Daftar Nama Paus Katolik dari Pertama sampai Sekarang
Daftar Nama Paus Katolik dari Paus Pertama sampai Sekarang
Paus merupakan Uskup Roma sekaligus pemimpin Gereja Katolik di seluruh dunia. Dalam tradisi Gereja Katolik, jabatan kepausan berakar pada tugas yang dipercayakan Yesus Kristus kepada Rasul Petrus. Karena itu, Santo Petrus dikenal sebagai Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik.
Baca Juga: Mengenal Tahun Liturgi Gereja Katolik: Makna dan Urutannya
Sepanjang hampir dua ribu tahun sejarah Gereja, terdapat ratusan penerus Santo Petrus. Mereka melayani Gereja dalam berbagai keadaan, mulai dari masa Gereja perdana, penganiayaan terhadap umat Kristiani, perkembangan Kekristenan di Eropa, Reformasi dan Kontra-Reformasi, hingga dunia modern.
Baca Juga: Sejarah Gereja Katolik dari Awal hingga Modern
Menurut daftar resmi Takhta Suci, Paus Leo XIV adalah Paus ke-267 Gereja Katolik. Ia terpilih pada 8 Mei 2025 dan memilih nama kepausan Leo XIV. Nama sekulernya adalah Robert Francis Prevost.
Baca Juga: Renungan Harian: Menemukan Damai dan Kekuatan Iman
Artikel ini menyajikan daftar nama Paus Katolik dari yang pertama sampai Paus saat ini, lengkap dengan nomor urut dan masa kepausannya.
Siapa Paus Pertama dalam Sejarah Gereja Katolik?
Baca Juga: Doa Katolik: Panduan Lengkap Berdoa Setiap Hari
Paus pertama adalah Santo Petrus, salah satu dari dua belas rasul Yesus Kristus. Dalam daftar resmi Takhta Suci, Petrus ditempatkan sebagai Paus nomor 1. Masa kepemimpinannya secara tradisional ditempatkan hingga sekitar tahun 64 atau 67.
Setelah Santo Petrus, kepemimpinan Gereja Roma diteruskan oleh Santo Linus, Santo Anacletus atau Kletus, dan Santo Klemens. Dari sinilah rangkaian suksesi kepausan terus berlangsung hingga zaman sekarang.
Baca Juga: Mengenal Santo Santa Sepanjang Tahun dalam Tradisi Katolik
Perlu diperhatikan bahwa untuk sejumlah Paus dari abad-abad awal, tanggal awal dan akhir masa kepausan tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Karena itu, daftar resmi Vatikan menggunakan beberapa perkiraan tahun atau rentang tanggal.
Daftar Nama Paus Katolik dari Pertama sampai Sekarang
Berikut adalah 267 nama Paus Katolik berdasarkan daftar resmi Takhta Suci.
Paus 1–50: Dari Santo Petrus hingga Anastasius II
- Santo Petrus — sekitar 30–64/67
- Santo Linus — 68–79
- Santo Anacletus/Kletus — 80–92
- Santo Klemens I — 92–99
- Santo Evaristus — 99/96–108
- Santo Aleksander I — 108/109–116/119
- Santo Sikstus I — 117/119–126/128
- Santo Telesforus — 127/128–137/138
- Santo Hyginus — 138–142/149
- Santo Pius I — 142/146–157/161
- Santo Anisetus — 150/157–153/168
- Santo Sotirus — 162/168–170/177
- Santo Eleutherius — 171/177–185/193
- Santo Viktor I — 186/189–197/201
- Santo Zephyrinus — 198–217/218
- Santo Kalistus I — 218–222
- Santo Urbanus I — 222–230
- Santo Pontianus — 230–235
- Santo Anterus — 235–236
- Santo Fabianus — 236–250
- Santo Kornelius — 251–253
- Santo Lucius I — 253–254
- Santo Stefanus I — 254–257
- Santo Sikstus II — 257–258
- Santo Dionisius — 259–268
- Santo Felix I — 269–274
- Santo Eutychianus — 275–283
- Santo Caius — 283–296
- Santo Marcellinus — 296–304
- Santo Marcellus I — 306–309
- Santo Eusebius — 309
- Santo Miltiades/Melchiades — 311–314
- Santo Silvester I — 314–335
- Santo Markus — 336
- Santo Julius I — 337–352
- Liberius — 352–366
- Santo Damasus I — 366–384
- Santo Siricius — 384–399
- Santo Anastasius I — 399–401
- Santo Innocentius I — 401–417
- Santo Zosimus — 417–418
- Santo Bonifasius I — 418–422
- Santo Celestinus I — 422–432
- Santo Sikstus III — 432–440
- Santo Leo I — 440–461
- Santo Hilarius — 461–468
- Santo Simplicius — 468–483
- Felix III — 483–492
- Gelasius I — 492–496
- Anastasius II — 496–498
Santo Petrus dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Paus pertama dan salah satu dari dua belas rasul Yesus Kristus. Ia memiliki peranan penting dalam sejarah awal Kekristenan karena menjadi salah satu murid yang paling dekat dengan Yesus dan tampil sebagai tokoh utama dalam pewartaan Injil setelah kebangkitan Kristus. Dalam tradisi Katolik, Santo Petrus dipandang sebagai rasul yang menerima tugas khusus untuk menggembalakan umat beriman. Karena itu, dirinya memiliki tempat yang sangat penting dalam pemahaman Gereja mengenai asal-usul pelayanan kepausan.
