Santa Perawan Maria Ratu Rosario 7 Oktober

Santa Perawan Maria Ratu Rosario 7 Oktober bersama Kanak-kanak Yesus memegang Rosario.

Santo Santa 7 Oktober: Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Setiap tanggal 7 Oktober, Gereja Katolik memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, sebuah perayaan yang mengajak umat beriman untuk semakin mencintai doa Rosario dan merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria. Peringatan ini bukan sekadar penghormatan kepada Maria, melainkan terutama sebuah undangan untuk semakin dekat kepada Kristus melalui permenungan atas karya keselamatan-Nya.

Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario memiliki sejarah panjang dalam tradisi Gereja Katolik. Perayaan ini berkaitan erat dengan keyakinan Gereja akan kekuatan doa, khususnya doa yang dipanjatkan dengan iman, ketekunan, dan dalam persatuan dengan Bunda Maria. Rosario sendiri merupakan salah satu bentuk doa yang paling dikenal dalam kehidupan umat Katolik. Melalui rangkaian doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, serta permenungan atas berbagai misteri, umat diajak memasuki peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Yesus, mulai dari misteri penjelmaan-Nya, pelayanan-Nya, sengsara dan wafat-Nya, hingga kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

Karena itu, peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario 7 Oktober menjadi kesempatan yang sangat baik bagi umat Katolik untuk memahami kembali makna Rosario serta menjadikannya bagian dari kehidupan doa sehari-hari.

Baca juga Santo Santa Bulan Oktober: Daftar Orang Kudus Katolik

Sejarah Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Sejarah Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario berkaitan erat dengan perkembangan devosi Rosario di dalam Gereja dan sejumlah peristiwa sejarah yang terjadi pada abad ke-16. Salah satu peristiwa yang paling sering dikaitkan dengan perayaan ini adalah Pertempuran Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571. Pada masa itu, armada Liga Suci berhadapan dengan armada Kesultanan Utsmaniyah dalam sebuah pertempuran laut besar di kawasan Laut Tengah.

Paus Pius V mengajak umat Kristiani untuk memohon pertolongan Tuhan melalui doa, termasuk dengan mendaraskan Rosario. Setelah armada Liga Suci memperoleh kemenangan dalam pertempuran tersebut, Paus menghubungkan keberhasilan itu dengan pertolongan Allah yang dimohon melalui doa dan perantaraan Santa Perawan Maria. Sebagai ungkapan syukur, sebuah perayaan liturgis kemudian ditetapkan untuk mengenang pertolongan Allah tersebut.

Pada awalnya, perayaan itu dikenal dengan nama Santa Maria dari Kemenangan (Our Lady of Victory). Dalam perkembangan selanjutnya, perayaan tersebut semakin erat dikaitkan dengan Rosario dan kemudian dikenal sebagai peringatan Santa Perawan Maria dari Rosario. Tanggal 7 Oktober akhirnya memperoleh tempat khusus dalam kalender liturgi sebagai peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Namun, makna perayaan ini jauh lebih luas daripada sekadar mengenang sebuah kemenangan militer dalam sejarah. Gereja mengarahkan umat kepada makna rohani yang lebih mendalam, yaitu kemenangan iman, kekuatan doa, pertobatan, pengharapan, dan kepercayaan kepada Allah.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Oktober 2026 Lengkap

Mengapa Maria Disebut Ratu Rosario?

Gelar Ratu Rosario menunjukkan hubungan istimewa Santa Perawan Maria dengan doa Rosario. Dalam Rosario, nama Maria memang sering disebut melalui doa Salam Maria, tetapi pusat permenungan Rosario sesungguhnya adalah Yesus Kristus dan karya keselamatan-Nya. Maria menjadi pendamping umat dalam memandang dan merenungkan Kristus.

