Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Rabu 02 Juni 2021

Renungan Hari Rabu 02 Juni 2021

Renungan Hari Rabu 02 Juni 2021

Tobit yang gelisah sesudah penguburan, tidur di kebun rumahnya dan matanya dibutakan oleh kotoran burung yang jatuh ke matanya. Secara ironis ini menjadi ejekan baginya, Tobit sebagai orang yang saleh justru mendapatkan celaka sebagai ganjarannya dan bukan berkat. Tobit menjadi sangat tergantung kepada isterinya Hana, yang bekerja menenun pakaian. 

Ketegangan rumah tangga terjadi ketika Tobit menuduh isterinya mencuri kambing, dimana kambing itu diberikan kepada Hanna oleh majikannya sebagai bonus tambahan upahnya. Isterinya menyangkal dengan marah dengan tajam ia membandingkan dirinya dengan Tobit. Tobit yang terkenal jujur dan saleh harusnya diberikan ganjaran tetapi Tobit justru di hukum dengan matanya yang buta. Hanna berkata “Dimana amalmu itu?” Tobit sangat sedih dan berdoa kepada Allah minta kematian.

Kunci dari perikop ini, semua peristiwa terjadi secara simultan. Pada hari yang sama saat Tobit bertengkar dengan isterinya, Hanna, berdoa minta mati, ditempat lain saudara Tobit bernama Raguel anaknya yang bernama Sara dicela oleh salah seorang hamba ayahnya dan juga lalu berdoa. 

Sara disusahkan oleh iblis yang telah membunuh tujuh pengantin prianya pada hari perkawinan. Tidak ada kerabat dekat yang dapat mengawininya (3:15).  Ia terdesak sampai putus asa dan ingin bunuh diri. Namun ia, memikirkan kasihnya kepada ayahnya dan berdoa kepada Allah. Doanya serupa dengan doa Tobit. Namun ia mengajukan pilihan kepada Allah; ia berdoa minta mati  (3:13) atau minta jalan keluar dari problemnya (3:15).

Tema ceritera Sara menunjukkan bahwa betapa pentingnya suatu perkawinan. Ia mengakui makna perkawinan dan ingin memenuhi harapan ayahnya dan ia memilih adat Yahudi dengan menikahi kerabat dekatnya. 

Tetapi iblis yang mencintai Sara yang ada di dalam dirinya, selalu membunuh pengantin pria yang mau mengawini Sara. Keadaan ini menjadi masalah yang sangat rumit dan pelik bagi Sara sebab tak seorang pun  laki-laki mau dan berani menikahinya.

Disinilah kita dijarkan tentang pentingnya doa, terlebih dalam keadaan yang tanpa harapan. Tobit dan Sara berdoa dengan cara-cara yang lazim secara alkitabiah. Tobit minta mati. Ia mengira bahwa kematian merupakan satu-satunya jalan keluar dari problema.  Sara menyerahkan diri sepenuhnya  kepada Allah. Ia berdoa dengan cara terbaik; mengedangkan tangannya dan menghadapkan mukanya ke Yerusalem.

Doa Tobit dan Sara didengarkan Tuhan secara bersamaan. Allah mengirim malaikat Rafael untuk menjawab doa Tobit dan Sara yang minta pertolongan. Tugas Rafael adalah menyembuhkan mata Tobit dari kebutaan dan membebaskan Sara dari iblis Asmodeus yang ada di dalam dirinya. 

Rafael sebgai utusan Allah melaksanakan tugasnya dengan melibatkan anak Tobit yaitu Tobia yang menjadi sarana  penyembuhan Tobit ayahnya dan Sara kerabatnya. Tobia akhirnya yang mampu memperisteri Sara dengan selamat berkat pertolongan Allah.

Mazmur, Petunjuk hidup baru.

Mazmur ini lahir dari pergumulan seorang yang hidup dalam persekutuan yang mesra dengan Tuhan. Ia menyadari dosanya, namun yakin dan percaya bahwa kasih setia Allah menaunginya. Ia datang kepada Tuhan meminta pembebasan dari kesesakan batiniah dan ancaman lahiriah.