Baca Juga: Santo Petrus, Paus Pertama Gereja Katolik dan Rasul Yesus
Paus Santo Linus merupakan salah satu tokoh paling awal dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal sebagai penerus Santo Petrus dalam memimpin komunitas Kristen di Roma pada masa-masa awal Gereja. Menurut tradisi Gereja, Linus menjabat sebagai Uskup Roma sekitar tahun 68–79 M, setelah wafatnya Santo Petrus dan sebelum kepemimpinan Paus Santo Anacletus atau Kletus.
Baca juga: Paus Santo Linus 68–79: Penerus Santo Petrus
Paus Santo Anacletus, yang juga dikenal sebagai Paus Kletus atau Anenkletus, merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Gereja Katolik. Ia secara tradisional dikenang sebagai Paus ketiga, yang memimpin Gereja Roma setelah Santo Petrus dan Paus Santo Linus. Masa kepemimpinannya ditempatkan sekitar tahun 80–92 M, pada periode ketika komunitas Kristen masih menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan dan mengembangkan iman kepada Kristus.
Baca juga: Paus Santo Anacletus/Kletus — 80–92
Paus Santo Klemens I merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja perdana. Ia dikenal sebagai salah satu penerus awal Santo Petrus sebagai Uskup Roma dan termasuk dalam jajaran paus pertama yang memimpin komunitas Kristen di Roma pada akhir abad pertama. Tradisi Gereja menghormatinya sebagai Santo Klemens I, Paus dan Martir, seorang gembala yang hidup pada masa ketika umat Kristiani masih menghadapi tekanan dari lingkungan Kekaisaran Romawi.
Baca juga: Paus Santo Klemens I — 92–99 dan Warisannya
Paus Santo Evaristus merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Gereja Katolik. Ia secara tradisional dikenal sebagai Paus kelima Gereja Katolik, penerus langsung Santo Klemens I dalam daftar uskup Roma yang dipertahankan oleh sejumlah sumber Gereja awal. Masa kepemimpinannya berlangsung pada akhir abad pertama dan awal abad kedua, suatu periode ketika komunitas Kristiani masih berkembang di tengah dunia Kekaisaran Romawi. Vatikan mencatat awal masa kepausan Evaristus sebagai 96 atau 99 M, dengan akhir kepemimpinan pada 108 M.
Baca juga: Paus Santo Evaristus, Paus Kelima Gereja Katolik
Paus Santo Aleksander I merupakan salah satu Paus awal dalam sejarah Gereja Katolik yang memimpin komunitas Kristen di Roma pada awal abad ke-2. Ia secara tradisional ditempatkan sebagai Paus ke-6, sesudah Santo Petrus, Santo Linus, Santo Kletus atau Anacletus, Santo Klemens I, dan Santo Evaristus. Masa kepemimpinannya diperkirakan berlangsung sekitar 108/109 hingga 116/119, meskipun tanggal pasti masa kepausannya masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan karena sumber-sumber Kristen awal memberikan kronologi yang tidak selalu sama.