Dalam Injil, Maria digambarkan sebagai seorang yang menyimpan dan merenungkan berbagai peristiwa kehidupan Yesus di dalam hatinya. Sikap Maria inilah yang juga ingin dibentuk melalui doa Rosario. Ketika seseorang berdoa Rosario, ia tidak sekadar mengulang rangkaian kata, tetapi diajak memandang kehidupan Kristus bersama Maria dan membiarkan misteri-misteri keselamatan itu berbicara kepada kehidupan pribadinya.

Rosario Membawa Umat kepada Kristus

Devosi Katolik kepada Bunda Maria tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan kedudukan Kristus. Sebaliknya, devosi kepada Maria yang benar selalu membawa umat kepada Yesus. Hal yang sama berlaku dalam doa Rosario.

Misteri-misteri Rosario sebagian besar berpusat langsung pada kehidupan dan karya Kristus. Umat merenungkan kelahiran-Nya, pewartaan Kerajaan Allah, sengsara, wafat, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga. Bahkan ketika misteri tertentu berhubungan secara khusus dengan Maria, peristiwa tersebut tetap ditempatkan dalam keseluruhan karya keselamatan Allah.

Karena itu, Rosario dapat dipahami sebagai doa yang bercorak Kristosentris, yaitu berpusat pada Kristus, tetapi direnungkan bersama Maria. Bunda Maria seakan mengajak setiap orang beriman untuk memandang Putranya dan semakin setia mengikuti jalan-Nya.

Baca Juga: Sejarah Devosi Doa Rosario dan Perkembangannya

Makna Doa Rosario bagi Umat Katolik

Doa Rosario memiliki tempat khusus dalam spiritualitas Katolik karena kesederhanaannya sekaligus kedalaman misteri yang direnungkan. Rosario dapat didoakan oleh siapa saja: anak-anak, orang dewasa, keluarga, komunitas, kaum religius, maupun umat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan hidup dapat menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan rohani.

Baca Juga: Tata Cara Dan Urutan Doa Rosario

1. Rosario Adalah Doa Perenungan

Pengulangan doa Salam Maria membantu menciptakan irama doa yang memungkinkan pikiran dan hati memusatkan perhatian kepada misteri yang sedang direnungkan. Karena itu, Rosario sebaiknya tidak dilakukan hanya sebagai pengulangan kata secara mekanis. Setiap peristiwa justru mengundang kita masuk lebih dalam ke dalam kehidupan Kristus.

Ketika merenungkan Kelahiran Yesus, misalnya, kita diajak memahami kerendahan hati Allah yang berkenan hadir sebagai manusia. Ketika merenungkan Yesus memanggul salib, kita belajar tentang kesetiaan, pengorbanan, dan kasih yang tidak menyerah. Ketika merenungkan Kebangkitan Kristus, kita kembali diteguhkan dalam pengharapan bahwa dosa dan kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia.

2. Rosario Mengajarkan Ketekunan dalam Doa

Kehidupan rohani tidak selalu dipenuhi perasaan damai atau pengalaman yang luar biasa. Ada saat ketika doa terasa kering, sulit, bahkan seolah-olah tidak menghasilkan apa-apa. Dalam situasi seperti itu, Rosario mengajarkan kesetiaan.

Dengan tetap berdoa bahkan ketika hati tidak mengalami penghiburan tertentu, umat belajar bahwa doa pertama-tama merupakan tindakan iman dan penyerahan kepada Allah. Ketekunan dalam Rosario juga melatih hati untuk tetap mencari Tuhan bukan hanya ketika segala sesuatu berjalan baik, tetapi juga ketika hidup terasa berat dan penuh ketidakpastian.

3. Rosario Membantu Membawa Pergumulan kepada Tuhan

Banyak umat Katolik berdoa Rosario ketika menghadapi masalah keluarga, penyakit, kehilangan orang yang dikasihi, kecemasan, kesulitan ekonomi, maupun ketika harus mengambil keputusan penting. Rosario bukanlah jaminan bahwa setiap persoalan akan selesai sesuai dengan keinginan manusia. Sebaliknya, doa membantu seseorang menyerahkan kehidupannya kepada kehendak Allah.

