Mengapa Oktober Disebut Bulan Rosario? Ini Alasannya
Mengapa Bulan Oktober Disebut Bulan Rosario? Sejarah dan Makna Devosi Rosario
Bulan Oktober disebut sebagai Bulan Rosario dalam tradisi Gereja Katolik karena bulan ini secara khusus didedikasikan untuk doa Rosario. Sepanjang bulan Oktober, umat Katolik diajak untuk semakin tekun mendaraskan Rosario sambil merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria. Devosi ini bukan sekadar pengulangan doa, melainkan sebuah cara untuk membawa umat masuk lebih dalam ke dalam kehidupan, sengsara, wafat, kebangkitan, dan kemuliaan Kristus.
Rosario memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan rohani umat Katolik. Dengan rangkaian doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, serta permenungan atas peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus, Rosario membantu umat berdoa dengan hati, pikiran, dan ingatan. Bunda Maria dihormati bukan sebagai tujuan akhir doa, melainkan sebagai ibu yang menuntun umat untuk semakin dekat kepada Putranya, Yesus Kristus.
Lalu, mengapa bulan Oktober disebut Bulan Rosario? Apa hubungan bulan ini dengan sejarah Gereja? Mengapa tanggal 7 Oktober memiliki hubungan khusus dengan Rosario? Dan bagaimana umat Katolik dapat menghidupi devosi Rosario secara lebih bermakna?
Artikel ini membahas sejarah, makna, dan spiritualitas Bulan Rosario Oktober berdasarkan tradisi dan perkembangan devosi Rosario dalam Gereja Katolik.
Baca juga: Tata Cara Dan Urutan Doa Rosario
Mengapa Bulan Oktober Disebut Bulan Rosario?
Sebutan Bulan Rosario bagi Oktober memiliki hubungan erat dengan perkembangan devosi Rosario dan terutama dengan peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario yang dirayakan setiap tanggal 7 Oktober.
Tanggal tersebut memiliki latar belakang sejarah yang penting bagi Gereja. Pada 7 Oktober 1571 berlangsung Pertempuran Lepanto, sebuah pertempuran laut antara armada Liga Suci dan armada Kesultanan Utsmaniyah di kawasan Teluk Patras. Dalam konteks sejarah Eropa dan Laut Tengah pada abad ke-16, pertempuran ini dipandang sebagai peristiwa penting.
Sebelum pertempuran tersebut, umat Katolik di berbagai tempat diajak untuk berdoa Rosario memohon pertolongan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Paus Pius V, yang sangat mendorong devosi Rosario, juga meminta umat untuk berdoa bagi kemenangan pasukan Liga Suci.
Setelah kemenangan Liga Suci di Lepanto, tanggal 7 Oktober kemudian semakin dikaitkan dengan devosi Rosario. Pada perkembangan berikutnya, Gereja menetapkan perayaan liturgis yang berkaitan dengan Bunda Maria, Ratu Rosario, pada tanggal tersebut.
Karena perayaan ini berada di bulan Oktober, bulan tersebut kemudian berkembang menjadi bulan yang secara khusus dikaitkan dengan doa Rosario.
Namun, penting untuk memahami bahwa Bulan Rosario bukan berarti Gereja hanya menganjurkan doa Rosario pada bulan Oktober. Rosario dapat didoakan sepanjang tahun. Oktober menjadi kesempatan khusus untuk memperbarui dan memperdalam kecintaan umat terhadap doa tersebut.
Baca juga: Sejarah Devosi Doa Rosario dan Perkembangannya
Sejarah Singkat Doa Rosario dalam Gereja Katolik
Untuk memahami mengapa Oktober menjadi Bulan Rosario, kita perlu melihat bagaimana doa Rosario berkembang dalam sejarah Gereja.
Rosario tidak muncul dalam bentuk yang langsung sempurna seperti yang dikenal umat Katolik sekarang. Bentuknya berkembang secara bertahap melalui kebiasaan doa umat beriman selama berabad-abad.