Baca juga: Paus Santo Aleksander I — 108/109–116/119
Paus Santo Sikstus I adalah salah satu paus paling awal dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal sebagai paus ketujuh setelah Santo Petrus dan memimpin Gereja Roma pada masa ketika komunitas Kristen masih berada dalam tahap awal perkembangannya. Masa kepemimpinannya secara tradisional ditempatkan sekitar 117/119 hingga 126/128, meskipun sumber-sumber sejarah memberikan variasi mengenai tahun awal dan akhir pontifikatnya. Sebagai seorang penerus para rasul pada generasi awal Gereja, Santo Sikstus I memiliki peranan penting dalam menjaga kesinambungan iman, kehidupan liturgi, dan keteraturan komunitas Kristen Roma.
Baca juga: Paus Santo Sikstus I: Paus Ketujuh Gereja
Paus Santo Telesforus merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja perdana. Ia dikenal sebagai uskup Roma yang memimpin Gereja pada abad ke-2, dalam masa ketika komunitas-komunitas Kristen masih berkembang di tengah dunia Kekaisaran Romawi. Menurut kronologi yang dicantumkan oleh Takhta Suci, Telesforus memimpin sebagai Uskup Roma sekitar tahun 127 atau 128 hingga 137 atau 138. Ia dikenang pula sebagai seorang martir.
Baca juga: Paus Santo Telesforus 127/128–137/138
Paus Santo Hyginus merupakan Uskup Roma yang dikenang sebagai paus ke-9 dalam sejarah Gereja Katolik. Ia menggantikan Paus Santo Telesforus dan kemudian digantikan oleh Paus Santo Pius I. Menurut data resmi Takhta Suci, masa kepausannya dimulai pada tahun 138 dan berakhir pada tahun 142 atau 149. Perbedaan mengenai tahun akhir kepausannya menunjukkan bahwa kronologi para paus pada abad-abad pertama Kekristenan memang belum dapat ditentukan secara mutlak.
Baca juga: Paus Santo Hyginus 138–142/149 dan Sejarahnya
Paus Santo Pius I merupakan Paus ke-10 dalam daftar para Paus Gereja Katolik dan termasuk salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja abad ke-2. Ia memimpin Gereja Roma pada masa ketika komunitas Kristen mulai berkembang semakin luas, tetapi pada saat yang sama menghadapi berbagai tantangan dari ajaran-ajaran yang berbeda dari iman apostolik. Masa kepemimpinannya ditempatkan oleh Takhta Suci pada 142 atau 146 hingga 157 atau 161, meskipun kronologi kepausan abad ke-2 memang masih mengandung sejumlah perbedaan dalam sumber-sumber kuno.
Baca juga: Paus Santo Pius I: Sejarah dan Teladan Iman
Paus Santo Anisetus merupakan salah satu paus Gereja Katolik pada abad kedua yang memimpin Gereja Roma dalam masa ketika komunitas Kristen masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari lingkungan kekaisaran Romawi. Ia diperkirakan menjabat sebagai Uskup Roma sekitar tahun 150/157 hingga 153/168, meskipun tanggal pemerintahannya tidak dapat dipastikan secara mutlak karena sumber-sumber kuno memberikan kronologi yang berbeda. Sebagai salah satu penerus Santo Petrus, Anisetus mempunyai peranan dalam mempertahankan kesinambungan iman dan kehidupan Gereja pada masa awal Kekristenan.
Baca juga: Paus Santo Anisetus — Sejarah dan Warisannya
Santo Sotirus adalah salah satu Paus Gereja Katolik pada abad ke-2 yang dikenang karena pelayanan pastoralnya, perhatian kepada kaum miskin, serta kesetiaannya kepada iman Kristiani. Ia memimpin Gereja Roma pada masa ketika komunitas Kristen masih menghadapi tekanan dari lingkungan Kekaisaran Romawi. Meskipun sumber sejarah mengenai kehidupan pribadinya sangat terbatas, namanya tetap tercatat dalam rangkaian sejarah para paus awal Gereja.
Baca juga: Santo Sotirus: Paus Gereja Katolik Abad ke-2
Paus Santo Eleutherius merupakan salah satu pemimpin Gereja awal yang melanjutkan pelayanan apostolik pada masa ketika komunitas Kristen masih menghadapi berbagai tantangan di Kekaisaran Romawi. Ia secara tradisional ditempatkan sebagai Uskup Roma setelah Paus Santo Soter dan sebelum Paus Santo Viktor I. Masa kepemimpinannya sering diberi rentang sekitar 171/177 hingga 185/193, karena sumber-sumber kuno tidak selalu memberikan tanggal yang sama mengenai awal dan akhir masa kepausannya.