Melalui doa bersama Maria, umat belajar mengucapkan sikap penyerahan seperti yang dilakukan Bunda Maria: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Inilah salah satu semangat terdalam dari doa Rosario, yaitu belajar mempercayakan hidup kepada Allah bahkan ketika kita belum memahami seluruh rencana-Nya.

Empat Peristiwa Rosario dan Maknanya

Dalam tradisi Rosario saat ini terdapat empat kelompok misteri utama, yaitu Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih, dan Peristiwa Mulia. Masing-masing membantu umat merenungkan bagian tertentu dari kehidupan Kristus dan menemukan pesan rohani yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa Gembira

Peristiwa Gembira membawa kita kepada misteri kedatangan Sang Juru Selamat. Umat merenungkan kabar Malaikat Gabriel kepada Maria, kunjungan Maria kepada Elisabet, kelahiran Yesus, Yesus dipersembahkan di Bait Allah, serta Yesus ditemukan kembali di Bait Allah.

Melalui misteri-misteri tersebut, kita belajar tentang iman, kerendahan hati, sukacita, ketaatan, dan kesediaan menerima kehendak Tuhan. Maria memberikan teladan luar biasa melalui jawabannya kepada panggilan Allah. Ia tidak mengetahui seluruh perjalanan yang akan dihadapinya, tetapi ia berani mengatakan “ya” karena percaya kepada Tuhan.

Baca Juga: Doa Rosario Peristiwa Gembira

Peristiwa Terang

Peristiwa Terang mengajak umat merenungkan pelayanan publik Yesus. Kita mengenangkan pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, mukjizat pertama-Nya dalam perkawinan di Kana, pewartaan Kerajaan Allah dan panggilan pertobatan, Transfigurasi, serta penetapan Ekaristi.

Misteri-misteri ini menunjukkan bahwa Kristus adalah terang dunia. Bagi umat Katolik, Peristiwa Terang menjadi undangan untuk mendengarkan pewartaan Kristus dan membiarkan kehidupan diterangi oleh Injil. Iman tidak cukup hanya disimpan di dalam hati, tetapi perlu diwujudkan melalui pertobatan dan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Kristus.

Baca Juga: Doa Rosario Peristiwa Terang

Peristiwa Sedih

Dalam Peristiwa Sedih, umat merenungkan penderitaan dan sengsara Tuhan Yesus, mulai dari doa Yesus dalam sakratul maut di Getsemani, penyiksaan, pemahkotaan dengan duri, perjalanan memanggul salib, hingga wafat-Nya di Kalvari. Di sini kita melihat betapa besarnya kasih Allah kepada manusia.

Salib mengingatkan kita bahwa kasih sejati tidak selalu mudah. Kasih membutuhkan kesetiaan, pengampunan, pengorbanan, dan keberanian untuk memberikan diri. Maria hadir dalam penderitaan Putranya dengan kesetiaan seorang ibu. Karena itu, mereka yang sedang mengalami penderitaan dapat belajar darinya untuk tetap berdiri dalam iman di bawah salib kehidupan.

Baca Juga: Doa Rosario Peristiwa Sedih

Peristiwa Mulia

Peristiwa Mulia membawa umat kepada pengharapan akan kemenangan Kristus. Kita merenungkan Kebangkitan Yesus, Kenaikan-Nya ke surga, turunnya Roh Kudus, Maria diangkat ke surga, serta Maria dimahkotai sebagai Ratu Surga dan Bumi.

Misteri ini mengingatkan bahwa kehidupan orang beriman tidak berakhir pada salib. Sesudah penderitaan ada kebangkitan, dan di tengah perjuangan selalu ada pengharapan. Di dalam Kristus, dosa dan kematian tidak memiliki kata terakhir. Karena itu, umat Kristiani dipanggil untuk menjalani kehidupan dengan pengharapan yang bersumber pada kemenangan Kristus.

