Renungan Katolik Harian Minggu, 18 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34

Renungan Katolik Harian Minggu, 18 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34

✨ Renungan Katolik Harian Minggu, 18 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34

“Lihatlah Anak Domba Allah” Injil: Yohanes 1:29–34

📖 Injil Hari Ini

Dalam Injil Yohanes 1:29–34, Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus dan berseru:

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29)

Ini bukan sekadar pernyataan biasa. Inilah kesaksian iman. Inilah pengenalan rohani. Inilah momen ketika Yesus diperkenalkan kepada dunia bukan sebagai guru, bukan hanya sebagai nabi, tetapi sebagai Anak Domba Allah—Dia yang datang untuk menyelamatkan.

Dalam renungan Katolik hari ini, Gereja mengajak kita merenungkan siapa Yesus sungguh bagi kita. Bukan hanya dalam doa, bukan hanya di gereja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

🕊️ Yohanes: Pribadi yang Menunjuk, Bukan Menarik Perhatian

Yohanes Pembaptis adalah figur yang unik. Ia memiliki banyak pengikut. Ia dikenal luas. Ia dihormati sebagai nabi. Namun ketika Yesus datang, Yohanes tidak mempertahankan popularitasnya. Ia tidak bersaing. Ia tidak menempatkan diri di pusat.

Ia berkata dengan jelas:

👉 “Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (bdk. Yoh 3:30)

Dalam Injil hari ini, Yohanes melakukan hal yang sangat indah: ia menunjuk Yesus.

Inilah inti panggilan setiap orang beriman:

bukan membuat orang melihat diri kita, tetapi membantu mereka melihat Kristus.

Dalam renungan Injil Yohanes 1:29–34, kita belajar bahwa iman sejati selalu bersifat menunjuk: menunjuk kepada Tuhan, bukan kepada ego.

🐑 Makna “Anak Domba Allah”

Mengapa Yohanes menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah?

Dalam tradisi Yahudi, anak domba adalah simbol korban:

  • Anak domba Paskah → tanda pembebasan dari Mesir
  • Anak domba korban → lambang penebusan dosa
  • Anak domba tak bercela → simbol kemurnian

Dengan menyebut Yesus “Anak Domba Allah”, Yohanes sedang berkata:

👉 Yesus adalah kurban sejati.

👉 Yesus adalah pembebasan baru.

👉 Yesus adalah yang datang untuk menghapus dosa dunia.

Dalam renungan Katolik Minggu 18 Januari 2026, kita diingatkan bahwa Yesus tidak datang pertama-tama untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan.

Bukan untuk mempermalukan manusia, tetapi untuk memulihkan manusia.

🌊 Roh Kudus yang Tinggal di Atas-Nya

Yohanes memberi kesaksian:

“Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan tinggal di atas-Nya.” (Yoh 1:32)

Tanda inilah yang menegaskan bahwa Yesus adalah Dia yang dijanjikan Allah.

Roh Kudus tidak hanya turun sebentar. Ia tinggal.

Artinya, seluruh hidup Yesus dipenuhi Roh Allah.

Ini penting dalam kehidupan iman kita.

Dalam renungan harian Katolik, kita diingatkan bahwa hidup Kristen bukan hanya soal tahu ajaran, tetapi soal membiarkan Roh Kudus tinggal dalam diri kita: dalam pikiran, keputusan, relasi, dan cara hidup.

🔥 Dari Kesaksian Menuju Iman

Yohanes tidak memaksa orang untuk percaya. Ia bersaksi. Ia berbicara dari pengalaman:

“Aku telah melihat dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:34)

Iman tumbuh bukan hanya dari teori, tetapi dari perjumpaan.

Banyak orang mengenal Yesus sebagai tokoh sejarah.

Namun iman lahir ketika seseorang dapat berkata:

👉 “Aku telah melihat.”

👉 “Aku telah mengalami.”

Dalam konteks renungan Katolik hari ini, kita diajak bertanya:

  • Apakah Yesus bagiku hanya nama?
  • Ataukah Dia sungguh Pribadi yang pernah menyentuh hidupku?

🌿 Relevansi bagi Hidup Kita Sekarang

Di tengah dunia digital, banjir opini, dan kebisingan konten, manusia mudah kehilangan arah. Banyak “suara” ingin kita ikuti.

Namun Yohanes mengajarkan sikap rohani yang penting:

👉 menunjuk kepada Kristus di tengah keramaian.

Sebagai remaja, Gen Z, orang tua, pekerja, pelayan Gereja, kita dipanggil untuk:

  • Menjadi pribadi yang membawa orang lebih dekat kepada Tuhan
  • Menjadi saksi lewat sikap, bukan hanya kata
  • Menjadi murid yang berani berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah.”

Dalam renungan Katolik tentang Yesus Anak Domba Allah, kita belajar bahwa dunia tidak terutama membutuhkan orang pintar, tetapi saksi iman.

🌾 Melihat Yesus dalam Ekaristi

Setiap kali Misa, imam mengangkat Hosti dan berkata:

“Lihatlah Anak Domba Allah…”

Ini bukan kebetulan. Gereja sengaja menggemakan kembali seruan Yohanes.

Artinya, Injil hari ini tidak berhenti di Kitab Suci.

Ia berlanjut di altar.

Dalam Ekaristi, kita tidak hanya mengenang Yesus, tetapi sungguh berjumpa dengan Dia yang menghapus dosa dunia.

Maka renungan Injil Minggu ini juga mengajak kita memperbarui sikap hati saat Misa:

bukan rutinitas, tetapi perjumpaan.

💬 Refleksi Pribadi

Luangkan sejenak dan tanyakan pada dirimu:

  • Siapakah Yesus bagiku hari ini?
  • Apakah aku masih mampu “melihat” Dia dalam doaku, dalam sabda, dalam Ekaristi, dalam sesama?
  • Dalam hidupku, apakah aku lebih sering menunjuk diriku, atau menunjuk Kristus?

🙏 Doa Penutup

Tuhan Yesus, Anak Domba Allah, 

Engkau datang bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kelembutan.

Engkau datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan.

Bukalah mataku agar aku sungguh melihat Engkau.

Bukalah hatiku agar aku berani bersaksi tentang Engkau.

Dan jadikanlah hidupku tanda yang menunjuk kepada-Mu.

Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Harian Minggu, 18 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url