Renungan Katolik Hari Jumat, 13 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:31–37

Renungan Katolik Hari Jumat, 13 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:31–37

🌄 Renungan Katolik Hari Jumat, 13 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:31–37

“Efata”: Dibukalah Hati dan Hidupmu Injil: Markus 7:31–37

“Lalu Yesus menengadah ke langit dan berkata kepadanya: ‘Efata!’, artinya: Terbukalah!” (Mrk 7:34)

Kata “Efata” mungkin terdengar singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap dengan sebuah tindakan yang sangat personal, penuh keheningan, dan sarat makna rohani.

Renungan Katolik Jumat, 13 Februari 2026 mengajak kita tidak hanya melihat mukjizat fisik, tetapi juga mendengarkan seruan Yesus yang ditujukan kepada setiap orang:

“Terbukalah!”

  • Terbukalah telingamu untuk mendengar suara Tuhan.
  • Terbukalah mulutmu untuk mewartakan kebaikan-Nya.
  • Dan terutama, terbukalah hatimu.

Yesus yang Membawa Orang Tuli Menyendiri

Injil Markus mencatat bahwa Yesus membawa orang itu menyendiri, jauh dari orang banyak. Ini detail kecil, tetapi sangat penting.

Yesus tidak mempermalukan orang itu di depan umum.

Yesus tidak menjadikan penderitaannya sebagai tontonan.

👉 Renungan Injil Markus 7:31–37 menyingkapkan bahwa Tuhan bekerja secara pribadi, lembut, dan penuh hormat terhadap martabat manusia.

Dalam hidup kita, sering kali Tuhan juga memilih keheningan:

Saat doa-doa dijawab dalam kesunyian

Saat perubahan terjadi pelan-pelan

Saat kita merasa sendirian, padahal justru sedang disentuh Tuhan

Sentuhan yang Mengungkap Kedekatan Allah

Yesus:

  • Menyentuh telinga orang itu
  • Menyentuh lidahnya
  • Menengadah ke langit
  • Mengeluh (menarik napas dalam)

Ini bukan mukjizat instan yang dingin. Ini adalah mukjizat relasional.

💡 Tuhan tidak hanya menyembuhkan dari jauh.

Ia hadir, menyentuh, dan terlibat.

👉 Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa iman Kristiani bukan iman yang jauh dan abstrak, tetapi iman akan Allah yang dekat dan menyentuh hidup manusia secara nyata.

“Efata”: Kata yang Terus Bergema

Kata “Efata” berarti “Terbukalah.”

Yesus tidak hanya membuka telinga orang itu, tetapi juga membuka:

  • Kemampuannya untuk berkomunikasi
  • Relasinya dengan sesama
  • Martabatnya sebagai pribadi

Namun kata ini juga bergema sampai hari ini, ditujukan kepada kita semua.

Apa yang perlu “dibuka” dalam hidup kita?

🔸 Telinga yang tertutup oleh kebisingan dunia

🔸 Hati yang tertutup oleh luka lama

🔸 Pikiran yang tertutup oleh prasangka

🔸 Mulut yang tertutup oleh rasa takut bersaksi

👉 Renungan Katolik Injil hari ini menantang kita untuk jujur: mungkin kita bisa mendengar secara fisik, tetapi tuli secara rohani.

Ketulian Rohani Zaman Sekarang

Di era digital, kita mendengar banyak suara:

  • Notifikasi
  • Opini
  • Berita
  • Komentar

Namun justru semakin sulit:

  • Mendengar suara Tuhan
  • Mendengarkan sesama dengan empati
  • Mendengar jeritan orang kecil dan tersingkir

📌 Renungan Katolik Jumat ini menegaskan bahwa ketulian rohani sering kali lebih berbahaya daripada ketulian fisik, karena membuat hati kita tertutup terhadap kebenaran dan kasih.

Lidah yang Terbuka untuk Kebenaran

Setelah disembuhkan, orang itu berkata-kata dengan baik.

Ini bukan hanya soal bicara lancar, tetapi:

  • Berani bersuara
  • Mampu mengungkapkan kebenaran
  • Dapat memuliakan Tuhan melalui kata-kata

Yesus membuka telinga terlebih dahulu, baru kemudian lidah.

Artinya: mendengar selalu mendahului berbicara.

👉 Dalam renungan harian Katolik ini, kita diajak belajar:

  • Mendengar sebelum menghakimi
  • Mendengar sebelum menasihati
  • Mendengar Tuhan sebelum berbicara atas nama-Nya

“Ia Menjadikan Segala-galanya Baik”

Reaksi orang banyak sangat indah:

“Ia menjadikan segala-galanya baik.”

Kalimat ini mengingatkan kita pada kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian. Yesus, Sang Sabda, menghadirkan pembaruan ciptaan.

✨ Tuhan tidak hanya memperbaiki yang rusak.

✨ Ia memulihkan martabat manusia secara utuh.

👉 Renungan Katolik Markus 7:31–37 menegaskan bahwa di tangan Tuhan, tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan.

Relevansi untuk Hidup Kita

Hari ini, mungkin kita tidak tuli atau gagap secara fisik. Namun:

  • Apakah kita sungguh mendengar Tuhan dalam doa?
  • Apakah kita mendengar pasangan, anak, orang tua, dan sesama?
  • Apakah kata-kata kita membangun atau melukai?

Yesus masih berkata kepada kita hari ini:

“Efata!”

Terbukalah:

  • untuk mendengar kehendak Tuhan
  • untuk berbicara dengan kasih
  • untuk hidup sebagai saksi Injil

Refleksi Pribadi

Luangkan waktu sejenak dan tanyakan:

  • Di bagian mana hidupku masih tertutup?
  • Suara apa yang paling sering kudengar: suara Tuhan atau suara dunia?
  • Apakah lidahku lebih sering memuji atau mengeluh?

👉 Renungan Katolik hari ini mengajak kita membuka diri agar Tuhan berkarya sepenuhnya dalam hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ucapkanlah kembali sabda-Mu dalam hidupku: “Efata.”

Bukalah telingaku agar aku mendengar suara-Mu. Bukalah hatiku agar aku menerima kehendak-Mu.

Bukalah mulutku agar aku mewartakan kasih-Mu dengan kata dan perbuatan. Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Hari Jumat, 13 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:31–37, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url