Renungan Katolik Harian Senin, 5 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 4:12–17.23–25

Renungan Katolik Harian Senin, 5 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 4:12–17.23–25

✨ Renungan Katolik Harian Senin, 5 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 4:12–17.23-25

“Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar.”

Terang yang Datang untuk Mereka yang Merasa ‘Gelap’

Hari ini kita memasuki ayat-ayat awal pelayanan Yesus setelah Yohanes Pembaptis ditangkap. Injil Matius menggambarkan bagaimana Yesus meninggalkan Nazaret dan menetap di Kapernaum, wilayah perbatasan—sebuah tempat yang bukan sentral religius, bukan juga tempat yang ideal untuk memulai gerakan besar. Namun justru di sana, nubuat Yesaya digenapi:

“Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar.”

Inilah salah satu gambaran terindah tentang karya Allah:

Terang selalu datang ke tempat yang gelap.

Tidak ke tempat yang sudah terang. Tidak ke tempat yang sudah rapi.

Tetapi ke tempat yang dianggap biasa, diabaikan, bahkan diselimuti bayang-bayang.

Bagian awal Injil ini mengingatkan bahwa hidup kita pun sering seperti wilayah “Zebulon dan Naftali”—tempat-tempat yang tidak dianggap penting, bagian hidup yang justru kita tutupi, atau sisi-sisi diri kita yang penuh kegagalan dan kelemahan. Namun justru ke sanalah Yesus memilih datang.

Dalam konteks renungan Katolik harian, Injil hari ini mengajak kita melihat bahwa Allah tidak menunggu kita sempurna untuk dikunjungi.

Ia masuk ke area hidup yang retak, lelah, dan gelap—untuk menerangi.

Pertobatan: Bukan Menjadi Sempurna, Tapi Menjadi Terbuka

Yesus memulai pewartaan-Nya dengan kalimat sederhana:

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Sering kali kata bertobat terasa berat—seolah harus mengubah hidup secara drastis, meninggalkan semua kesalahan dalam sekali waktu. Tetapi dalam konteks Injil Matius, pertobatan bukan tentang menjadi sempurna.

Pertobatan adalah membuka diri pada terang.

Pertobatan berarti:

  • Tidak lagi membiarkan diri terperangkap dalam pola lama.
  • Tidak menyerah pada kegelapan batin.
  • Tidak hidup dengan mentalitas “ya memang begini hidup saya, tidak bisa berubah.”

Dalam renungan Matius 4:12–17, pertobatan adalah ajakan lembut untuk menerima kehadiran Yesus yang datang mendekat.

Yesus tidak berkata,

“Sempurnakan hidupmu, barulah Aku datang.”

Tetapi:

“Aku sudah dekat. Maka bukalah hatimu.”

Pelayanan Yesus: Menyentuh yang Terluka, Menyembuhkan yang Lelah

Ayat 23–25 menampilkan rangkuman indah tentang pelayanan Yesus:

  • Ia mengajar
  • Ia mewartakan Kabar Baik
  • Ia menyembuhkan segala penyakit
  • Ia memulihkan kelemahan manusia

Itu berarti terang Kristus bekerja melalui tiga cara:

menyentuh pikiran, hati, dan tubuh.

Inilah wajah Allah yang lengkap—yang peduli bukan hanya pada rohani kita tetapi juga luka fisik, kekhawatiran emosional, dan kelelahan mental.

Dalam kehidupan modern yang cepat dan melelahkan, kita sering mengalami penyakit yang tidak terlihat:

  • Burnout
  • Overthinking
  • Kehilangan arah
  • Kekosongan batin
  • Tekanan sosial dan akademik
  • Perfeksionisme yang menekan

Pelayanan Yesus dalam bacaan ini menyampaikan pesan yang sangat relevan:

Allah melihat seluruh dirimu—dan ingin menyembuhkan semuanya.

Inilah inti renungan Katolik harian: memahami bahwa Allah sungguh hadir dan bekerja di sisi-sisi hidup kita yang sering kita remehkan.

Mengikuti Terang: Hidup Sebagai Murid Kristus

Ketika orang banyak datang mengikuti Yesus, itu bukan karena mereka sudah kudus.

Mereka datang karena:

  • membutuhkan pengajaran,
  • membutuhkan pegangan,
  • membutuhkan penyembuhan,
  • membutuhkan harapan.

Itu sama seperti kita hari ini.

Menjadi murid Kristus bukan tentang kehebatan kita, tapi tentang kesiapan kita untuk selalu datang kepada-Nya.

Menjadi murid berarti:

  • Membiarkan terang-Nya menerangi pilihan hidup kita
  • Membuka hati pada pembaruan
  • Menomorsatukan Dia, bukan perasaan kita
  • Mengizinkan Injil membentuk cara pikir dan kebiasaan kita

Menjadi murid berarti berjalan menuju terang, sedikit demi sedikit—bahkan jika langkah kita kecil.

Apa “Kapernaum” dalam Hidupku Hari Ini?

Setiap orang punya “Kapernaum”—tempat dalam hidupnya di mana Yesus ingin memulai sesuatu yang baru:

  • Kelelahan yang tak pernah diungkapkan
  • Luka masa lalu
  • Kekhawatiran di keluarga
  • Ketakutan menghadapi masa depan
  • Kebiasaan buruk yang ingin diubah
  • Relasi yang mulai retak
  • Spiritualitas yang terasa dingin

Renungan hari ini mengajak kita bertanya:

Di sisi mana dari hidupku Yesus ingin datang sebagai terang?

Apa area gelap yang perlu kubuka agar Ia bisa menyembuhkan?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau adalah terang yang datang ke tempat-tempat gelap dalam hidup kami. Hari ini kami membuka hati untuk menerima-Mu. Terangi sisi-sisi hidup kami yang lelah, rapuh, atau terluka. Ajari kami bertobat dengan menjadi lebih terbuka terhadap karya-Mu. Jadikan kami murid-Mu yang berjalan dalam terang-Mu setiap hari. Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Harian Senin, 5 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 4:12–17.23–25, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url