Baca juga: Paus Santo Eleutherius: Sejarah dan Warisannya
Paus Santo Viktor I merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik pada akhir abad ke-2. Ia memimpin Gereja Roma pada masa ketika komunitas-komunitas Kristen berkembang di berbagai wilayah Kekaisaran Romawi, tetapi pada saat yang sama menghadapi perbedaan dalam praktik liturgi, persoalan ajaran, serta tekanan dari lingkungan sosial dan politik. Masa kepausannya secara umum ditempatkan sekitar 186/189 hingga 197/201, meskipun kronologi tersebut tidak sepenuhnya seragam dalam sumber sejarah kuno.
Baca juga: Paus Santo Viktor I: Sejarah dan Warisannya
Paus Santo Zephyrinus adalah paus ke-15 dalam daftar para paus Gereja Katolik dan memimpin Gereja Roma pada masa yang sangat penting dalam perkembangan ajaran dan organisasi Gereja perdana. Menurut daftar resmi Takhta Suci, masa kepausannya dimulai pada tahun 198 dan berakhir pada 217 atau 218. Ia berasal dari Roma dan menggantikan Paus Santo Viktor I. Masa kepemimpinan Zephyrinus berlangsung lebih dari dua dekade, sehingga menjadikannya salah satu paus awal yang memimpin Gereja Roma dalam periode yang relatif panjang. [Sumber sejarah dan kronologi kepausan menempatkan masa kepemimpinannya pada akhir abad ke-2 hingga awal abad ke-3.]
Baca juga: Paus Santo Zephyrinus — 198–217/218
Paus Santo Kalistus I adalah paus ke-16 dalam sejarah Gereja Katolik yang memimpin Gereja Roma sekitar tahun 218–222. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting Gereja pada awal abad ke-3, terutama karena perannya dalam menghadapi berbagai persoalan pastoral, disiplin Gereja, dan perdebatan teologis yang berkembang pada masa itu. Kepemimpinan Kalistus berlangsung dalam situasi Gereja yang belum sepenuhnya bebas dari tekanan politik Kekaisaran Romawi, sementara kehidupan komunitas Kristen sendiri semakin berkembang dan menghadapi persoalan internal yang semakin kompleks.
Baca juga: Paus Santo Kalistus I — 218–222
Paus Santo Urbanus I adalah Uskup Roma yang memimpin Gereja pada sekitar tahun 222–230 M, pada masa Kekaisaran Romawi ketika komunitas Kristen mulai mengalami perkembangan yang semakin nyata. Ia merupakan salah satu paus Gereja perdana yang namanya tercatat dalam tradisi sejarah Gereja Katolik, meskipun informasi mengenai kehidupan dan masa kepemimpinannya tidak sebanyak para paus dari abad-abad berikutnya. Urbanus I meneruskan kepemimpinan Gereja Roma setelah Paus Santo Kalistus I dan kemudian digantikan oleh Paus Santo Pontianus.
Baca juga: Paus Santo Urbanus I — 222–230 | Sejarah Gereja
Paus Santo Pontianus adalah Uskup Roma yang memimpin Gereja Katolik sekitar tahun 230 hingga 235. Masa kepemimpinannya berlangsung pada periode yang penuh tantangan bagi umat Kristen di Kekaisaran Romawi. Pontianus dikenang terutama karena kesetiaannya kepada Gereja ketika penganiayaan dan tekanan politik kembali meningkat. Ia juga menjadi salah satu paus awal yang mengalami pembuangan karena imannya dan kemudian mengundurkan diri dari jabatan kepausan agar Gereja Roma tetap memiliki pemimpin.
Baca juga: Paus Santo Pontianus — 230–235 | Sejarah dan Teladan
Paus Santo Anterus — 235–236 merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal kepausan dan Gereja Katolik. Meskipun masa pontifikatnya sangat singkat, hanya sekitar enam minggu, namanya tetap tercatat sebagai Paus ke-19 Gereja Katolik. Takhta Suci mencatat bahwa Anterus memulai pontifikatnya pada 21 November 235 dan mengakhirinya pada 3 Januari 236. Ia berasal dari Yunani dan memimpin Gereja Roma pada masa yang penuh tekanan bagi komunitas Kristen.
