yang Yesus utarakan ini. Yesus mengaitkan kebahagiaan dengan mutu manusianya.

Menurut Yesus, kebahagiaan sejati adalah pemberian Allah kepada mereka yang memiliki sikap hidup yang benar, yaitu mereka yang tidak mengikatkan diri pada harta duniawi (ayat 3), karena mereka justru akan memiliki harta surgawi. Orang yang berduka cita oleh sebab di dunia ini tidak memiliki apa-apa justru akan berbahagia oleh penghiburan surgawi (ayat 4). 

Orang yang lemah lembut, tidak pernah membela hak sendiri, merekalah yang mewarisi bumi (ayat 5). Orang yang lapar dan haus akan kebenaran serta mencari harta surgawi, pasti dipuaskan (ayat 6). Orang yang murah hati, membagi-bagikan bukan mengumpulkan justru akan menikmati kelimpahan (ayat 7). 

Orang yang suci hatinya, yang menujukan fokus hidupnya pada Allah dan bukan pada dunia adalah orang-orang yang akan melihat dan menikmati Allah (ayat 8). Sedangkan mereka yang membawa damai dan menebarkan kasih Allah, akan disebut anak-anak Allah (ayat 9). Akhirnya, mereka yang menderita oleh karena nama Allah, Allah sendiri yang akan melimpahi sukacita kekal (ayat 10-12).

Inginkah Anda berbahagia? Kebahagiaan diawali dengan pertobatan yang dilanjutkan dengan hidup yang memiliki orientasi untuk menyenangkan hati Allah. Semakin dekat Dia, semakin kita mirip Dia dan sifat-sifat-Nya yakni lemah lembut bukan keras hati, lapar dan haus akan kebenaran bukannya kecemaran, murah hati bukannya kikir atau tamak. 

Itulah jalan bahagia, jalan penuh tuntutan harga yang harus dibayar namun juga jalan hidup sepenuhnya dalam pembentukan Tuhan. Karena itu mari kita belajar hidup bukan untuk diri sendiri saja melainkan untuk Allah.

Renungkan: Kebahagiaan sejati hanya dapat dinikmati orang-orang yang memfokuskan hidupnya kepada Allah.

DOA: Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Berikanlah kepada kami suatu hasrat yang baru untuk menjadi seperti Engkau dalam ‘Sabda-sabda Bahagia’. Mampukanlah kami untuk mengetahui bahwa Engkau akan memberikan segalanya yang kami butuhkan. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Senin 07 Juni 2021"