Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Kamis 27 Mei 2021

Renungan Hari Kamis 27 Mei 2021

Renungan Hari Kamis 27 Mei 2021

“Pekerjaan Tuhan hendak kukenang” mengawali madah Bin Sirakh yang berbicara mengenai asal-usul karya Allah dan ketidakkemungkinannya untuk melukiskan semuanya, juga oleh orang-orang-Nya yang kudus (ay 17). 

Lubuk lautan adalah terjemahan istilah Ibrani bagi wilayah di bawah dunia yang tampak ini, dan hati manusia adalah lambang dari kenyataan yang tak terselami, hanya Sang Pencipta sendiri yang dapat memahaminya, Ayat 23-25 menambah sejumlah pengamatan atas kebaikan dan tata penciptaan. Bin Sirakh tidak bermaksud mengajar bahwa tidak akan ada akhir dari dunia.

Injil hari ini, Iman memampukan melihat

Setiap orang pasti mempunyai harapan dalam hidupnya. Bisa berupa kehidupan yang layak, kedudukan atau karier yang mantap, relasi yang baik, dan sebagainya.

Lalu apa yang menjadi harapan seorang buta, seperti Bartimeus? Tentu agar dia dapat melihat. Selama itu ia hidup dalam kegelapan. Ia hanya bisa mendengar cerita orang tentang cerahnya sinar matahari, tanpa bisa melihatnya. Maka ketika mendengar bahwa rombongan Yesus melewati tempat dia duduk mengemis, dia tidak mau melewatkan kesempatan itu sedikit pun. 

Mungkin sebelumnya ia telah mendengar berita tentang mukjizat-mukjizat yang Yesus lakukan. Siapa tahu itulah saatnya bagi dia untuk mengalami mukjizat Yesus. Lalu berteriaklah dia memanggil-manggil Yesus (ayat 47). Dia tak menghiraukan orang-orang yang menyuruh dia diam (ayat 48).

Adalah menarik bila kita melihat bahwa Bartimeus memanggil Yesus dengan sebutan “Anak Daud”. Sebutan ini bagai memperdengarkan pengharapan mesianik. Mungkin ungkapan Bartimeus bernuansa politis, tetapi melalui peristiwa ini Yesus menyatakan kemesiasan-Nya.

Kita juga melihat bahwa harapan Bartimeus yang dilandasi iman, yaitu agar ia dapat melihat, digenapi. Harapan itu menuntun dia memasuki masa pemuridan dan pengenalannya akan Yesus, yang saat itu dalam perjalanan menuju salib. Peristiwa ini juga memperlihatkan sikap Bartimeus sebagai seorang murid. 

Responsnya untuk meninggalkan segala sesuatu demi ikut Yesus, yang dilambangkan dengan ‘melemparkan jubahnya\’ (ayat 50), bertolak belakang dengan orang kaya yang tidak rela meninggalkan harta miliknya (ayat 17 dst). Keinginannya ‘hanya untuk dapat melihat\’ juga bertolak belakang dengan Yakobus dan Yohanes yang minta kedudukan. 

Beriman kepada Yesus dan menjadi murid-Nya bukan mengarahkan kita kepada hal-hal yang bersifat materi, tetapi menolong kita untuk memahami makna salib Kristus. Belajarlah dari Bartimeus, yang meskipun buta fisik, tetapi dapat melihat Tuhan dengan imannya.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin sekali mengalami kuasa dari kasih dan kebangkitan-Mu. Aku ingin menerima kepenuhan janji-janji-Mu dan ingin menjadi seorang pribadi yang utuh. Tuhan Yesus, bukalah mata hatiku agar dapat memandang-Mu pada hari ini. Sembuhkanlah aku dan berdayakanlah aku agar mau dan mampu memancarkan terang-Mu kepada dunia di sekelilingku. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Kamis 27 Mei 2021"