Baca juga: Paus Santo Anterus — 235–236 | Sejarah dan Warisan
Santo Fabianus adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Gereja Katolik. Ia menjabat sebagai Paus dan Uskup Roma dari tahun 236 hingga 250, pada masa ketika umat Kristen masih menghadapi berbagai tantangan di Kekaisaran Romawi. Kepemimpinannya dikenang karena perhatian terhadap kehidupan umat, pengaturan komunitas Kristen di Roma, serta kesetiaannya kepada iman akan Yesus Kristus. Masa kepausannya berakhir ketika penganiayaan terhadap umat Kristen di bawah Kaisar Decius membawa penderitaan besar bagi Gereja.
Baca juga: Santo Fabianus: Paus dan Martir Gereja Katolik
Santo Kornelius merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik pada abad ketiga. Ia menjabat sebagai Paus pada tahun 251–253, ketika umat Kristen menghadapi penganiayaan, perpecahan internal, dan perdebatan mengenai penerimaan kembali orang-orang yang pernah meninggalkan iman mereka karena tekanan. Dalam situasi yang sulit tersebut, Santo Kornelius berusaha menjaga kesatuan Gereja sekaligus menunjukkan bahwa pertobatan dan belas kasih harus tetap mendapat tempat dalam kehidupan umat beriman.
Baca juga: Santo Kornelius (251–253): Paus dan Martir Gereja
Daftar awal tersebut menunjukkan bagaimana suksesi kepausan berkembang sejak Gereja perdana. Pada masa-masa awal, banyak Paus menghadapi penganiayaan dan berbagai tantangan dalam mempertahankan kehidupan serta kesatuan komunitas Kristiani. Data nomor urut dan masa kepausan di atas mengikuti daftar resmi Takhta Suci.
Baca Juga: Daftar Gua Maria di Indonesia Terlengkap
Paus 51–100: Dari Santo Symmachus hingga Valentinus
- Symmachus — 498–514
- Hormisdas — 514–523
- Yohanes I — 523–526
- Felix IV — 526–530
- Bonifasius II — 530–532
- Yohanes II — 533–535
- Agapetus I — 535–536
- Silverius — 536–537
- Vigilius — 537–555
- Pelagius I — 556–561
- Yohanes III — 561–574
- Benediktus I — 575–579
- Pelagius II — 579–590
- Gregorius I — 590–604
- Sabinianus — 604–606
- Bonifasius III — 607
- Bonifasius IV — 608–615
- Deusdedit/Adeodatus I — 615–618
- Bonifasius V — 619–625
- Honorius I — 625–638
- Severinus — 640
- Yohanes IV — 640–642
- Theodorus I — 642–649
- Martinus I — 649–655
- Eugenius I — 654–657
- Vitalianus — 657–672
- Adeodatus II — 672–676
- Donus — 676–678
- Agatho — 678–681
- Leo II — 682–683
- Benediktus II — 684–685
- Yohanes V — 685–686
- Conon — 686–687
- Sergius I — 687–701
- Yohanes VI — 701–705
- Yohanes VII — 705–707
- Sisinnius — 708
- Konstantinus — 708–715
- Gregorius II — 715–731
- Gregorius III — 731–741
- Zacharias — 741–752
- Stefanus II — 752–757
- Paulus I — 757–767
- Stefanus III — 768–772
- Adrianus I — 772–795
- Leo III — 795–816
- Stefanus IV — 816–817
- Paschalis I — 817–824
- Eugenius II — 824–827
- Valentinus — 827
Pada periode ini Gereja berada dalam konteks politik dan sosial yang sangat kompleks. Takhta Roma juga semakin berperan dalam hubungan antara Gereja, kerajaan, dan berbagai kekuatan politik Eropa.