Baca Juga: Doa Rosario Peristiwa Mulia

Santa Perawan Maria sebagai Teladan Orang Beriman

Peringatan Bunda Maria Ratu Rosario juga mengundang umat untuk melihat kehidupan Maria sebagai teladan iman. Maria tidak selalu mengetahui secara lengkap apa yang akan terjadi dalam kehidupannya. Namun, ia tetap percaya kepada Tuhan dan bersedia berjalan dalam iman.

Baca juga: Santo Bruno 6 Oktober, Pengaku Iman dan Pendiri Kartusian

Maria Mendengarkan Sabda Allah

Salah satu ciri utama kehidupan Maria adalah kesediaannya mendengarkan. Ketika menerima kabar dari Malaikat Gabriel, Maria bertanya dan merenungkan, tetapi pada akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Tuhan. Sikap ini sangat relevan bagi kehidupan manusia modern.

Kita hidup dalam dunia yang dipenuhi informasi, suara, hiburan, kesibukan, dan berbagai tuntutan. Namun, di tengah semua itu, orang beriman tetap membutuhkan keheningan untuk mendengarkan Tuhan. Rosario dapat menjadi salah satu sarana untuk menciptakan ruang keheningan tersebut, sehingga hati tidak hanya dipenuhi suara dunia tetapi juga terbuka terhadap Sabda Allah.

Baca juga: Santo Simeon 8 Oktober, Tokoh Israel Sejati

Maria Setia dalam Kesulitan

Iman Maria bukanlah iman yang hanya hadir pada saat menyenangkan. Ia mengikuti perjalanan Putranya hingga Kalvari. Kesetiaannya menunjukkan bahwa percaya kepada Allah tidak berarti hidup akan terbebas dari penderitaan.

Iman berarti tetap mempercayai Allah bahkan ketika kita belum memahami jalan yang sedang kita lalui. Dalam hal ini, Bunda Maria menjadi teladan bagi orang beriman yang sedang menghadapi kehilangan, kekecewaan, ketidakpastian, penyakit, atau berbagai bentuk penderitaan lainnya.

Baca juga: Bacaan Injil Hari Ini Rabu, 7 Oktober 2026 Lukas 11:1-4

Maria Membawa Orang kepada Yesus

Dalam kisah perkawinan di Kana, Maria memperhatikan kebutuhan orang lain dan mengarahkannya kepada Yesus. Pesannya kepada para pelayan sangat sederhana: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.”

Pesan tersebut juga merangkum spiritualitas Maria. Devosi kepada Bunda Maria seharusnya membuat seseorang semakin siap melakukan apa yang diperintahkan Kristus. Dengan demikian, penghormatan kepada Maria tidak berhenti pada Maria sendiri, tetapi selalu mengarahkan umat kepada Yesus.

Rosario Bukan Sekadar Mengulang Salam Maria

Salah satu kesalahpahaman tentang Rosario adalah menganggapnya hanya sebagai pengulangan doa Salam Maria. Padahal, struktur Rosario jauh lebih kaya. Pengulangan doa berfungsi sebagai latar bagi permenungan atas misteri kehidupan Kristus. Karena itu, seseorang dapat mengucapkan setiap Salam Maria sambil tetap mengarahkan pikiran kepada peristiwa Injil yang direnungkan.

Dengan cara demikian, Rosario menjadi semacam perjalanan bersama Yesus dan Maria. Kita bergerak dari Nazaret menuju Betlehem, dari Sungai Yordan menuju Yerusalem, dari ruang Perjamuan Terakhir menuju Getsemani dan Kalvari, lalu dari makam kosong menuju sukacita Kebangkitan dan kemuliaan surgawi. Rosario pada akhirnya merupakan doa yang membawa umat masuk semakin dalam ke dalam Injil.