Awal Tradisi Pengulangan Doa
Sejak masa awal Gereja, umat Kristiani telah mengenal praktik mengulang doa tertentu. Pengulangan doa membantu umat memusatkan hati kepada Allah dan merenungkan misteri iman.
Para rahib dan pertapa di masa awal Kekristenan memiliki kebiasaan mengulang doa-doa tertentu. Karena tidak semua orang dapat membaca atau memiliki akses terhadap kitab-kitab, doa yang dihafalkan menjadi salah satu cara penting untuk memelihara kehidupan rohani.
Penggunaan untaian manik-manik juga berkembang sebagai alat bantu untuk menghitung jumlah doa. Dari tradisi semacam inilah berkembang berbagai bentuk doa yang kemudian berhubungan dengan Rosario.
Perkembangan Doa Salam Maria
Doa Salam Maria juga mengalami perkembangan sepanjang sejarah. Bagian awalnya berasal dari salam malaikat Gabriel kepada Maria dalam Injil Lukas:
“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Bagian berikutnya berasal dari sapaan Elisabet kepada Maria:
“Diberkatilah engkau di antara semua wanita dan diberkatilah buah tubuhmu.”
Dengan demikian, inti awal doa Salam Maria berasal dari Kitab Suci.
Doa tersebut kemudian berkembang dalam kehidupan Gereja hingga bentuk yang digunakan umat Katolik sekarang. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana teks Kitab Suci menjadi bagian penting dalam kehidupan doa umat.
Rosario Berkembang Menjadi Doa Meditasi
Dalam perkembangannya, Rosario bukan hanya menjadi hitungan doa Salam Maria. Rosario juga menjadi doa permenungan.
Umat diajak untuk merenungkan berbagai peristiwa kehidupan Yesus. Karena itu, Rosario memiliki dimensi yang sangat kristosentris: pusat permenungannya tetap Kristus.
Bunda Maria hadir sebagai pribadi yang menyertai dan mengarahkan umat kepada Yesus.
Hal ini dapat dilihat dalam struktur misteri Rosario. Peristiwa-peristiwa yang direnungkan tidak terutama berbicara tentang kehidupan Maria secara terpisah dari Yesus, melainkan tentang karya keselamatan Allah yang dinyatakan melalui kehidupan Kristus.
Makna Rosario dalam Kehidupan Iman Katolik
Rosario memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mengucapkan doa berulang kali.
Doa yang berulang dapat menjadi sarana untuk menenangkan pikiran, memusatkan perhatian, dan membuka hati kepada Allah. Sementara itu, misteri yang direnungkan membantu umat memasuki berbagai peristiwa kehidupan Yesus.
Rosario Adalah Doa yang Berpusat pada Kristus
Meskipun Rosario sering disebut sebagai doa Maria, sesungguhnya isi permenungan Rosario berpusat pada Yesus Kristus.
Ketika mendoakan Peristiwa Gembira, umat merenungkan kedatangan dan masa awal kehidupan Kristus.
Dalam Peristiwa Terang, umat merenungkan pelayanan publik Yesus.
Dalam Peristiwa Sedih, umat memasuki misteri sengsara dan wafat Kristus.
Dalam Peristiwa Mulia, umat merenungkan kebangkitan, kenaikan, dan kemuliaan Kristus serta karya Allah dalam kehidupan Gereja.
Dengan demikian, doa Rosario Katolik merupakan jalan untuk merenungkan Injil.
Rosario dan Kitab Suci
Rosario memiliki hubungan yang kuat dengan Kitab Suci. Banyak bagian doa Salam Maria berasal langsung dari Injil, sementara misteri Rosario mengambil peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Yesus.
Karena itu, mendoakan Rosario dapat menjadi kesempatan untuk membaca dan merenungkan Injil.
Misalnya, ketika merenungkan Peristiwa Gembira, umat dapat membaca kisah Kabar Sukacita dalam Lukas 1:26-38. Ketika merenungkan Peristiwa Sedih, umat dapat membaca kisah sengsara Kristus. Dengan cara tersebut, Rosario tidak berhenti sebagai rangkaian doa yang diucapkan, tetapi menjadi pintu menuju permenungan Sabda Allah.