Paus 101–150: Abad Pertengahan Awal hingga Benediktus IX
- Gregorius IV — 827–844
- Sergius II — 844–847
- Leo IV — 847–855
- Benediktus III — 855–858
- Nikolaus I — 858–867
- Adrianus II — 867–872
- Yohanes VIII — 872–882
- Marinus I — 882–884
- Adrianus III — 884–885
- Stefanus V — 885–891
- Formosus — 891–896
- Bonifasius VI — 896
- Stefanus VI — 896–897
- Romanus — 897
- Theodorus II — 897
- Yohanes IX — 897/898–900
- Benediktus IV — 900–903
- Leo V — 903
- Sergius III — 904–911
- Anastasius III — 911–913
- Lando — 913–914
- Yohanes X — 914–928
- Leo VI — 928
- Stefanus VII — 929–931
- Yohanes XI — 931–936
- Leo VII — 936–939
- Stefanus VIII — 939–942
- Marinus II — 942–946
- Agapetus II — 946–955
- Yohanes XII — 955–964
- Leo VIII — 963–965
- Benediktus V — 964
- Yohanes XIII — 965–972
- Benediktus VI — 973–974
- Benediktus VII — 974–983
- Yohanes XIV — 983–984
- Yohanes XV — 985–996
- Gregorius V — 996–999
- Silvester II — 999–1003
- Yohanes XVII — 1003
- Yohanes XVIII — 1003–1009
- Sergius IV — 1009–1012
- Benediktus VIII — 1012–1024
- Yohanes XIX — 1024–1032
- Benediktus IX — 1032–1044
- Silvester III — 1045
- Benediktus IX — 1045
- Gregorius VI — 1045–1046
- Klemens II — 1046–1047
- Benediktus IX — 1047–1048
Satu hal yang menarik dalam sejarah daftar nama Paus adalah nama Benediktus IX muncul tiga kali dalam daftar resmi, karena ia tercatat memegang jabatan kepausan dalam tiga periode yang berbeda. Karena itu, nomor urut 145, 147, dan 150 semuanya merujuk kepada Benediktus IX.
Paus 151–200: Dari Damasus II hingga Urbanus V
- Damasus II — 1048
- Leo IX — 1049–1054
- Viktor II — 1055–1057
- Stefanus IX — 1057–1058
- Nikolaus II — 1059–1061
- Aleksander II — 1061–1073
- Gregorius VII — 1073–1085
- Viktor III — 1086–1087
- Urbanus II — 1088–1099
- Paschalis II — 1099–1118
- Gelasius II — 1118–1119
- Kalistus II — 1119–1124
- Honorius II — 1124–1130
- Innocentius II — 1130–1143
- Celestinus II — 1143–1144
- Lucius II — 1144–1145
- Eugenius III — 1145–1153
- Anastasius IV — 1153–1154
- Adrianus IV — 1154–1159
- Aleksander III — 1159–1181
- Lucius III — 1181–1185
- Urbanus III — 1185–1187
- Gregorius VIII — 1187
- Klemens III — 1187–1191
- Celestinus III — 1191–1198
- Innocentius III — 1198–1216
- Honorius III — 1216–1227
- Gregorius IX — 1227–1241
- Celestinus IV — 1241
- Innocentius IV — 1243–1254
- Aleksander IV — 1254–1261
- Urbanus IV — 1261–1264
- Klemens IV — 1265–1268
- Gregorius X — 1271–1276
- Innocentius V — 1276
- Adrianus V — 1276
- Yohanes XXI — 1276–1277
- Nikolaus III — 1277–1280
- Martinus IV — 1281–1285
- Honorius IV — 1285–1287
- Nikolaus IV — 1288–1292
- Celestinus V — 1294
- Bonifasius VIII — 1294–1303
- Benediktus XI — 1303–1304
- Klemens V — 1305–1314
- Yohanes XXII — 1316–1334
- Benediktus XII — 1334–1342
- Klemens VI — 1342–1352
- Innocentius VI — 1352–1362
- Urbanus V — 1362–1370
Periode ini mencakup beberapa perkembangan penting dalam sejarah Gereja abad pertengahan, termasuk perubahan hubungan antara kepausan dan kekuasaan politik Eropa. Daftar resmi Takhta Suci mencatat masa kepausan setiap Paus dengan sejumlah tanggal yang pada periode tertentu masih bersifat perkiraan.
