Renungan Katolik Hari Ini 25 Agustus 2026

Renungan Katolik hari ini 25 Agustus 2026 dengan Injil Matius 23:23-26 tentang keadilan belas kasih dan kesetiaan

Renungan Katolik Hari Ini, 25 Agustus 2026: Jangan Hanya Tampak Baik di Luar

Tanggal: Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Liturgi: Selasa Biasa XXI
Bacaan Injil: Matius 23:23-26
Tema: Membersihkan Hati dan Menghidupi Keadilan, Belas Kasih, serta Kesetiaan

Renungan Katolik Hari Ini

Ada perbedaan besar antara terlihat baik dan sungguh-sungguh baik. Ada pula perbedaan antara melakukan banyak hal keagamaan dan benar-benar membiarkan Tuhan mengubah hati kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah sekali memperhatikan apa yang tampak dari luar. Kita melihat bagaimana seseorang berbicara, berpakaian, beribadah, bekerja, melayani, atau memperlakukan orang lain. Namun, kita tidak selalu mengetahui apa yang terjadi di dalam hati seseorang. Bahkan terhadap diri sendiri pun, terkadang kita lebih mudah menilai penampilan luar daripada memeriksa kedalaman hati.

Injil pada Matius 23:23-26 membawa kita kepada sebuah teguran Yesus yang sangat tajam, tetapi sekaligus menyelamatkan. Yesus menegur para ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena mereka begitu teliti dalam perkara-perkara lahiriah, tetapi mengabaikan perkara yang jauh lebih penting: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

Yesus tidak mengatakan bahwa hal-hal kecil dalam kehidupan beriman tidak penting. Ia justru menunjukkan bahwa segala praktik keagamaan harus mempunyai akar dalam hati yang benar di hadapan Allah.

Karena itu, renungan Katolik hari ini mengajak kita untuk bertanya dengan jujur: Apakah kehidupan iman saya hanya terlihat baik dari luar, atau sungguh-sungguh berakar dalam kasih kepada Tuhan dan sesama?

Baca juga Kalender Liturgi Katolik Agustus 2026 Lengkap

Bacaan Injil: Matius 23:23-26

Dalam Injil ini, Yesus berkata kepada para ahli Taurat dan orang Farisi bahwa mereka memberikan persepuluhan dari berbagai hasil, tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih penting dalam hukum Taurat, yaitu keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

Kemudian Yesus menggunakan gambaran yang sangat kuat. Ia berbicara tentang orang yang membersihkan bagian luar cawan dan pinggan, tetapi membiarkan bagian dalamnya penuh dengan rampasan dan kerakusan.

Pesan Yesus jelas: Allah tidak hanya melihat apa yang tampak di permukaan. Allah melihat hati.

Seseorang dapat tampak sangat saleh, tetapi menyimpan kebencian. Seseorang dapat rajin berdoa, tetapi tidak mau mengampuni. Seseorang dapat aktif dalam pelayanan, tetapi haus akan pujian. Seseorang dapat berbicara mengenai kasih, tetapi memperlakukan orang lain dengan kasar.

Di sinilah Injil menjadi cermin.

Kita tidak dipanggil untuk menggunakan Injil sebagai alat menilai orang lain. Sebaliknya, kita dipanggil untuk membiarkan Sabda Tuhan terlebih dahulu menilai dan menerangi diri kita sendiri.

Baca juga Renungan Katolik Bulan Agustus 2026: Kalender & Refleksi

Yesus Tidak Menolak Kehidupan Keagamaan

Ada hal penting yang perlu kita perhatikan dalam perkataan Yesus. Ia tidak berkata bahwa memberi persepuluhan atau menjalankan praktik keagamaan itu salah.

Yesus berkata bahwa semuanya itu perlu dilakukan, tetapi jangan sampai perkara yang lebih penting diabaikan.

Ini berarti kehidupan iman tidak boleh berhenti pada aturan dan kebiasaan. Doa, misa, devosi, membaca Kitab Suci, berziarah, berpuasa, memberikan persembahan, dan berbagai bentuk pelayanan memiliki tempat yang penting dalam kehidupan seorang Katolik.

