Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Senin 19 Juli 2021

Renungan Hari Senin 19 Juli 2021

Renungan Hari Senin 19 Juli 2021

Ada tanda-tanda alam yang mudah diketahui. Misalnya, jika ada awan gelap, hujan akan turun. Jika hujan rintik-rintik, hujan akan turun lama. Jika ada pelangi, hujan tidak turun. Ada banyak tanda alam lainnya. Petani, nelayan, dan pelaut sangat paham akan tanda-tanda alam.

Ada kalanya juga kita meminta tanda dari Tuhan. Misalnya, berilah aku tanda bahwa orang ini jodohku: Tuhan, berilah tanda bahwa aku boleh tinggal di kota itu; Tuhan, berilah aku tanda kalau aku terpanggil masuk seminari atau biara, dsb. Kadang kita mencobai Tuhan.

Orang Farisi dan Ahli Taurat meminta tanda pada Yesus. Namun, Yesus tidak memberikan tanda, selain tanda Nabi Yunus. Sebagaimana Yunus berada tiga hari dalam perut ikan, demikian juga Yesus akan berada tiga hari dalam rahim bumi (mati). 

Agaknya untuk percaya pada Yesus, mereka butuh tanda. Tetapi, sesudah Yesus memberikan tanda itu, mereka pun tetap tidak percaya. Benarlah apa yang dikatakan Yesus, mereka adalah “angkatan yang jahat dan tidak setia”.

Tuhan menginginkan kita untuk tidak lagi menuntut tanda dari-Nya, karena Kristus yang tersalib sudah menjadi tanda agung keselamatan kita yang abadi. Dia hanya ingin agar kita membuktikan iman dan cinta kita kepada-Nya dengan berlaku adil, setia, rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Dua kata kunci yang kita temukan dalam bacaan I dan Injil hari ini adalah "lihat" (lihatlah dan melihat). Musa mengajak bangsa Israel yang dibimbingnya untuk melihat keselamatan dari Tuhan. Keselamatan dari Tuhan itu sungguh-sungguh ada dan sedang (selalu) dikerjakan oleh-Nya, seperti misalnya tampak dalam karya pembebasan mereka dari perbukakan bangsa Mesir. 

Namun masalahnya, bangsa Israel tidak mampu melihat karya Tuhan itu. Sama halnya dengan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang meminta untuk melihat tanda dari Yesus (Injil). 

Mereka adalah orang-orang yang fasih dengan segala macam hukum dan peristiwa di Perjanjian Lama, tetapi tidak mampu melihat Tuhan yang hadir dan berkarya dalam setiap peristiwa tersebut. Mereka juga mengetahui hal-hal yang dikerjakan Yesus, namun mereka tidak mampu melihat semua itu sebagai tanda kehadiran dan karya Allah.

Oleh karena itu, marilah kita mohon rahmat agar tidak seperti mereka. Semoga kita dianugerahi kemauan dan kemampuan untuk membuka mata, baik mata indrawi maupun mata iman. Dengan mata indrawi kita melihat berbagai macam peristiwa dalam hidup kita dan dengan mata iman kita mampu melihat bahwa Tuhan senantiasa hadir dan berkarya dalam setiap peristiwa tersebut.

Doa : Tuhan, berilah kami baik mata indrawi dan mata iman yang mampu melihat tanda kasih dan penyelamatan-Mu yang setiap saat Kaukerjakan bagi kami. berilah aku hati yang tidak lagi menuntut tanda dan tidak mencobai Engkau, tapi hati yang siap untuk mencitai-Mu selamanya dan membuktikan cinta dan kesetiaanku pada-Mu dalam perbuatan kasihku setiap hari. Amin.

Sumber https://www.blogevan.com/

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Senin 19 Juli 2021"