Baca juga: Sejarah Para Paus Gereja Katolik dari Masa ke Masa
Paus 201–250: Dari Gregorius XI hingga Pius VI
- Gregorius XI — 1370–1378
- Urbanus VI — 1378–1389
- Bonifasius IX — 1389–1404
- Innocentius VII — 1404–1406
- Gregorius XII — 1406–1415
- Martinus V — 1417–1431
- Eugenius IV — 1431–1447
- Nikolaus V — 1447–1455
- Kalistus III — 1455–1458
- Pius II — 1458–1464
- Paulus II — 1464–1471
- Sikstus IV — 1471–1484
- Innocentius VIII — 1484–1492
- Aleksander VI — 1492–1503
- Pius III — 1503
- Julius II — 1503–1513
- Leo X — 1513–1521
- Adrianus VI — 1522–1523
- Klemens VII — 1523–1534
- Paulus III — 1534–1549
- Julius III — 1550–1555
- Marcellus II — 1555
- Paulus IV — 1555–1559
- Pius IV — 1559–1565
- Pius V — 1566–1572
- Gregorius XIII — 1572–1585
- Sikstus V — 1585–1590
- Urbanus VII — 1590
- Gregorius XIV — 1590–1591
- Innocentius IX — 1591
- Klemens VIII — 1592–1605
- Leo XI — 1605
- Paulus V — 1605–1621
- Gregorius XV — 1621–1623
- Urbanus VIII — 1623–1644
- Innocentius X — 1644–1655
- Aleksander VII — 1655–1667
- Klemens IX — 1667–1669
- Klemens X — 1670–1676
- Innocentius XI — 1676–1689
- Aleksander VIII — 1689–1691
- Innocentius XII — 1691–1700
- Klemens XI — 1700–1721
- Innocentius XIII — 1721–1724
- Benediktus XIII — 1724–1730
- Klemens XII — 1730–1740
- Benediktus XIV — 1740–1758
- Klemens XIII — 1758–1769
- Klemens XIV — 1769–1774
- Pius VI — 1775–1799
Abad ke-15 hingga ke-18 membawa Gereja melewati Renaisans, Reformasi, perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan politik Eropa, dan berbagai pembaruan internal. Nama-nama seperti Pius V, Gregorius XIII dan Klemens VIII menjadi bagian dari sejarah kepausan pada periode tersebut. Data daftar dan masa kepausan mengikuti catatan resmi Takhta Suci.
Baca Juga: Mengenal Kedua Belas Murid Yesus dan Kisah Mereka
Paus 251–267: Dari Pius VII hingga Leo XIV
- Pius VII — 1800–1823
- Leo XII — 1823–1829
- Pius VIII — 1829–1830
- Gregorius XVI — 1831–1846
- Pius IX — 1846–1878
- Leo XIII — 1878–1903
- Pius X — 1903–1914
- Benediktus XV — 1914–1922
- Pius XI — 1922–1939
- Pius XII — 1939–1958
- Yohanes XXIII — 1958–1963
- Paulus VI — 1963–1978
- Yohanes Paulus I — 1978
- Yohanes Paulus II — 1978–2005
- Benediktus XVI — 2005–2013
- Fransiskus — 2013–2025
- Leo XIV — mulai 2025
Daftar resmi Takhta Suci mencatat Pius VII hingga Leo XIV sebagai nomor 251 sampai 267. Paus Leo XIV menjadi penerus Paus Fransiskus setelah terpilih pada 8 Mei 2025.
Baca Juga: Doa Litani: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Doa
Siapa Paus Saat Ini?
Paus saat ini adalah Leo XIV, yang merupakan Paus ke-267 dalam daftar resmi Gereja Katolik. Nama lahirnya adalah Robert Francis Prevost. Ia lahir di Chicago, Amerika Serikat.
Paus Leo XIV terpilih dalam konklaf yang dimulai pada 7 Mei 2025. Pada 8 Mei 2025, ia terpilih sebagai Uskup Roma dan memilih nama Leo XIV. Ia kemudian memulai pelayanan kepausannya secara resmi melalui Misa inaugurasi pada 18 Mei 2025.
Pemilihan nama Leo XIV juga memiliki arti historis. Ia adalah Paus pertama dari Amerika Serikat dan Paus pertama yang berasal dari Ordo Santo Agustinus. Takhta Suci menyebutnya sebagai penerus Santo Petrus yang ke-267.
Baca Juga: Doa Novena: Pengertian, Jenis, dan Cara Berdoa
Mengapa Ada Nama Paus yang Sama?
Dalam sejarah Gereja Katolik, beberapa Paus menggunakan nama yang sama. Contohnya adalah nama Leo, Pius, Gregorius, Benediktus, Yohanes, Paulus, Urbanus, Klemens, Aleksander, dan Innocentius.
Angka Romawi di belakang nama digunakan untuk membedakan Paus yang menggunakan nama kepausan tersebut. Misalnya:
- Leo I, Leo II, Leo III, dan seterusnya.
- Pius IX, Pius X, Pius XI, Pius XII.
- Yohanes XXIII.
- Yohanes Paulus I dan Yohanes Paulus II.
- Benediktus XVI.
- Leo XIV.
