Renungan Katolik Hari Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:24–30

Renungan Katolik Hari Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:24–30

🌄 Renungan Katolik Hari Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:24–30

Iman yang Tidak Menyerah Injil: Markus 7:24–30

“Hai ibu, karena perkataanmu itu, pergilah, setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Mrk 7:29)

Dalam perjalanan iman, kita sering berpikir bahwa Tuhan akan langsung menjawab doa kita—cepat, jelas, dan sesuai harapan. Namun Injil hari ini justru memperlihatkan sesuatu yang berbeda: doa yang diuji, iman yang seolah-olah ditolak, dan harapan yang nyaris dipatahkan.

Renungan Katolik hari ini (Kamis, 12 Februari 2026) mengajak kita merenungkan iman seorang perempuan Siro-Fenesia yang datang kepada Yesus dengan kerendahan hati, keberanian, dan ketekunan yang luar biasa.

Di tengah dunia yang serba instan, Injil Markus 7:24–30 mengajarkan bahwa iman sejati bukan iman yang mudah menyerah.

Yesus yang “Menjauh” dan Iman yang Tetap Mencari

Yesus memasuki daerah Tirus—wilayah non-Yahudi. Ia ingin bersembunyi, tidak mau dikenal. Namun Injil mencatat: “Ia tidak dapat tetap tersembunyi.”

Di sinilah muncul seorang perempuan non-Yahudi, seorang ibu, yang anaknya kerasukan roh jahat. Ia datang dan tersungkur di kaki Yesus.

Dalam kacamata sosial dan religius saat itu, perempuan ini:

  • Bukan orang Yahudi
  • Bukan bagian dari umat pilihan
  • Tidak punya “hak” atas mukjizat Mesias

Namun justru dari orang inilah Yesus menampilkan salah satu pujian iman paling kuat dalam Injil Markus.

👉 Renungan Katolik Injil Markus 7:24–30 ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah dibatasi oleh latar belakang manusia, tetapi oleh keterbukaan hati.

Ujian yang Terasa Menyakitkan

Jawaban Yesus terdengar keras dan tidak nyaman:

“Biarkanlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Bagi kita yang membacanya hari ini, kata-kata ini bisa terasa mengejutkan. Namun di sinilah inti renungan hari ini:

🔹 Yesus tidak sedang menolak, tetapi menguji

🔹 Bukan merendahkan, tetapi memurnikan iman

Berapa kali dalam hidup kita merasa:

  • Doa tidak dijawab
  • Tuhan seolah diam
  • Harapan terasa dipatahkan

Namun justru di titik inilah iman diuji: apakah kita pergi… atau tetap tinggal dan percaya?

Kerendahan Hati yang Menggerakkan Hati Tuhan

Jawaban perempuan itu luar biasa:

“Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Ia tidak tersinggung.

Ia tidak membela diri.

Ia tidak mundur.

Ia memilih kerendahan hati dan iman yang cerdas.

✨ Inilah iman yang:

  • Tidak menuntut
  • Tidak memaksa
  • Tetapi percaya penuh pada belas kasih Tuhan

Dan karena iman itulah, Yesus berkata:

“Karena perkataanmu itu…”

Bukan karena statusnya.

Bukan karena asal-usulnya.

Tetapi karena imannya.

👉 Renungan Katolik harian Kamis ini menegaskan bahwa Tuhan tersentuh oleh iman yang rendah hati dan tekun.

Iman yang Bekerja Tanpa Bukti Langsung

Yesus tidak ikut pulang ke rumah perempuan itu.

Ia tidak menyentuh anak itu secara langsung.

Ia hanya berkata: “Setan itu sudah keluar.”

Dan perempuan itu percaya.

Ia pulang—dan mendapati anaknya sembuh.

📌 Ini pesan penting bagi kita:

  • Tidak semua mukjizat disertai tanda spektakuler
  • Tidak semua doa dijawab dengan sensasi
  • Kadang iman diminta untuk percaya sebelum melihat

Relevansi Renungan Katolik Hari Ini

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin:

  • Berdoa bertahun-tahun untuk keluarga
  • Memohon kesembuhan
  • Mengharapkan perubahan yang tak kunjung terjadi

Injil hari ini berkata dengan lembut namun tegas:

Jangan menyerah. Jangan berhenti berharap. Jangan mundur karena satu penolakan.

💬 Tuhan mungkin sedang:

  • Menguatkan iman kita
  • Mengajar kita kerendahan hati
  • Menyiapkan jawaban yang lebih dalam dari sekadar keinginan kita

Refleksi Pribadi

Tanyakan pada diri kita hari ini:

  • Apakah aku mudah kecewa saat doaku belum dijawab?
  • Apakah aku masih percaya saat Tuhan terasa diam?
  • Apakah imanku cukup rendah hati untuk menerima “remah-remah” kasih karunia Tuhan?

👉 Renungan Katolik Injil Markus 7:24–30 mengajak kita untuk tetap percaya bahwa satu remah kasih Tuhan cukup untuk mengubah hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah aku iman yang tidak menyerah. Ketika doaku terasa ditolak, ketika harapanku diuji, mampukan aku tetap percaya bahwa kasih-Mu selalu bekerja, bahkan saat aku belum melihat hasilnya. Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Hari Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 7:24–30, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url