Namun semuanya itu harus membawa kita semakin dekat kepada kasih.

Jika doa membuat kita semakin sombong, ada sesuatu yang perlu diperiksa.

Jika pelayanan membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain, ada sesuatu yang perlu dimurnikan.

Jika pengetahuan agama membuat kita gemar menghakimi, ada sesuatu yang belum sungguh-sungguh kita pahami.

Jika devosi kepada orang kudus tidak membuat kita semakin menyerupai Kristus dalam kasih, kerendahan hati, dan pengampunan, maka kita perlu kembali kepada inti iman.

Yesus mengingatkan kita bahwa kehidupan beriman bukanlah pertunjukan kesalehan. Kehidupan beriman adalah perjalanan perubahan hati.

Baca juga Bacaan Injil Hari Ini Selasa 25 Agustus 2026 Matius 23:23-26

Keadilan, Belas Kasih, dan Kesetiaan

Tiga hal yang disebut Yesus dalam Injil hari ini sangat penting: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

1. Keadilan

Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Tetapi dalam terang Injil, keadilan juga berarti memperlakukan sesama dengan martabat yang layak sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah.

Kita dapat bertanya:

Apakah saya memperlakukan orang lain dengan adil?

Apakah saya mudah menyalahkan seseorang tanpa mengetahui seluruh keadaannya?

Apakah saya memperlakukan orang yang lemah dengan hormat?

Apakah saya hanya baik kepada orang-orang yang dapat memberikan keuntungan bagi saya?

Keadilan dimulai dari hal-hal sederhana.

Ketika kita tidak mengambil hak orang lain, kita sedang belajar keadilan.

Ketika kita tidak menyebarkan cerita yang belum tentu benar tentang seseorang, kita sedang belajar keadilan.

Ketika kita memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, kita sedang belajar keadilan.

Ketika kita mengakui kesalahan dan tidak mencari kambing hitam, kita sedang belajar keadilan.

2. Belas Kasih

Belas kasih adalah hati yang mampu melihat penderitaan orang lain dan tidak memilih untuk berpaling.

Kita hidup di tengah dunia yang sering kali bergerak begitu cepat. Banyak orang sibuk dengan urusan sendiri sehingga penderitaan orang lain tidak lagi diperhatikan.

Padahal, bisa jadi seseorang di dekat kita sedang mengalami kesulitan. Bisa jadi seorang teman sedang merasa sendirian. Bisa jadi anggota keluarga membutuhkan perhatian sederhana. Bisa jadi seseorang melakukan kesalahan bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena ia sedang menghadapi pergumulan yang tidak kita ketahui.

Belas kasih tidak selalu membutuhkan tindakan besar.

Kadang-kadang belas kasih berarti mendengarkan.

Kadang-kadang berarti tidak membalas kata-kata kasar dengan kemarahan.

Kadang-kadang berarti memberi kesempatan kedua.

Kadang-kadang berarti mendoakan seseorang yang membuat kita kecewa.

Dan kadang-kadang belas kasih berarti berani mengatakan kebenaran, tetapi dengan kasih dan kelembutan.

3. Kesetiaan

Kesetiaan berarti tetap berjalan bersama Tuhan bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Kesetiaan adalah ketika kita tetap berbuat benar meskipun tidak mendapatkan pujian.

Kesetiaan adalah ketika kita tetap berdoa meskipun hati sedang kering.

Kesetiaan adalah ketika kita tetap memilih kejujuran meskipun kebohongan tampak lebih menguntungkan.

Kesetiaan adalah ketika kita tetap mengasihi meskipun kasih itu tidak segera dibalas.

Dalam kehidupan rohani, kesetiaan sering kali tidak terlihat spektakuler. Justru ia tumbuh dalam rutinitas sederhana: doa pagi, membaca Injil, mengikuti Ekaristi, menjalankan tanggung jawab, menghormati orang tua, membantu sesama, belajar dengan tekun, bekerja dengan jujur, dan meminta maaf ketika bersalah.