Baca Juga: Sejarah Devosi Doa Rosario dan Perkembangannya
Nama kepausan biasanya menjadi identitas yang digunakan seorang Paus selama masa pelayanannya sebagai Uskup Roma.
Berapa Jumlah Paus dalam Sejarah Gereja Katolik?
Menurut daftar resmi Takhta Suci, hingga saat ini terdapat 267 Paus yang tercatat dalam suksesi kepausan, dengan Paus Leo XIV sebagai nomor 267.
Perlu dicatat bahwa sejarah kepausan memiliki sejumlah periode yang sangat kompleks. Pada beberapa masa terdapat perdebatan mengenai legitimasi seorang Paus, pergantian yang berlangsung sangat singkat, serta persoalan mengenai tanggal pasti awal dan akhir suatu pontifikat. Karena itu, daftar resmi Vatikan menjadi rujukan penting ketika menyusun urutan Paus.
Selain itu, penulisan nama dapat berbeda antara bahasa Latin, Italia, Inggris, dan bahasa Indonesia. Contohnya, nama Francis dalam bahasa Indonesia umumnya ditulis Fransiskus, sedangkan John Paul II dikenal sebagai Yohanes Paulus II.
Baca Juga: Jalan Salib: Pengertian, 14 Perhentian & Doa
Daftar Singkat Paus dari Era Modern
Bagi pembaca yang ingin mengetahui urutan Paus Katolik zaman modern, berikut rangkaian yang paling dekat dengan masa sekarang:
- Pius IX — 1846–1878
- Leo XIII — 1878–1903
- Pius X — 1903–1914
- Benediktus XV — 1914–1922
- Pius XI — 1922–1939
- Pius XII — 1939–1958
- Yohanes XXIII — 1958–1963
- Paulus VI — 1963–1978
- Yohanes Paulus I — 1978
- Yohanes Paulus II — 1978–2005
- Benediktus XVI — 2005–2013
- Fransiskus — 2013–2025
- Leo XIV — 2025–sekarang
Urutan tersebut menunjukkan kesinambungan kepemimpinan Gereja Katolik pada era modern hingga masa sekarang.
Baca Juga: Mukjizat Doa Bersama Santo Santa dalam Iman Katolik
Santo Petrus dan Suksesi Kepausan
Bagi umat Katolik, daftar nama Paus bukan sekadar daftar pemimpin sepanjang sejarah. Suksesi kepausan berkaitan erat dengan keyakinan Gereja mengenai pelayanan Rasul Petrus.
Santo Petrus menempati posisi pertama dalam daftar Paus Takhta Suci. Setelahnya, Gereja Roma mencatat para penerusnya secara berurutan hingga Paus Leo XIV. Dengan demikian, daftar 267 Paus tersebut menggambarkan rentang sejarah Gereja yang sangat panjang, dari abad pertama hingga abad ke-21.
Sepanjang sejarah tersebut, para Paus menghadapi situasi yang sangat beragam. Ada yang memimpin Gereja dalam masa penganiayaan, ada yang menghadapi konflik politik, ada yang berperan dalam konsili dan pembaruan Gereja, dan ada pula yang melayani umat di tengah perubahan besar dunia modern.
Baca Juga: 7 Sakramen dalam Gereja Katolik dan Maknanya
Penutup
Daftar nama Paus Katolik dari Paus pertama sampai sekarang menunjukkan panjangnya sejarah Gereja Katolik. Santo Petrus menjadi Paus pertama, sedangkan Paus Leo XIV merupakan Paus ke-267 dan Paus yang sedang menjabat saat ini.
Dari Santo Petrus hingga Leo XIV, setiap periode kepausan memiliki konteks sejarah yang berbeda. Beberapa tanggal kepausan dari masa Gereja awal memang tidak dapat diketahui secara pasti, sehingga Takhta Suci mencantumkan tahun atau tanggal perkiraan untuk sejumlah Paus.
Bagi umat Katolik, mengenal nama-nama Paus dapat menjadi salah satu cara untuk memahami perjalanan sejarah Gereja, perkembangan pelayanan Petrus, serta bagaimana Gereja Katolik melewati berbagai zaman hingga sekarang.
Sumber utama: daftar resmi para Paus pada situs Takhta Suci/Vatikan dan biografi resmi Paus Leo XIV.
Demikianlah Daftar Nama Paus Katolik dari Pertama sampai Sekarang, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.