Rosario Mengajarkan Kontemplasi
Salah satu kekuatan Rosario adalah kesederhanaannya.
Doa Salam Maria diulang berkali-kali, tetapi pikiran diarahkan kepada suatu misteri tertentu. Pengulangan tersebut dapat membantu seseorang meninggalkan kesibukan dan memasuki suasana hening.
Bagi sebagian orang, pikiran mungkin mudah teralihkan ketika berdoa. Rosario dapat menjadi sarana sederhana untuk kembali memusatkan perhatian.
Yang terpenting bukan sekadar menyelesaikan jumlah doa, tetapi memberikan ruang bagi hati untuk merenungkan Kristus.
Hubungan Bulan Oktober dengan Pertempuran Lepanto
Salah satu alasan sejarah paling penting mengapa Oktober menjadi Bulan Rosario adalah kaitannya dengan Pertempuran Lepanto pada 7 Oktober 1571.
Apa yang Terjadi di Lepanto?
Pertempuran Lepanto merupakan pertempuran laut besar pada abad ke-16. Liga Suci yang terdiri dari sejumlah negara Katolik berhadapan dengan armada Kesultanan Utsmaniyah.
Pada masa itu, kawasan Laut Tengah menjadi wilayah persaingan politik dan militer yang kompleks. Pertempuran tersebut kemudian dikenang dalam sejarah Gereja karena adanya seruan doa Rosario kepada umat Katolik.
Paus Pius V meminta umat untuk memohon pertolongan Tuhan melalui doa, termasuk doa Rosario.
Setelah kemenangan Liga Suci, muncul hubungan yang semakin kuat antara peristiwa tersebut dengan devosi kepada Bunda Maria dan Rosario.
Baca juga: Doa Rosario Santo Antonius dari Padua
Dari Lepanto Menuju Peringatan Ratu Rosario
Hubungan antara kemenangan Lepanto dan Rosario kemudian berkembang dalam tradisi Gereja.
Peringatan yang awalnya berkaitan dengan kemenangan tersebut mengalami perkembangan nama dan status liturgis sepanjang sejarah.
Akhirnya, tanggal 7 Oktober dikenal sebagai Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.
Perkembangan ini membantu menjelaskan mengapa bulan Oktober memiliki hubungan khusus dengan Rosario.
Namun, hubungan sejarah tersebut sebaiknya dipahami dalam konteks zamannya. Gereja tidak mengajarkan bahwa Rosario merupakan semacam jaminan otomatis bahwa setiap permohonan manusia akan dikabulkan sesuai keinginannya.
Rosario tetap merupakan doa yang mengarahkan manusia kepada kehendak Allah.
Baca juga: Doa Rosario Roh Kudus
Mengapa Tanggal 7 Oktober Disebut Pesta atau Peringatan Ratu Rosario?
Tanggal 7 Oktober memiliki posisi penting dalam kalender liturgi Katolik karena pada tanggal tersebut Gereja merayakan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.
Perayaan ini menjadi titik penting dalam tradisi doa Rosario, khususnya sepanjang bulan Oktober.
Gelar “Ratu Rosario” tidak berarti Maria menggantikan Kristus sebagai pusat keselamatan. Dalam iman Katolik, Kristus tetap satu-satunya Penebus. Maria dihormati karena hubungannya yang istimewa dengan Yesus dan karena teladan iman serta ketaatannya kepada Allah.
Ketika umat meminta doa Maria, umat tidak menyembah Maria. Umat memohon perantaraannya sebagai seorang ibu dalam iman, sambil tetap mengarahkan doa kepada Allah.
Misteri Rosario yang Direnungkan dalam Bulan Oktober
Rosario secara tradisional terdiri dari sejumlah misteri yang mengajak umat merenungkan kehidupan Kristus.
Peristiwa Gembira
Peristiwa Gembira mengajak umat merenungkan:
- Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel.
- Maria mengunjungi Elisabet.
- Yesus dilahirkan di Betlehem.
- Yesus dipersembahkan di Bait Allah.
- Yesus ditemukan kembali di Bait Allah.