Pesta Ratu Rosario dan Bulan Rosario

Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario pada 7 Oktober juga mempunyai hubungan erat dengan tradisi Gereja Katolik yang secara khusus mendedikasikan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario. Selama bulan Oktober, banyak paroki, lingkungan, keluarga, sekolah Katolik, komunitas, dan kelompok doa mengadakan doa Rosario bersama.

Tradisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperbarui kehidupan doa. Namun, devosi Rosario tentu tidak terbatas pada bulan Oktober. Rosario dapat didoakan sepanjang tahun. Bulan Rosario lebih tepat dipahami sebagai momentum untuk menghidupkan kembali kebiasaan berdoa yang kemudian diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Menghidupi Semangat Ratu Rosario dalam Kehidupan Sehari-hari

Memperingati Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarahnya. Sebuah perayaan liturgis seharusnya membawa umat kepada pembaruan hidup. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyediakan waktu khusus untuk berdoa Rosario. Situasi tidak harus selalu sempurna; yang terpenting adalah kesetiaan menyediakan waktu bagi Tuhan.

Kita juga dapat membaca bagian Kitab Suci yang berkaitan dengan misteri yang sedang direnungkan. Kebiasaan ini membuat Rosario semakin mendalam dan semakin dekat dengan Sabda Allah. Selain itu, kita dapat membawa intensi konkret dalam doa, misalnya mendoakan keluarga, orang sakit, mereka yang telah meninggal, perdamaian dunia, Gereja, panggilan hidup bakti, orang-orang yang mengalami kesulitan, maupun kebutuhan pribadi.

Yang tidak kalah penting adalah belajar meneladani keutamaan Maria. Rosario akan kehilangan sebagian maknanya apabila doa tidak menghasilkan perubahan sikap. Orang yang merenungkan kerendahan hati Kristus dipanggil menjadi lebih rendah hati. Orang yang merenungkan pengampunan Kristus dipanggil belajar mengampuni. Orang yang merenungkan salib dipanggil menjadi lebih setia dalam kesulitan. Dengan demikian, Rosario tidak berhenti di tangan dan bibir, tetapi masuk ke dalam kehidupan.

Rosario dalam Kehidupan Keluarga Katolik

Doa Rosario juga mempunyai nilai penting dalam kehidupan keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kasih, pengampunan, tanggung jawab, dan iman. Berdoa Rosario bersama dapat menjadi kesempatan bagi anggota keluarga untuk menghentikan kesibukan sejenak dan bersama-sama mengarahkan perhatian kepada Tuhan.

Tidak semua keluarga dapat langsung mendoakan lima peristiwa setiap hari. Jika kondisi belum memungkinkan, keluarga dapat memulainya secara sederhana, misalnya dengan mendoakan satu peristiwa Rosario terlebih dahulu. Yang terpenting bukan sekadar panjangnya doa, tetapi ketekunan dan kesungguhan hati.

Anak-anak juga dapat dilibatkan secara bertahap sehingga Rosario tidak dipandang sebagai kewajiban yang berat, melainkan sebagai perjumpaan keluarga dengan Tuhan bersama Bunda Maria. Dari kebiasaan sederhana seperti inilah kehidupan iman dalam keluarga dapat bertumbuh.

Renungan Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Dunia modern menawarkan banyak hal yang menjanjikan ketenangan, tetapi manusia tetap sering mengalami kecemasan. Kita memiliki teknologi yang membuat komunikasi semakin cepat, tetapi tidak selalu membuat hati semakin damai. Kita memiliki banyak hiburan, tetapi belum tentu memiliki keheningan. Kita dapat memperoleh informasi dalam hitungan detik, tetapi belum tentu mempunyai waktu untuk merenungkan apa yang sungguh penting.