Kesetiaan seperti itu mungkin tidak masuk berita. Tetapi semuanya berharga di mata Tuhan.

Jangan Hanya Membersihkan Bagian Luar

Perumpamaan tentang cawan dan pinggan dalam Injil hari ini sangat kuat.

Bayangkan sebuah cawan yang bagian luarnya sangat bersih dan mengilap. Namun, ketika seseorang melihat bagian dalamnya, ternyata kotor.

Demikianlah Yesus menggambarkan kehidupan rohani yang hanya memperhatikan penampilan luar.

Kita juga dapat mengalami hal serupa.

Kita mungkin sangat memperhatikan bagaimana orang melihat diri kita. Kita ingin dianggap baik, rajin, sopan, saleh, aktif, dan sukses.

Tidak ada yang salah dengan menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Yang perlu diperiksa adalah mengapa kita melakukannya.

Apakah saya melakukan kebaikan karena mencintai Tuhan?

Ataukah saya melakukannya supaya dipuji?

Apakah saya berdoa karena sungguh membutuhkan Tuhan?

Ataukah saya berdoa hanya agar dianggap sebagai orang yang saleh?

Apakah saya membantu orang lain karena kasih?

Ataukah saya ingin terlihat murah hati?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin terasa tidak nyaman. Namun, pertumbuhan rohani membutuhkan keberanian untuk melihat diri sendiri dengan jujur.

Tuhan Ingin Membersihkan Bagian Dalam Hati Kita

Kabar baik dari Injil hari ini adalah bahwa Yesus tidak sekadar menegur. Ia juga menunjukkan jalan pemulihan.

Hati kita dapat dibersihkan.

Kita tidak harus selamanya terjebak dalam kesombongan, kemarahan, iri hati, egoisme, atau keinginan untuk dipuji.

Kristus datang bukan hanya untuk membuat kita terlihat lebih baik. Kristus datang untuk mengubah hati manusia dari dalam.

Perubahan itu berlangsung perlahan.

Kadang-kadang kita menyadari bahwa kita masih mudah marah.

Kadang-kadang kita menemukan bahwa kita belum mampu mengampuni.

Kadang-kadang kita menyadari bahwa kita terlalu membutuhkan pengakuan orang lain.

Kadang-kadang kita menemukan bahwa kita lebih mencintai kenyamanan daripada pelayanan.

Jangan berkecil hati ketika menemukan kelemahan tersebut.

Kesadaran akan kelemahan bukanlah akhir perjalanan. Justru itu dapat menjadi awal pertobatan.

Orang yang tidak pernah memeriksa hati tidak akan mengetahui apa yang perlu disembuhkan.

Sebaliknya, orang yang berani datang kepada Tuhan dengan hati terbuka dapat berkata:

"Tuhan, inilah diriku. Bersihkanlah apa yang kotor. Lembutkanlah apa yang keras. Rendahkanlah apa yang sombong. Sembuhkanlah apa yang terluka. Ajarlah aku mencintai seperti Engkau."

Itulah doa seorang murid.

Baca juga Renungan Besok 26 Agustus 2026

Refleksi Sabda Tuhan untuk Kehidupan Sehari-hari

Refleksi Sabda Tuhan hari ini dapat kita bawa ke dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam keluarga

Kita dapat terlihat sebagai keluarga yang baik di depan orang lain, tetapi hubungan di dalam rumah mungkin penuh dengan kata-kata kasar, sikap tidak peduli, atau luka yang tidak pernah diselesaikan.

Injil hari ini mengajak kita membersihkan "bagian dalam cawan" kehidupan keluarga.

Mulailah dengan perkataan sederhana:

"Maaf."

"Terima kasih."

"Aku mengerti."

"Aku akan berusaha memperbaikinya."

Kata-kata sederhana dapat menjadi pintu menuju rekonsiliasi.

Dalam persahabatan

Persahabatan juga membutuhkan keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

Jangan hanya menjadi teman ketika semuanya menyenangkan. Persahabatan sejati diuji ketika seseorang mengalami kesulitan.