Misteri-misteri ini mengajak umat merenungkan sukacita kedatangan Kristus serta iman Maria dan Yosef.
Baca juga: Doa Rosario Peristiwa Gembira
Peristiwa Terang
Peristiwa Terang diperkenalkan secara khusus oleh Paus Yohanes Paulus II melalui surat apostolik Rosarium Virginis Mariae pada tahun 2002.
Kelima misterinya adalah:
- Yesus dibaptis di Sungai Yordan.
- Yesus menyatakan diri dalam mukjizat di Kana.
- Yesus mewartakan Kerajaan Allah.
- Yesus menampakkan kemuliaan-Nya.
- Yesus menetapkan Ekaristi.
Peristiwa Terang membantu umat merenungkan pelayanan publik Yesus.
Baca juga: Doa Rosario Peristiwa Terang
Peristiwa Sedih
Peristiwa Sedih membawa umat kepada misteri penderitaan Kristus:
- Yesus berdoa dalam sakratul maut.
- Yesus didera.
- Yesus dimahkotai duri.
- Yesus memanggul salib.
- Yesus wafat di kayu salib.
Misteri ini mengajarkan bahwa penderitaan bukanlah sesuatu yang berada di luar pengalaman Kristiani. Umat diajak memandang penderitaan dalam terang kasih dan pengorbanan Kristus.
Baca juga: Doa Rosario Peristiwa Sedih
Peristiwa Mulia
Peristiwa Mulia mengajak umat merenungkan:
- Kebangkitan Yesus.
- Kenaikan Yesus ke surga.
- Roh Kudus turun atas para rasul.
- Maria diangkat ke surga.
- Maria dimahkotai di surga.
Misteri ini membawa doa Rosario menuju pengharapan akan kemenangan Kristus dan kehidupan kekal.
Baca juga: Doa Rosario Peristiwa Mulia
Bagaimana Cara Menghayati Bulan Rosario?
Mengetahui sejarah mengapa bulan Oktober disebut Bulan Rosario tentu penting. Namun, pengetahuan tersebut akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam kehidupan doa.
Menentukan Waktu Rosario Setiap Hari
Umat dapat menentukan waktu yang realistis untuk berdoa Rosario.
Sebagian orang mendoakannya pada pagi hari. Sebagian lainnya memilih sore atau malam hari. Tidak ada keharusan bahwa Rosario harus didoakan pada jam tertentu.
Yang penting adalah menyediakan waktu secara konsisten.
Bagi keluarga, Rosario dapat menjadi kesempatan berkumpul bersama setelah pekerjaan dan aktivitas harian selesai.
Merenungkan Injil Sebelum Memulai Rosario
Agar Rosario tidak menjadi doa yang dilakukan secara mekanis, umat dapat membaca satu bagian pendek dari Injil sebelum mendoakan setiap peristiwa.
Misalnya, sebelum Peristiwa Sedih, seseorang dapat membaca kisah sengsara Yesus. Setelah itu, ia dapat merenungkan bagaimana Kristus menghadapi penderitaan dengan kasih dan ketaatan kepada Bapa.
Cara ini membantu menghubungkan doa Rosario dan Kitab Suci.
Berdoa untuk Keluarga
Bulan Rosario juga dapat menjadi kesempatan untuk membawa keluarga dalam doa.
Orang tua dapat mendoakan anak-anak. Anak-anak dapat mendoakan orang tua. Suami dan istri dapat saling mendoakan.
Rosario tidak menyelesaikan semua persoalan keluarga secara otomatis, tetapi dapat membantu anggota keluarga menghadirkan Allah dalam persoalan yang mereka hadapi.
Berdoa untuk Perdamaian
Rosario juga dapat menjadi doa untuk perdamaian.
Ketika dunia mengalami konflik, kekerasan, ketidakadilan, dan perpecahan, umat dapat menggunakan bulan Oktober untuk berdoa agar manusia memiliki hati yang terbuka terhadap perdamaian, pengampunan, dan rekonsiliasi.
Doa tersebut hendaknya disertai usaha nyata untuk menjadi pembawa damai dalam lingkungan masing-masing.