Sikap pemazmur yang merupakan sikap iman tersebut mencakup tiga hal: [1] seluruh perhatian pemazmur diarahkan kepada Tuhan, {2] ia mempercayakan dirinya kepada Allah, sehingga ia merasa tak mungkin dipermalukan oleh musuh, [3] ia juga menanti-nantikan Tuhan, sehingga masa depannya terbuka karena Tuhan menyelamatkan umat-Nya (ayat 1-3). 

Dari sikap iman yang demikian, di dalam kesulitan pribadi yang dialaminya, pemazmur meminta kepada Allah — seperti yang pernah di lakukan Musa di padang gurun — agar ia mengenal jalan Tuhan, supaya ia dapat hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan (ayat 4-5, bdk. 1:6). Sama seperti orang tua yang membesarkan dan melatih anak-anaknya, Allah mengajarkan dan menunjukkan jalan itu, dan bertindak sebagai navigator dalam perjalanan hidup umat.

Sejak zaman dahulu kala, kasih setia Tuhan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam kehidupan umat-Nya. Sekalipun pemazmur menyadari hal ini, tetapi ia juga meminta agar Tuhan mengampuni perbuatan dosa masa mudanya. Akankah Tuhan memberikan pengampunan kepadanya? 

Jika kasih setia yang diingat Tuhan, maka nasib orang berdosa itu ditentukan menurut kebaikan Tuhan (ayat 6-10). Tuhan penuh kasih dan kesabaran. Kita acap kali tidak dapat bertahan untuk hidup kudus dan benar, tetapi Allah selalu mengampuni dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Renungkan: Setiap kali pengampunan dinyatakan, petunjuk hidup baru diberikan. Sekarang hiduplah senantiasa dalam pola petunjuk hidup baru yang telah Allah berikan dalam kehidupan Anda!

Injil hari ini, hidup setelah kematian

Orang Saduki adalah orang Yahudi yang kaya dan berpendidikan. Jumlah mereka sebenarnya sedikit, tetapi pengaruh mereka besar hingga banyak yang menduduki posisi penting dalam kepemimpinan bangsa. Orang Saduki hanya percaya pada pengajaran Perjanjian Lama. 

Mereka tidak mengikuti tradisi yang dianut oleh orang Farisi. Mereka tidak memercayai kebangkitan dengan alasan mereka tidak menemukan pengajaran tentang kebangkitan dalam Perjanjian Lama. Mereka percaya bahwa ketika tubuh mati, jiwa pun mati. Maka pertanyaan yang diajukan kepada Yesus seolah bermaksud mengolok-olok.

Menurut Yesus, keadaan setelah kebangkitan tidak lagi sama seperti kehidupan sebelum kematian. Sebab keadaan setelah kebangkitan lebih tertuju kepada persekutuan bersama-sama dengan Allah dan tidak lagi terikat dengan hal-hal duniawi. Itulah yang dimaksudkan Yesus dengan ungkapan “Hidup seperti malaikat di surga” (ayat 25). 

Yesus juga secara langsung mengambil contoh dari kitab Musa (kitab yang sangat dihargai oleh orang Saduki) untuk lebih memperjelas pernyataan-Nya: “Allah bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup”. Dengan berbuat demikian Yesus menunjukkan bahwa sebenarnya orang-orang Saduki itu tidak mengerti benar isi kitab yang mereka hargai.

Kita belajar bahwa roh akan tetap hidup ketika tubuh mati. Namun roh akan mendapat tubuh baru, yaitu tubuh kebangkitan atau tubuh yang kekal. Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan menunjukkan bahwa mereka tidak memahami pernyataan firman mengenai kebangkitan. Mereka tidak menyadari bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang ke dalam kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.

Banyak orang yang berusaha mengungkapkan misteri di balik kematian. Namun apa yang Yesus katakan memberi gambaran bahwa kematian bukanlah akhir hidup, melainkan sebuah permulaan hidup yang baru. Masalahnya, apakah keseharian kita diberdayakan oleh kerinduan memasuki janji kehidupan kekal itu?

DOA: Bapa surgawi, Engkaulah pengarang dan penopang semua kehidupan. Oleh kematian dan kebangkitan Putera-Mu, Engkau telah menjanjikan kepada kami suatu kehidupan yang telah ditransformasikan dalam kehadiran-Mu. Melalui Roh-Mu, tolonglah kami untuk tetap setia sementara kami mengantisipasi sukacita kehidupan abadi. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Rabu 02 Juni 2021"