Belajar mendengarkan tanpa cepat menghakimi.

Belajar memberi nasihat tanpa merendahkan.

Belajar menegur tanpa mempermalukan.

Dan belajar mengampuni tanpa terus mengungkit kesalahan masa lalu.

Dalam pekerjaan dan tanggung jawab

Kesetiaan juga tampak dalam tanggung jawab.

Melakukan pekerjaan dengan baik meskipun tidak diawasi adalah bentuk kejujuran.

Tidak mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain adalah bentuk keadilan.

Membantu rekan yang sedang kesulitan adalah bentuk belas kasih.

Dengan demikian, iman tidak hanya hidup di gereja. Iman menjadi nyata di meja kerja, di sekolah, di rumah, dalam komunitas, dan dalam setiap keputusan kecil.

Dalam kehidupan menggereja

Gereja membutuhkan orang-orang yang mau melayani. Namun pelayanan tidak boleh menjadi panggung untuk mencari kehormatan pribadi.

Ketika kita diberi tugas, lakukanlah dengan rendah hati.

Ketika tidak mendapat tugas, jangan merasa tidak dihargai.

Ketika orang lain mendapat pujian, bersukacitalah.

Ketika pelayanan kita tidak diperhatikan, tetaplah setia.

Sebab pada akhirnya, pelayanan kita bukan pertama-tama ditujukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan.

Baca juga Renungan Katolik Hari Ini: Matius 19:23-30 — Melepaskan Keterikatan Duniawi

Renungan Harian Katolik: Apakah Hatiku Sudah Bersih?

Renungan harian Katolik tidak hanya bertujuan memberikan kata-kata penghiburan. Renungan juga seharusnya membantu kita berhenti sejenak dan bertanya tentang arah hidup kita.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Hari ini, mungkin kita perlu melakukan pemeriksaan batin sederhana.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Apakah saya lebih sibuk menjaga citra daripada menjaga hati?

Apakah saya lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri?

Apakah saya menjalankan kewajiban agama tetapi melupakan kasih kepada sesama?

Apakah saya masih menyimpan kebencian yang perlu saya serahkan kepada Tuhan?

Apakah saya mau mengampuni?

Apakah saya setia melakukan kebaikan meskipun tidak dipuji?

Apakah iman saya membuat saya semakin lembut, rendah hati, dan penuh belas kasih?

Tidak perlu menjawab semuanya dengan sempurna.

Yang penting adalah kejujuran.

Tuhan tidak menuntut kita datang kepada-Nya dengan hati yang sudah sempurna. Tuhan mengundang kita datang dengan hati yang mau dibentuk.

Baca juga 19 Agustus 2026 – Renungan Katolik Hari Ini: Belajar Mengikuti Kristus dengan Setia

Kesalehan yang Berakar dalam Kasih

Yesus mengingatkan kita tentang prioritas.

Kita dapat melakukan banyak hal, tetapi jangan sampai kehilangan yang utama.

Kita dapat memiliki banyak pengetahuan agama, tetapi jangan kehilangan kasih.

Kita dapat hafal banyak doa, tetapi jangan lupa mengampuni.

Kita dapat rajin menghadiri kegiatan rohani, tetapi jangan melupakan orang yang membutuhkan perhatian.

Kita dapat berbicara tentang kebenaran, tetapi jangan kehilangan belas kasih.

Inilah kedewasaan iman.

Kekristenan bukan hanya soal melakukan sesuatu untuk Tuhan, melainkan membiarkan Tuhan mengubah siapa diri kita.

Semakin dekat seseorang kepada Kristus, seharusnya semakin nyata pula buah kasih dalam kehidupannya.

Ia tidak menjadi manusia yang sempurna dalam sekejap. Namun ia menjadi manusia yang terus bertobat.

Ia belajar meminta maaf.

Ia belajar mengampuni.

Ia belajar mendengarkan.

Ia belajar menahan diri.

Ia belajar memberikan kesempatan.