Rosario Bukan Sekadar Mengulang Salam Maria
Salah satu kesalahpahaman mengenai Rosario adalah menganggapnya hanya sebagai pengulangan doa.
Padahal, inti Rosario adalah permenungan terhadap misteri Kristus.
Pengulangan Salam Maria berfungsi seperti irama doa yang membantu pikiran dan hati tetap berada dalam suasana meditasi.
Karena itu, seseorang dapat saja menyelesaikan Rosario dengan cepat tetapi belum tentu sungguh-sungguh merenungkan misterinya.
Sebaliknya, seseorang dapat berdoa dengan lebih perlahan dan penuh perhatian sehingga setiap misteri benar-benar menjadi bahan refleksi.
Kualitas doa tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat atau banyak doa diucapkan, tetapi oleh keterarahan hati kepada Allah.
Maria Mengajarkan Umat untuk Mengikuti Kristus
Bunda Maria memiliki tempat penting dalam doa Rosario karena kehidupannya sendiri merupakan kesaksian iman.
Dalam Injil, Maria menerima kehendak Allah meskipun ia tidak mengetahui seluruh jalan yang akan dilaluinya.
Ia menyimpan berbagai peristiwa dalam hatinya dan merenungkannya.
Sikap tersebut memiliki hubungan yang erat dengan spiritualitas Rosario. Ketika umat merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Maria, umat juga belajar menyimpan Sabda Allah dalam hati dan membiarkannya membentuk kehidupan.
Maria tidak menarik perhatian kepada dirinya sendiri sebagai tujuan akhir. Kehidupannya selalu mengarah kepada Kristus.
Karena itu, devosi Rosario yang benar seharusnya menghasilkan kehidupan yang semakin dekat dengan Injil.
Buah Rohani dari Doa Rosario
Doa Rosario dapat membantu umat mengembangkan beberapa sikap rohani.
Belajar Bersabar
Pengulangan doa mengajarkan kesabaran. Umat belajar bahwa kehidupan rohani tidak selalu menghasilkan perubahan secara instan.
Belajar Merenung
Rosario memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan memusatkan perhatian kepada Allah.
Belajar Percaya
Melalui misteri-misteri Rosario, umat melihat perjalanan Yesus yang mencakup sukacita, penderitaan, kematian, dan kemuliaan.
Hal ini membantu umat memahami bahwa kehidupan iman juga memiliki berbagai tahap.
Belajar Menyerahkan Diri
Rosario dapat menjadi kesempatan untuk menyerahkan kecemasan, harapan, keluarga, pekerjaan, dan masa depan kepada Allah.
Penyerahan tersebut bukan berarti berhenti berusaha. Sebaliknya, doa seharusnya mendorong umat untuk menjalankan tanggung jawab dengan lebih setia.
Bulan Rosario dan Kehidupan Umat Katolik di Indonesia
Di Indonesia, doa Rosario telah menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan banyak keluarga Katolik.
Pada bulan Oktober, komunitas lingkungan, wilayah, paroki, sekolah, kelompok kategorial, dan keluarga sering mengadakan doa Rosario bersama.
Tradisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan.
Namun, kegiatan Rosario sebaiknya tidak hanya menjadi agenda rutin. Setiap pertemuan dapat menjadi kesempatan untuk membangun kehidupan iman yang lebih nyata.
Misalnya, setelah Rosario umat dapat diajak memperhatikan anggota lingkungan yang sedang sakit, kesulitan ekonomi, kesepian, atau membutuhkan dukungan.
Dengan demikian, doa menghasilkan tindakan kasih.
Apakah Rosario Harus Didoakan Hanya pada Bulan Oktober?
Tidak.
Rosario dapat didoakan sepanjang tahun.
Oktober menjadi bulan khusus untuk memberi perhatian lebih kepada devosi ini, tetapi Gereja tidak membatasi doa Rosario hanya pada bulan Oktober.
Umat dapat mendoakan Rosario kapan saja, baik secara pribadi maupun bersama keluarga dan komunitas.
Bahkan, justru akan lebih bermakna apabila semangat yang dibangun selama Bulan Rosario Oktober terus dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya.
