Renungan Katolik Harian Selasa, 13 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 1:21b–28
✨ Renungan Katolik Harian Selasa, 13 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 1:21b–28
“Ia Mengajar dengan Kuasa”
🌿 Ketika Sabda Tidak Hanya Didengar, tetapi Mengubah
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak masuk ke sinagoga di Kapernaum. Hari Sabat. Orang-orang berkumpul seperti biasa. Namun Sabat itu berbeda. Yesus mengajar, dan Markus mencatat:
“Mereka takjub, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.”
Kekaguman itu bukan karena Yesus pandai bicara. Bukan karena retorika-Nya indah. Melainkan karena sabda-Nya memiliki kuasa.
Bukan hanya menyentuh pikiran, tetapi mengguncang hati. Bukan hanya menjelaskan hukum, tetapi membebaskan manusia.
📖 1. Yesus Mengajar dengan Kuasa, Bukan Sekadar Kata
Ahli-ahli Taurat juga mengajar. Mereka mengutip hukum, tradisi, dan pendapat para rabi. Tetapi Yesus berbicara dengan cara berbeda. Ia tidak berkata, “Menurut para guru dahulu…”
Ia berkata, seolah kebenaran itu hidup dalam diri-Nya.
Dalam Injil Markus 1:21–28, kita melihat bahwa kuasa Yesus bukan berasal dari jabatan, melainkan dari kesatuan-Nya dengan Bapa.
Dalam renungan iman Katolik, ini penting: iman bukan hanya soal pengetahuan agama, tetapi soal perjumpaan dengan Sabda yang hidup. Banyak orang tahu tentang Tuhan, tetapi belum tentu mengalami kuasa-Nya.
Yesus tidak datang untuk menambah informasi rohani, tetapi untuk mengubah hidup.
⚡ 2. Kebenaran yang Mengusik Kegelapan
Tiba-tiba, di tengah pengajaran, seorang yang kerasukan roh jahat berteriak:
“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang untuk membinasakan kami?”
Menarik: roh jahat itu mengenal Yesus, bahkan lebih cepat daripada banyak orang.
Kebenaran selalu mengusik kegelapan. Terang selalu mengganggu yang tersembunyi.
Dalam renungan Katolik harian ini, kita diingatkan: ketika Sabda Allah sungguh masuk ke dalam hidup, ia tidak selalu membuat kita nyaman. Ia menyingkapkan. Ia menantang. Ia membersihkan.
Yesus tidak berdebat panjang. Ia hanya berkata:
“Diam, keluarlah dari padanya!”
Dan roh itu taat.
Di sini kita melihat: sabda Yesus bukan teori. Sabda-Nya adalah kuasa.
🕊️ 3. Yesus Membebaskan, Bukan Menindas
Orang itu jatuh terguncang. Roh jahat keluar. Dan orang banyak kembali takjub.
Namun kekaguman mereka bukan hanya karena mujizat, melainkan karena mereka melihat sesuatu yang baru:
otoritas yang membebaskan, bukan menekan.
Banyak kuasa di dunia menindas:
- kuasa uang,
- kuasa ego,
- kuasa ketakutan,
- kuasa dosa,
- kuasa opini publik.
Tetapi kuasa Yesus memerdekakan.
Dalam renungan Injil hari ini, Yesus tidak mempermalukan orang yang kerasukan itu. Ia tidak menjadikannya tontonan. Ia memulihkan martabatnya.
Yesus selalu melawan kejahatan, tetapi mengasihi manusia.
🌊 4. Setan di Sinagoga: Kegelapan Bisa Ada di Tempat Ibadah
Detail yang mengejutkan: orang kerasukan itu ada di sinagoga.
Artinya, kehadiran di tempat ibadah tidak otomatis membuat seseorang bebas dari pergulatan batin.
Dalam hidup rohani, kita bisa:
- rajin misa
- aktif pelayanan
- hafal doa
- tetapi masih terikat luka, kebencian, dosa, atau kepalsuan.
Renungan Katolik hari ini mengajak kita jujur:
Tuhan tidak hanya ingin kita berada di rumah ibadat, tetapi membiarkan Dia bekerja di dalam hati.
Yesus tidak takut memasuki ruang-ruang gelap dalam diri manusia. Ia justru datang untuk itu.
🔥 5. Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini
Mungkin kita tidak kerasukan seperti dalam Injil.
Tetapi kita semua mengenal “ikatan”:
- kecanduan
- luka batin
- kemarahan
- iri hati
- rasa bersalah
- ketakutan akan masa depan
- kelekatan pada pengakuan
Dalam refleksi Katolik era digital, banyak orang tampak baik-baik saja di luar, tetapi berteriak di dalam.
Yesus hari ini berdiri di “sinagoga” hidup kita dan berbicara. Sabda-Nya masih memiliki kuasa yang sama.
Pertanyaannya bukan:
“Apakah Yesus berkuasa?”
Tetapi:
“Apakah aku memberi ruang bagi kuasa-Nya untuk bekerja dalam diriku?”
🕯️ 6. Takjub yang Mengarah pada Iman
Orang-orang berkata:
“Pengajaran apakah ini? Ia memberi perintah dengan kuasa dan roh-roh jahat pun taat kepada-Nya.”
Kekaguman bisa menjadi awal iman, tetapi tidak boleh berhenti di sana.
Renungan iman Katolik hari ini mengingatkan:
iman bukan hanya kagum pada Yesus,
tetapi membiarkan Dia memerintah hidup kita.
Bukan hanya berkata: “Hebat,”
tetapi berani berkata: “Tuhan, masuklah.”
🌱 7. Refleksi Pribadi
Luangkan waktu sejenak dan renungkan:
- Sabda Tuhan bagian mana yang sering aku hindari?
- Kegelapan apa yang belum kuserahkan kepada Yesus?
- Apakah aku membiarkan iman hanya di kepala, atau sudah sampai ke hati dan keputusan hidup?
🙏 Doa Penutup
Tuhan Yesus,
Engkau adalah Sabda yang hidup. Datanglah ke dalam sinagoga hatiku. Singkapkan yang gelap, sembuhkan yang terluka, bebaskan yang terikat.
Ajarlah aku bukan hanya mendengar sabda-Mu, tetapi hidup di dalam kuasa kasih-Mu.
Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Harian Selasa, 13 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 1:21b–28, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