Ia belajar bersyukur.

Ia belajar melayani tanpa mencari pujian.

Dan perlahan-lahan, bagian dalam "cawan" kehidupannya dibersihkan oleh rahmat Allah.

Baca juga 20 Agustus 2026 – Renungan Katolik Hari Ini: Mengutamakan Kerajaan Allah

Tuhan Melihat Hati yang Tersembunyi

Ada banyak kebaikan yang tidak diketahui manusia.

Ada orang yang setiap pagi mendoakan keluarganya tanpa pernah bercerita kepada siapa pun.

Ada orang yang diam-diam membantu sesamanya.

Ada orang yang memilih mengampuni meskipun sangat terluka.

Ada orang yang tetap setia menjalankan tanggung jawab meskipun tidak mendapatkan penghargaan.

Ada orang yang menangis dalam doa, tetapi tetap percaya kepada Tuhan.

Manusia mungkin tidak melihat semua itu.

Tetapi Tuhan melihat.

Karena itu, kita tidak perlu hidup hanya untuk mendapatkan pengakuan manusia.

Jika kebaikan kita tidak diketahui orang lain, Tuhan mengetahuinya.

Jika pelayanan kita tidak dihargai, Tuhan melihatnya.

Jika kesetiaan kita tidak dipuji, Tuhan tidak melupakannya.

Injil hari ini membebaskan kita dari kebutuhan untuk selalu tampak hebat.

Kita boleh menjadi sederhana.

Kita boleh menjadi tersembunyi.

Kita boleh melakukan kebaikan tanpa kamera, tanpa tepuk tangan, dan tanpa pujian.

Sebab yang terutama bukan bagaimana kita terlihat di hadapan manusia, melainkan bagaimana hati kita di hadapan Allah.

Baca juga 21 Agustus 2026 — Renungan Katolik Hari Ini

Belajar Menjadi Pribadi yang Utuh

Ada sebuah kesatuan yang perlu dibangun dalam diri kita: apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita simpan dalam hati.

Jangan sampai mulut berkata tentang kasih tetapi hati menyimpan kebencian.

Jangan sampai tangan memberikan bantuan tetapi hati menuntut pujian.

Jangan sampai bibir mengucapkan doa tetapi kehidupan sehari-hari penuh dengan ketidakjujuran.

Tuhan menghendaki hati yang utuh.

Artinya, kehidupan iman kita tidak berhenti ketika doa selesai.

Doa seharusnya mengalir menjadi tindakan.

Misa seharusnya mengalir menjadi kasih.

Mendengarkan Sabda seharusnya mengalir menjadi pertobatan.

Menerima pengampunan Tuhan seharusnya membuat kita lebih mudah mengampuni.

Dengan demikian, iman menjadi sesuatu yang hidup.

Baca juga 22 Agustus 2026 — Santa Perawan Maria Ratu

Pertanyaan untuk Doa dan Keheningan Hari Ini

Sebelum mengakhiri renungan hari ini, ambillah beberapa menit dalam keheningan.

Bayangkan Tuhan sedang memandang kita bukan dengan tatapan penghukuman, melainkan dengan kasih seorang Bapa yang menginginkan kebaikan kita.

Kemudian tanyakan:

  1. Bagian mana dari hidup saya yang selama ini hanya saya perhatikan dari luar?
  2. Apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam hati saya?
  3. Apakah ada kebencian yang perlu saya serahkan kepada Tuhan?
  4. Apakah ada seseorang yang perlu saya perlakukan dengan lebih penuh belas kasih?
  5. Apakah saya melakukan kebaikan demi Tuhan atau demi pujian manusia?
  6. Dalam hal apa saya perlu belajar lebih setia?
  7. Apa satu tindakan kasih yang dapat saya lakukan hari ini?

Tidak perlu melakukan banyak hal sekaligus.

Pilih satu langkah kecil.

Mungkin menghubungi seseorang yang sudah lama tidak kita sapa.

Mungkin meminta maaf.

Mungkin berhenti menghakimi seseorang.

