Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Hari Selasa 20 Juli 2021

Renungan Hari Selasa 20 Juli 2021

Renungan Hari Selasa 20 Juli 2021

Tuhan pasti menolong

Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan terlambat menolong, saat krisis melanda? Mungkin saat itu Anda bertanya-tanya, apakah Tuhan tidak sanggup menolong atau Dia sudah tidak perduli.

Mungkin itulah yang dirasakan oleh umat Israel saat melihat pasukan Firaun mendekat. Mereka menghadapi jalan buntu karena di hadapan mereka membentang Laut Teberau yang tak terseberangi. Musa memang sudah memberikan janji dan jaminan Tuhan bahwa mereka tidak akan ditangkap lagi oleh Firaun. 

Kenyataannya Firaun semakin dekat, sementara belum ada tindakan sama sekali, baik dari Musa maupun dari Tuhan. Namun justru pada saat itu Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya. Ia tidak terlambat bertindak. Ia tidak tinggal diam (band. ay. 13, orang Israel akan diam saja), melainkan campur tangan dengan melakukan mukjizat yang besar, yang pertama kali mereka saksikan seumur hidup mereka.

Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi manusia dengan memberikan jalan keluar kepada mereka. Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ayat 19-20). 

Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.

Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan. Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya. Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan anak-anak-Nya dalam menghadapi krisis tersebut.

Seberapa dahsyat demonstrasi kekuasaan Tuhan dinyatakan lewat Laut Teberau? Kedahsyatan itu diungkapkan dalam nyanyian pujian yang agung yang dicatat dalam Keluaran 15 ini. Pujian yang keluar dari hati kagum sekaligus bersyukur. Kagum dan bersyukur karena keperkasaan Tuhan itulah yang menyelamatkan umat-Nya sekaligus memastikan penggenapan janji-Nya membawa mereka ke tanah Perjanjian.

Mazmur Tanggapan

Bagaimana kedahsyatan Allah digambarkan lewat pujian ini? Lewat gelar-gelar yang disandang Allah, seperti Ia tinggi luhur (ayat 1), Pahlawan perang (ayat 3), nama-Nya TUHAN (ayat 3b), juga Allah adalah kekuatan dan keselamatan (ayat 2). Bukan hanya gelar-Nya agung, tindakan-Nya pun luar biasa. 

Dia menyatakan kuasa-Nya mengendalikan laut untuk menenggelamkan Firaun dan pasukannya (ayat 4-10). Dalam mitologi Kanaan, laut melambangkan kuasa (dewa) kejahatan. Dewa-dewa digambarkan berperang untuk saling mengalahkan. Namun di tangan kanan Allah, (dewa) laut menjadi senjata-Nya untuk mengalahkan musuh-Nya yang lain. 

Tidak ada ilah lain yang seperti Allah Israel (ayat 11). Tindakan dahsyat Allah tidak berhenti di situ saja. Dia pun dipuji karena kesetiaan-Nya membawa umat-Nya seperti dalam arak-arakan kemenangan melintasi bangsa-bangsa menuju gunung-Nya yang kudus (ayat 13-17). Bagaikan Raja yang menang perang yang memamerkan jarahan-Nya, demikian Tuhan menuntun umat-Nya sendiri untuk menikmati pemerintahan-Nya yang kekal (ayat 18).

Apa yang Israel alami, yang membuat mereka tak putus-putusnya memuji Tuhan, juga dialami oleh kita yang percaya Yesus. Dia sudah membimbing kita keluar dari perbudakan dosa, mengalahkan kuasa dosa dan maut. Ia membimbing kita tangguh dalam perjalanan mengarungi padang gurun dunia berdosa. 

Satu hari kelak kita akan masuk ke tanah Perjanjian kekal, menikmati Kristus sebagai Raja bersama semua orang percaya dari segala abad dan tempat.

Injil hari ini, Ibu dan saudara jasmani.

Ucapan Yesus pada ayat 49 memberi kesan seolah Dia kurang menghargai ibu dan saudara-saudara-Nya yang secara jasmaniah mempunyai hubungan keluarga. Namun dalam Luk. 2:51 dikatakan bahwa Dia tetap hidup dalam asuhan kedua orang tua-Nya. 

Jadi Yesus tetap menghargai keluarga jasmaniah-Nya di dunia ini. Oleh sebab itu Dia mengkritik orang Farisi yang lebih mementingkan adat istiadat daripada menghormati ibu bapanya (bdk. Mat. 15:4-9). Meskipun demikian Yesus mengajarkan bahwa di atas segalanya kita harus lebih menghormati Bapa yang di sorga.

Ibu dan saudara rohani. Di pihak lain Tuhan Yesus juga berbicara mengenai persaudaraan dan kekeluargaan dalam iman (ayat 48-49). Semua orang yang percaya kepada Yesus adalah saudara dan ibu-Nya. 

Sebagai implikasinya, sesama orang percaya adalah saudara seiman. Ikatan persaudaraan ini, jika dihayati secara segar dan mendalam akan melebihi pengertian sekadar saudara jasmani. Roh Allah bekerja menciptakan perdamaian, kesejahteraan dan ikatan hati yang ajaib. Ikatan mana terjadi karena korban penebusan Kristus dan kasih Allah mempersatukan kita.

Ikatan sebagai satu tubuh. Hanya satu kunci keberhasilan agar dapat memahami secara segar dan indah ikatan persaudaraan itu. Itu adalah kesadaran utuh bahwa kita semua adalah anggota Tubuh Kristus. 

Maka seyogianya sikap yang kita tunjukkan adalah saling menghargai, saling membutuhkan, saling menolong, saling memperhatikan karena semua itu merupakan bagian tak terpisah dari gerak irama kehidupan umat dalam gereja-Nya. Namun usaha mewujudkan fakta indah ini dalam kehidupan bergereja tidak mudah. 

Selalu akan ada saja hambatan dan penghalang. Namun demikian, tak perlu kita berputus asa, sebab sekali lagi Roh Allah bekerja secara ajaib.

Renungkan: Kuasa pembaruan Tuhan, menciptakan hubungan darah antar manusia yang melampaui kekuatan.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih Engkau telah memberikan kepada kami iman yang hidup dalam Putera-Mu Yesus Kristus. Oleh Roh-Mu, buatlah iman-kepercayaan kami menjadi lebih mendalam lagi. Ajarlah kami agar lebih banyak lagi mengenal Yesus sehingga kami dapat mengasihi-Nya dengan lebih mendalam lagi. Amin.

Sumber https://carekaindo.wordpress.com/ 

Sumber gambar google.com

Post a Comment for "Renungan Hari Selasa 20 Juli 2021"