Refleksi: Apa Arti Bulan Rosario bagi Kita?
Pertanyaan yang lebih penting daripada “berapa kali saya mendoakan Rosario?” adalah “apakah doa Rosario membuat saya semakin dekat dengan Kristus?”
Jika Rosario membuat seseorang lebih sabar terhadap keluarganya, lebih mudah mengampuni, lebih peduli kepada sesama, dan lebih setia menjalankan kehendak Tuhan, maka doa tersebut telah menghasilkan buah dalam kehidupannya.
Jika Rosario hanya menjadi kewajiban yang dilakukan tanpa perhatian kepada sesama, umat perlu kembali melihat tujuan dasar doa.
Rosario bukan pelarian dari kehidupan. Rosario seharusnya membantu seseorang menghadapi kehidupan dengan iman.
Ketika merenungkan Yesus yang memanggul salib, misalnya, umat dapat belajar menghadapi kesulitan tanpa kehilangan harapan. Ketika merenungkan kebangkitan Kristus, umat diingatkan bahwa penderitaan bukan kata terakhir dalam kehidupan orang beriman.
Dengan demikian, makna Bulan Rosario tidak hanya terletak pada tradisi berdoa selama Oktober, tetapi pada kesempatan untuk memperbarui hubungan manusia dengan Allah.
Doa Rosario sebagai Jalan Menuju Kehidupan Injili
Pada akhirnya, alasan mengapa bulan Oktober disebut Bulan Rosario tidak hanya dapat dijelaskan melalui sejarah tanggal 7 Oktober dan Pertempuran Lepanto.
Oktober menjadi kesempatan bagi umat untuk kembali menemukan kekayaan doa Rosario.
Melalui Rosario, umat merenungkan Kristus bersama Maria. Umat belajar melihat kembali misteri kelahiran, pelayanan, penderitaan, wafat, kebangkitan, dan kemuliaan Kristus.
Rosario mengajarkan bahwa kehidupan iman tidak selalu berjalan dalam suasana mudah. Ada sukacita, ada penderitaan, ada penantian, dan ada harapan. Semua itu dapat dibawa ke hadapan Allah melalui doa.
Karena itu, selama bulan Oktober, umat Katolik dapat mengambil waktu untuk memperbarui kehidupan doa. Tidak harus dimulai dengan target yang berat. Sebuah Rosario yang didoakan dengan penuh perhatian dan iman dapat menjadi awal yang baik.
Yang terutama bukan banyaknya kata yang diucapkan, melainkan hati yang sungguh mencari Allah.
Penutup
Bulan Oktober disebut Bulan Rosario karena bulan ini memiliki hubungan khusus dengan devosi Rosario, terutama melalui peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, pada 7 Oktober. Hubungan tersebut berkembang dalam sejarah Gereja, terutama setelah Pertempuran Lepanto pada 1571 dan tradisi doa Rosario yang menyertainya.
Namun, makna Oktober tidak berhenti pada sebuah peristiwa sejarah. Bulan Rosario merupakan kesempatan bagi umat Katolik untuk kembali merenungkan kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.
Rosario mengajak umat memasuki Injil melalui doa. Pengulangan Salam Maria membantu menciptakan irama doa, sedangkan misteri-misteri Rosario mengarahkan pikiran kepada karya keselamatan Kristus.
Karena itu, ketika umat mendaraskan Rosario selama bulan Oktober, hendaknya doa tersebut tidak dilakukan hanya sebagai kebiasaan. Jadikanlah Rosario sebagai kesempatan untuk berhenti sejenak, membaca kehidupan Kristus, menyerahkan pergumulan kepada Allah, dan belajar meneladan iman Maria.
Semoga Bulan Rosario menjadi waktu pembaruan iman bagi keluarga dan komunitas Katolik. Semoga melalui doa Rosario, umat semakin mengenal Kristus, semakin mencintai Sabda-Nya, semakin setia dalam kehidupan sehari-hari, dan semakin mampu menghadirkan kasih Allah kepada sesama.
Demikianlah Mengapa Oktober Disebut Bulan Rosario? Ini Alasannya, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.
