Renungan Katolik Harian Sabtu, 17 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 2:13–17
✨ Renungan Katolik Harian Sabtu, 17 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 2:13–17
“Aku Datang Bukan untuk Orang Benar, Melainkan untuk Orang Berdosa”
📖 Injil Hari Ini
Dalam Injil Markus 2:13–17, kita menyaksikan salah satu peristiwa yang sangat kuat dan menyentuh: Yesus memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, lalu makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang dicap sebagai pendosa. Tindakan ini menimbulkan kritik dari ahli Taurat dan orang Farisi. Namun Yesus menegaskan:
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mrk 2:17)
Perikop ini menyingkapkan jantung misi Yesus: kerahiman Allah yang mencari, memanggil, dan memulihkan manusia.
🌿 Yesus Memanggil yang Dipandang Tidak Layak
Dalam konteks masyarakat Yahudi saat itu, pemungut cukai dianggap pengkhianat, berdosa, dan najis. Mereka dikucilkan secara sosial dan religius. Namun justru kepada Lewi—yang duduk di rumah cukai—Yesus berkata sederhana namun mengubah hidup:
“Ikutlah Aku.”
Tanpa syarat. Tanpa khotbah panjang. Tanpa daftar dosa.
Dan Lewi bangkit… lalu mengikuti Dia.
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak merenung:
👉 Apakah kita percaya bahwa Yesus sungguh bisa memanggil dan mengubah siapa pun, termasuk diri kita sendiri?
Sering kali kita merasa terlalu berdosa, terlalu gagal, atau terlalu jauh dari Tuhan. Namun Injil hari ini menegaskan: Yesus justru datang untuk orang-orang yang merasa tidak layak.
🕊️ Allah yang Mendekat, Bukan Menjauh
Yesus bukan hanya memanggil Lewi, Ia juga masuk ke rumahnya dan makan bersama para pendosa. Dalam budaya Yahudi, makan bersama berarti menerima, bersekutu, dan membangun relasi.
Ini menunjukkan bahwa:
- Allah tidak menunggu manusia menjadi sempurna baru datang kepada-Nya.
- Allah lebih dulu mendekat, menyapa, dan menyembuhkan.
Dalam terang renungan Injil Markus 2:13–17, kita belajar bahwa iman Kristiani bukan pertama-tama soal menjadi suci, tetapi soal membiarkan diri disentuh oleh kasih Allah yang menyucikan.
Yesus tidak takut “tercemar” oleh pendosa.
Sebaliknya, justru kehadiran-Nya yang menyembuhkan dan memulihkan.
🌾 “Bukan Orang Sehat, tetapi Orang Sakit”
Perkataan Yesus ini bukan sindiran, melainkan undangan kerendahan hati.
Banyak orang Farisi merasa diri benar, taat, dan religius. Namun justru sikap merasa “sehat” itulah yang membuat mereka menutup diri dari rahmat.
Dalam kehidupan rohani, yang paling berbahaya bukanlah dosa, melainkan merasa tidak membutuhkan Tuhan.
Dalam renungan Katolik Sabtu 17 Januari 2026 ini, kita diajak bertanya dengan jujur:
- Apakah aku masih merasa perlu disembuhkan oleh Tuhan?
- Ataukah aku mulai puas dengan kesalehanku sendiri?
Yesus datang sebagai Tabib Ilahi. Tetapi tabib hanya bisa bekerja bila seseorang mau mengakui lukanya.
🔥 Panggilan yang Mengubah Arah Hidup
Lewi tidak hanya dipanggil, ia meninggalkan segalanya. Dari seorang pemungut cukai, ia kemudian dikenal sebagai Matius, rasul dan penginjil.
Ini menunjukkan bahwa:
- Panggilan Tuhan selalu mengarah pada perubahan hidup.
- Rahmat tidak berhenti pada pengampunan, tetapi mendorong pertobatan.
Yesus menerima kita apa adanya, tetapi Ia tidak membiarkan kita tetap seperti adanya.
Dalam konteks renungan harian Katolik, ini penting: iman bukan sekadar merasa diterima, tetapi juga berani diubah.
🌍 Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini
Di era digital, orang mudah memberi label: gagal, berdosa, tidak pantas, tidak rohani. Bahkan kita sering melabeli diri sendiri.
Namun Injil hari ini mematahkan semua tembok itu.
Yesus tetap berjalan di “pinggir danau” kehidupan kita.
Yesus tetap memandang kita di “meja cukai” luka dan dosa kita.
Yesus tetap berkata: “Ikutlah Aku.”
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diundang:
- Untuk berani datang kepada Tuhan apa adanya.
- Untuk berhenti menghakimi orang lain sebagai “tidak pantas”.
- Untuk menjadi Gereja yang menghadirkan wajah Kristus yang menyembuhkan.
🙏 Refleksi Pribadi
Luangkan sejenak dan tanyakan pada diri sendiri:
- Di bagian hidup mana aku merasa “tidak layak” di hadapan Tuhan?
- Apakah aku lebih sering seperti Lewi yang bangkit, atau seperti Farisi yang menghakimi?
- Siapa orang-orang “Lewi” di sekitarku yang mungkin justru sedang dipanggil Tuhan melalui sikapku?
🕯️ Doa Penutup
Tuhan Yesus,
Engkau tidak jijik pada dosaku, Engkau tidak menjauh dari lukaku.Engkau justru datang, memandangku, dan memanggilku.
Berilah aku kerendahan hati untuk mengakui bahwa aku membutuhkan-Mu. Berilah aku keberanian untuk bangkit dan mengikuti-Mu.
Dan jadikanlah aku alat kasih-Mu bagi mereka yang merasa jauh, gagal, dan tidak layak.
Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Harian Sabtu, 17 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 2:13–17, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