Mungkin membantu tanpa memberitahukannya kepada orang lain.

Mungkin menyediakan waktu beberapa menit untuk berdoa dengan sungguh-sungguh.

Hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi persembahan yang indah di hadapan Tuhan.

Baca juga 23 Agustus 2026 — Renungan Katolik Hari Ini

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim,

hari ini Engkau mengingatkan kami agar tidak hanya membersihkan bagian luar kehidupan kami, tetapi juga memperhatikan keadaan hati kami.

Sering kali kami lebih peduli terhadap apa yang dilihat manusia daripada apa yang Engkau lihat. Kami ingin dipuji, dihargai, dianggap baik, dan diterima. Namun Engkau mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi dalam diri kami.

Tuhan, bersihkanlah hati kami.

Jika ada kesombongan, berilah kami kerendahan hati.

Jika ada kebencian, ajarlah kami mengampuni.

Jika ada iri hati, ajarlah kami bersyukur.

Jika ada kekerasan hati, lembutkanlah kami.

Jika ada keinginan untuk dipuji, ajarlah kami melayani dengan tulus.

Jika kami lebih mudah menghakimi daripada memahami, berilah kami hati yang penuh belas kasih.

Ajarlah kami mengutamakan keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

Semoga kehidupan doa kami tidak berhenti pada kata-kata, tetapi menghasilkan kasih yang nyata.

Semoga Ekaristi yang kami rayakan mengubah hati kami sehingga kami semakin menyerupai-Mu.

Ketika tidak ada seorang pun yang melihat kebaikan kami, berilah kami kesetiaan untuk tetap berbuat baik.

Ketika kami kecewa karena tidak dihargai, ingatkan kami bahwa Engkau melihat hati kami.

Ketika kami jatuh dalam kelemahan, berilah kami keberanian untuk bangkit dan bertobat.

Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami seperti cawan yang bersih di dalam dan di luar: sederhana, jujur, rendah hati, penuh kasih, dan setia.

Semoga melalui hidup kami, orang lain dapat mengalami sedikit saja kebaikan dan kasih-Mu.

Amin.

Baca juga Renungan Katolik Hari Ini 24 Agustus 2026

Penutup Renungan Katolik Hari Ini

Sabda Tuhan dalam Matius 23:23-26 mengajak kita kembali kepada pusat kehidupan iman: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

Jangan sampai kita terlalu sibuk memperindah bagian luar hingga lupa membersihkan bagian dalam.

Hari ini bukan tentang menjadi sempurna. Hari ini adalah tentang berani membiarkan Kristus masuk lebih dalam ke dalam hati kita.

Mungkin ada bagian hati yang belum selesai.

Mungkin ada luka yang belum sembuh.

Mungkin ada pengampunan yang belum diberikan.

Mungkin ada kesombongan yang belum kita sadari.

Mungkin ada kebaikan yang selama ini kita lakukan hanya demi mendapatkan pengakuan.

Bawalah semuanya kepada Tuhan.

Ia tidak menolak hati yang datang dengan jujur.

Biarkan Sabda-Nya menjadi cermin. Biarkan rahmat-Nya menjadi air yang membersihkan. Biarkan kasih-Nya menjadi kekuatan yang mengubah.

Kiranya renungan Katolik hari ini membantu kita memahami bahwa kekudusan bukan terutama tentang bagaimana kita terlihat di hadapan manusia, melainkan tentang bagaimana kita membiarkan Allah membentuk hati kita.

Dan ketika hati telah disentuh oleh kasih Tuhan, kehidupan kita pun perlahan berubah.

Kita menjadi lebih adil.

Lebih berbelas kasih.

Lebih setia.

Lebih rendah hati.

Lebih mampu mengampuni.

Dan akhirnya, semakin menyerupai Kristus.

Semoga renungan harian Katolik ini menjadi pengingat bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertobat dan bertumbuh dalam kasih.

Tuhan memberkati langkah kita hari ini.

Demikianlah Renungan Katolik Hari Ini 25 Agustus 2026, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url