Rosario menawarkan jalan yang berbeda. Ia mengajak kita berhenti sejenak, memegang butir demi butir Rosario, mengucapkan doa dengan perlahan, memandang Kristus, merenungkan Injil, dan menyerahkan kehidupan kepada Tuhan. Dalam kesederhanaannya, Rosario mengajari kita untuk kembali kepada hal yang paling mendasar dalam iman: berada di hadapan Allah dengan hati yang terbuka.

Bunda Maria menunjukkan bahwa kekuatan iman tidak selalu tampak dalam tindakan besar. Sering kali iman justru bertumbuh melalui kesetiaan sederhana yang dilakukan setiap hari: satu Salam Maria yang didoakan dengan sungguh-sungguh, satu misteri Rosario yang direnungkan dengan penuh perhatian, satu tindakan pengampunan, satu keputusan untuk tetap percaya kepada Tuhan, dan satu kesediaan untuk berkata “ya” kepada kehendak Allah. Dari kesetiaan-kesetiaan kecil seperti itulah kehidupan rohani dibangun.

Pada Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, kita diajak bertanya kepada diri sendiri: apakah doa sungguh mempunyai tempat dalam kehidupan kita? Apakah kita hanya datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah? Apakah Rosario telah membantu kita semakin mengenal Yesus? Dan yang paling penting, apakah doa kita telah mengubah cara kita memperlakukan sesama dan menjalani kehidupan sehari-hari?

Rosario bukanlah pelarian dari kehidupan nyata. Sebaliknya, setelah merenungkan Kristus dalam Rosario, kita dipanggil kembali ke dalam kehidupan sehari-hari untuk membawa kasih-Nya kepada sesama. Doa yang sejati semestinya menghasilkan kasih yang semakin nyata, kesabaran yang semakin besar, keberanian untuk mengampuni, serta kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 7 Oktober 2026 Tuhan, Ajarlah Kami Berdoa

Doa pada Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Ya Allah, Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah keselamatan yang Engkau berikan kepada kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu.

Pada peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, ajarilah kami untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus dengan hati yang penuh iman. Semoga teladan Bunda Maria menolong kami untuk semakin setia mendengarkan Sabda-Mu, rendah hati menerima kehendak-Mu, tekun dalam doa, dan berani mengikuti Yesus dalam suka maupun duka.

Melalui doa Rosario, teguhkanlah keluarga-keluarga kami, hiburlah mereka yang menderita, kuatkanlah mereka yang kehilangan harapan, dan anugerahkanlah damai kepada dunia.

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, doakanlah kami agar semakin dekat kepada Putramu dan setia mengikuti-Nya sepanjang hidup kami. Semoga dalam setiap peristiwa kehidupan, kami dapat berkata bersama Maria, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Penutup

Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario setiap 7 Oktober mengingatkan umat Katolik akan kekuatan doa yang lahir dari iman dan penyerahan kepada Allah. Melalui Rosario, Gereja mengajak umat bukan sekadar mengulang rangkaian doa, melainkan merenungkan kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

Dari Peristiwa Gembira kita belajar menerima karya Tuhan dengan sukacita. Dari Peristiwa Terang kita belajar mengikuti Kristus sebagai terang kehidupan. Dari Peristiwa Sedih kita belajar tetap setia ketika menghadapi penderitaan. Dari Peristiwa Mulia kita memperoleh pengharapan akan kemenangan Kristus dan kehidupan kekal.

Semoga peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario mendorong kita untuk kembali mengambil Rosario, menyediakan waktu bagi Tuhan, membaca dan merenungkan Injil, serta menjadikan doa sebagai bagian nyata dari kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, penghormatan kepada Bunda Maria selalu mengarahkan kita kepada Putranya. Bersama Maria, marilah kita memandang Kristus, mendengarkan Sabda-Nya, dan belajar berkata kepada Tuhan: “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”


Demikianlah Santa Perawan Maria Ratu Rosario 7 Oktober, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url